Tag Archives: zakatfitri

FAIDAH RAMADHAN [16/20]

🇫‌🇦‌🇮‌🇩‌🇦‌🇭 ‌
🇷‌🇦‌🇲‌🇦‌🇩‌🇭‌🇦‌🇳

(Bagian 16/20)

🔗 https://t.me/alwasathiyah

ZAKAT FITHRI

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

( قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ )

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat.”
( QS. Al-A’la: 14-15 )

Saudaraku, di penghujung Ramadhan sebelum ‘Id, setiap muslim diwajibkan membayar zakat fithri untuk dirinya dan orang yang dalam tanggungannya sebanyak satu sha’ ( ±3 Kg ) berupa bahan makanan yang berlaku umum di daerahnya.
Zakat tersebut hukumnya wajib selama ia masih memiliki sisa makanan untuk diri sendiri dan keluarganya selama sehari semalam.

Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnul ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

“Rasulullah ﷺ telah mewajibkan zakat fithri bagi orang merdeka dan hamba sahaya, laki-laki dan perempuan, anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. Beliau ﷺ memerintahkan agar (zakat fithri tersebut) ditunaikan sebelum shalat ‘Id (hari raya).”
[ Muttafaq ‘alaih ]

Adapun waktu pengeluarannya yang paling utama adalah sebelum shalat ‘Id, boleh juga sehari atau dua hari sebelumnya, dan tidak boleh mengakhirkan mengeluaran zakat fithri setelah hari raya.

{Ya Allah terimalah shalat kami, zakat, dan puasa kami serta segala bentuk ibadah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.}

HUKUM MENGELUARKAN ZAKAT FITRI DENGAN UANG

Al-Imam Malik bin Anas berkata,
“Bahwa zakat fithri “dengan uang” itu tidak mencukupi (yakni tidak sah zakatnya).”
[ Al-Mudawwanah Al-Kubra (3/385) ]

Al-Imam Asy-Syafi’i berkata,
“Bahwa mengeluarkan zakat fithri dengan uang tidaklah mencukupi (tidak sah).”
[ Al-Fiqh Al-Manhajī ‘alā Madzhab Al-Imām Asy-Syāfi’ī ]

Al-Imam Ahmad juga berkata (tentang hal tersebut),
“Menyelisihi sunnah Rasūlullah”
[ Al-Mughni (3/87) ]

•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

Fadhilatusy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah ditanya,
“Bolehkah mengeluarkan zakat fithri dengan uang?”

Maka Fadhilatusy Syaikh menjawab,

زكاة الفطر لا تصح من النقود. لأن النبي ﷺ فرضها صاعاً من تمر، أو صاعاً من شعير، وقال أبو سعيد الخدري رضي الله عنه: كنا نخرجها على عهد رسول الله ﷺ ، صاعًا من طعام، وكان طعامنا يومئذ التمر والشعير، والزبيب والأقط. فلا يجوز إخراجها إلا مما فرضه رسول الله ﷺ

“Zakat fithri tidak sah ditunaikan dengan uang. Karena Nabi ﷺ mewajibkan zakat dengan ukuran satu sha’ kurma kering, atau satu sha’ gandum.

Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Dahulu kami semasa Rasulullah ﷺ (masih hidup) mengeluarkan zakat seukuran satu sha’ makanan pokok, dan makanan pokok kami ketika itu ialah kurma kering, gandum, kismis dan keju”

Maka tidak boleh mengeluarkan zakat selain dengan yang telah diwajibkan oleh Rasulullah ﷺ .”
[ Majmu’ Fatwa wa Rasail Ibni ‘Utsaimin (18/180) ]

Syaikh juga berkata,

أما زكاة الفطر فلا يجوز دفع النقد عنها بل يجب أن تدفع من الطعام لأنها هكذا فرضت ولما في دفعها من الطعام من سد حاجة الفقير في يوم العيد

“Adapun zakat fithri maka tidak boleh membayar uang sebagai bentuk penunaiannya, tapi wajib menunaikannya dengan makanan pokok karena begitulah yang diwajibkan, juga karena penunaian zakat dengan makanan pokok itu sebagai bentuk memenuhi kebutuhan orang fakir saat hari raya (‘Iedul Fithri).”

Syaikh juga berkata dalam fatwa beliau yang lain,

…فلا يحل لأحد أن يخرج زكاة الفطر من الدراهم، أو الملابس، أو الفرش، بل الواجب إخراجها مما فرضه الله على لسان محمد صلى الله عليه وسلم، ولا عبرة باستحسان من استحسن ذلك من الناس، لأن الشرع ليس تابعاً للآراء

“… Tidak halal yakni dilarang bagi siapapun yang hendak mengeluarkan zakat fithri dengan dirham maksudnya mata uang, pakaian, atau selimut, namun yang wajib adalah mengeluarkan zakat dengan sesuatu yang telah Allah wajibkan melalui lisan Nabi Muhammad ﷺ. Anggapan baik oleh kebanyakan orang berkenaan dengan hal ini tidaklah diakui, karena syariat itu tidak mengikuti pendapat orang-orang.”
[ Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibni ‘Utsaimin (18/280) ]

Al-‘Allamah Al-Fawzan hafizhahullah berkata,

أما إخراج القيمة، فإنه لا يجزئ في زكاة الفطر؛ لأنه خلاف ما أمر به النبي ﷺ ، وما عمل به صحابته الكرام من إخراج الطعام . والاجتهاد إذا خالف النص فلا اعتبار به

