Tag Archives: wahyu

Renungan Al-Quran (Bag.2) : AKAL VS WAHYU 

​RENUNGAN AL-QUR’AN

AKAL VS WAHYU (BAG 2)
🅰 AKIBAT MENDAHULUKAN AKAL DARIPADA WAHYU

Perhatikan kisah Iblis yang diabadikan Allâh di dalam firman-Nya dalam QS al-A’râf ayat 12-13 berikut ini :
🔆 Wahyu

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ 

“`(Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?”“`
Akal

 قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ

“`(Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”“`
Akibat 

{قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ}

“`(Allah) berfirman, “Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.”“`
Perhatikanlah

Ketika Iblis menolak perintah dari Allâh dengan akal dan logikanya, karena secara logis ia merasa lebih baik dari Adam. Dirinya berasal dari api sedangkan Adam dari tanah. Kenapa yg lbh baik malah disuruh bersujud kpd yang lbh rendah? Akalnya menolaknya, sehingga dampaknya Iblis pun diusir dari surga dan dihinakan oleh Allâh. 
🅱 AKIBAT MENDAHULUKAN WAHYU DARIPADA AKAL

Perhatikanlah kisah Musa ‘alayhis Salâm yang sedang dikejar tentara Fir’aun, dimana beliau lebih mengedepankan wahyu dari Allâh ketimbang akal dan rasio. Hal ini diabadikan di dalam QS asy-Syu’arâ 61-66.  
Akal

{فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ}

“`Maka ketika kedua golongan itu (yaitu rombongan Musa dan tentara Fir’aun) sudah saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, “Kita benar-benar akan tersusul.”“`

👉🏻 Yaitu tentara Fir’aun yang berjumlah banyak dengan berkendara lengkap, telah mendekati rombongan Musa. Sehingga secara akal, tdk mungkin mereka bisa terhindar dan tidak tersusul… 
🔆 Wahyu

{قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ}

“`Dia (Musa) menjawab, “Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”“`

👉🏻 Musa ‘alayhis Salâm dengan keyakinan yg berasal dari wahyu, menyatakan bahwa mereka tidak akan bisa menyusul  rombongan kami. 
Akibat

{فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِب بِّعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْآخَرِينَ وَأَنجَيْنَا مُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُ أَجْمَعِينَ ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ} 

“`Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar. Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya. Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain.“`
Perhatikanlah

Ketika pengikut Musa merasa bahwa mereka akan tersusul dan terkejar oleh tentara Fir’aun, maka Musa pun lebih mendahulukan wahyu Allâh. Sehingga Allâh pun membuka jalan keselamatan bagi mereka dengan cara membelah laut merah, lalu Allâh menyelamatkan Musa dan kaumnya, kemudian menenggelamkan bala tentara Fir’aun. 

Demikianlah akibat dan dampak bagi mereka yang mengedepankan wahyu dibandingkan akalnya
✍🏻 Faidah dari al-Ustadz Ali Nur al-Maidani. 

ℳـ₰✍

​✿❁࿐❁✿​

@abinyasalma 

______________________
✉Grup WhatsApp .Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Renungan Al-Qur’an (Bag.1)AKAL VS WAHYU ? 

​RENUNGAN AL-QUR’AN

Akal vs Wahyu =?
💬 Allah berfirman dalam surat Hûd ayat 43 :
(قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ)
“`Dia (anak Nabi Nuh) menjawab, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah!” (Nuh) berkata, “Tidak ada yang melindungi dari siksaan Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka dia (anak itu) termasuk orang yang ditenggelamkan.“`
💭 Al-‘Allâmah as-Sa’dî rahimahullâhu berkata :
فـ { قَالَ } ابنه، مكذبا لأبيه أنه لا ينجو إلا من ركب معه السفينة. { سَآوِي إِلَى جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ } أي: سأرتقي جبلا، أمتنع به من الماء، فـ { قَالَ } نوح: { لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ } فلا يعصم أحدا، جبل ولا غيره، ولو تسبب بغاية ما يمكنه من الأسباب، لما نجا إن لم ينجه الله. { وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ } الابن { مِنَ الْمُغْرَقِينَ }
Maka anak Nuh pun mendustakan ayahnya yang mengatakan tidak akan ada yang selamat kecuali orang yang mau naik bahtera bersama beliau, dia berkilah : 《Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah! 》, maksudnya dia akan berlindung dengan menaiki gunung (dataran tinggi) sehingga bisa melindungi dari air bah. 

Nuh pun menjawab : 《Tidak ada yang bisa melindungi dari siksaan Allâh pada hari ini selain Allâh Yang Maha Penyayang》, yaitu tidak ada satupun yang bisa melindungi, entah itu gunung atau selainnya. Meskipun berbagai cara apapun digunakan, maka tidak akan ada yang bisa selamat apabila Allâh tidak menyelamatkannya. 

《Maka gelombang pun menjadi penghalang antara keduanya, dan anak Nuh itu termasuk orang yang binasa dengan cara  ditenggelamkan》

📚 Taisîr al-Karîm Ar-Rahman. karya al-Allamah as-Sa’dî. 
Akal vs Wahyu

✍ Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyah rahimahullâhu berkata :
﴿ ﻗَﺎﻝَ ﺳَﺂﻭِﻱ ﺇِﻟَﻰٰ ﺟَﺒَﻞٍ ﻳَﻌْﺼِﻤُﻨِﻲ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﺎﺀِ ﴾

“` ﴾ Dia (anak Nabî Nuh) mengatakan : “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat melindungiku dari air bah” ﴿ “`

                [ ‏ﻫــﺬﺍ ﻋﻘــﻞ ]

👉🏻 Ini adalah (argumen) AKAL

[Karena secara logika untuk menghindari air bah bisa mencari dataran tinggi atau gunung menjulang, pent.]
﴿ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﺎﻋَﺎﺻِﻢَ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦ ﺭَّﺣِﻢَ ﴾

“`﴾Nuh mengatakan : “Tidak ada yang dapat melindungi dari siksaan Allâh pada hari ini selain Allah Yang Maha Penyayang” ﴿“`

                   [ ﻫـــﺬﺍ وحي ‏]

👉🏻 Ini adalah (jawaban) WAHYU

[Yaitu para Nabi tidaklah berkata melainkan itu merupakan wahyu dari Allâh, dan wahyu dari Allâh tidak akan bisa terkalahkan dengan akal logika manusia yang lemah, pent.]
﴿ ﻭَﺣَﺎﻝَ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ ﺍﻟْﻤَﻮْﺝُ ﻓَﻜَﺎﻥَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﻐْﺮَﻗِﻴﻦَ ﴾

“`﴾ Dan gelombang pun menjadi penghalang antara keduanya, sehingga anak Nuh pun menjadi orang yang ditenggelamkan﴿“`

               [ ﻫـــﺬﻩ ﺍلنتيجـة ]

👉🏻 Ini adalah HASIL (DAMPAK)

[Ini adalah dampak dan hasil apabila wahyu ditentang dengan akal, rasio dan logika manusia yang lemah, pent.]
Ibnu Taimiyah rahimahullâhu lalu berkomentar :

فكل ﻣـﻦ ﻗـﺪّﻡ ﻋﻘﻠـﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺼـﻮﺹ ﺍﻟﻜﺘـﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨـﺔ الصحيحة ﻏـﺮِﻕ ﻓﻲ ﻇﻠﻤـﺎﺕ ﺑﺤﺎﺭ ﺍﻷﻫـﻮﺍﺀ ﻭﺍﻟﺒﺪﻉ  

Maka siapa saja yang lebih mengedepankan akalnya melebihi dalil al-Qur’ân dan sunnah Nabi yang shahih, maka ia akan tenggelam ke dalam kegelapan samudera hawa nafsu dan bid’ah❗

ﻣـﻦ ﺗﻌــﻮﺩ ﻣﻌﺎﺭﺿـﺔ ﺍﻟﺸـﺮﻉ ﺑﺎﻟﻌﻘـﻞ ﻻ ﻳﺴﺘﻘـﺮ ﻓـﻲ ﻗﻠـﺒــﻪ ﺇﻳـﻤـﺎﻥ). 

Dan barangsiapa yang biasa menentang syariat dengan akalnya, maka keimanan tidak akan bercokol mantap di dalam hatinya
📘 Dar’u Ta’ârudh al-Aqli WanNaqli(I/187)
ℳـ₰✍

​✿❁࿐❁✿​

Abu Salma Muhammad 

@abinyasalma 

______________________
✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/