“Adapun mengeluarkan qimah (yaitu dalam rupa uang), maka hal ini “tidaklah tepat” untuk zakat fithri; karena hal tersebut menyelisihi yang diperintahkan oleh Nabi ﷺ , dan (menyelisihi) apa yang dilakukan para Sahabat yang mulia, yaitu mengeluarkan (zakat, dengan) makanan pokok. Dan suatu ‘ijtihad jika menyelisihi nash (dalil) maka ‘ijtihad tersebut tidak teranggap.”
[ Al-Muntaqa min Fatawa al-Fawzan (81/13-14) ]

  • Bersambung, Insya Allah

Dialih bahasakan oleh :
🖊️ Brave Ummu Abdirahman

Dimuroja’ah oleh :
✒️ @abinyasalma

ℳـ₰✍
✿❁࿐❁✿
@alwasathiyah


👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG :  https://t.me/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

📎 Sumber :
Booklet : Kompilasi Faidah Ramadhan 1439 H – Grup AWWI
📩 http://bit.ly/f-ramadhan39

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

Q&A : HADITS PALSU TENTANG ZAKAT FITRAH

Question Answer

HADITS PALSU TENTANG ZAKAT FITRAH

PERTANYAAN :

Bismillah
السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته
Ana mendapat postingan sbb :
⬇️⬇️
ZAKAT FITRAH
Pada masa Rasulullah… pernah satu kali sahabat Usman KELUPAAN membayar zakat fitrah hingga usai shalat Ied…
Begitu beliau ingat, segera beliau pulang dan mengambil seekor unta yang paling bagus miliknya dan dijualnya…,
kemudian uang hasil penjualan unta tersebut beliau pakai untuk memerdekakan seorang
budak…

Setelah itu beliau menghadap
Rasulullah dan berkata :
Ya, Rasulullah, bahwasannya saya telah lupa membayar zakat fitrah namun saya telah menjual seekor unta yang paling bagus milik saya dan saya gunakan untuk memerdekakan seorang budak.
Apakah itu itu setara nilainya dengan zakat fitrah yang lupa saya bayarkan?

Dan dihadapan para sahabat Rasulullah menjawab :
Sangat merugi bagi siapapun yang tidak membayar zakat fitrah… karena pahala zakat fitrah itu sangatlah tak terhingga… Jangankan memerdekakan SEORANG budak, memerdekakan SERATUS orang budakpun takkan dapat menyamai pahala zakat fitrah“.

Subhanallah…, begitu
hebatnya pahala zakat fitrah…, maka saudaraku sekalian jangan sampai kelupaan menunaikannya…

*Mohon maaf sekedar mengingatkan…*
Semoga ALLAH SWT senantiasa melimpahkan rahmat, taufik dan hidayahNYA kpd kita semua
Aamiin YRA…
⬆️⬆️⬆️
➖❓❓➖
Status keshahihan hadits dalam postingan tersebut bagaimana ya ustadz.?
Apakah benar ada riwayat seperti itu ?
Mohon bimbingan & nasehat ustadz.
Jazaakallahu khoyr

➖➖➖➖➖➖➖➖

JAWABAN :

وعليكم السَّلام ورحمةاللّٰه وبر كاته
Saya berusaha mencari riwayat ini namun belum dapat dan belum ketemu. Saya curiga ini riwayat palsu dan dusta, dengan beberapa alasan :

▪ 1. Riwayat ini menjelaskan tentang keutamaan zakat fitrah yang disandarkan kepada Nabî, dikatakan lebih baik daripada memerdekakan 100 budak.
Jika riwayat ini ma’tsur atau memang berasal dari Nabî, maka akan ternukil di buku² induk hadits. Sedangkan kenyataannya tidak ada.

▪ 2. Jika riwayat ini valid, maka tentunya para ulama – yang mereka jauh lebih alim dari yg ngeshare riwayat tsb – tidak akan terlewatkan dari hadits tsb. Karena isinya sangat besar, sehingga PASTI akan dimuat oleh para ulama di dalam buku² mereka yang berbicara tentang bab zakat fitri. Sedangkan kenyataannya tidak ada!

▪ 3. Riwayat tersebut mengandung kemungkaran, dan diantara ciri hadits palsu itu mengandung kemungkaran.
Yaitu Utsman melupakan zakat fitri lalu berinisiatif membeli unta dan menggunakan uang nya untuk memerdekakan budak.
Padahal dalam bab fikih yang berbicara tentang orang yang lupa melakukan zakat fitri, bahkan lupa beribadah, itu dimaafkan. Dan ia segera mengeluarkan zakat fitri itu kapanpun dia ingat, atau segera melaksanakan ibadah yang ia lupa tadi.
Tanpa ada dam, kaffarat atau semisalnya. Dan tdk ada satupun ulama yang membawakan riwayat ini.

▪ 4. Tidak adanya sumber penukilan, apalagi membawakan hadits tidak disebutkan riwayat siapa. Minimal sumber buku yang bisa dijejak… Juga tidak ada ada.

⚠️⚠️ Karena itu, DUGAAN KUAT saya, ini riwayat PALSU (موضوع), TIDAK ADA ASALNYA (لا أصل له), DUSTA (مكذوب) atas nama Nabî. Bahkan saya katakan HOAX.

Menyebarkan riwayat seperti ini HARAM hukumnya, dan termasuk bentuk BERDUSTA ATAS NAMA NABÎ yang diancam dengan NERAKA.

⚠️⚠️⚠️
Ingat, niat baik tidak menghalalkan segala cara, apalagi sampai berdusta atas nama Nabî.

والله أعلم بالصواب

✍️ @abinyasalma
__________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål
♻Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/wasathiyah
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/alwasathiyah
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/