Tag Archives: valentine’sday

KABUT BERACUN ITU BERNAMA VALENTINE’S DAY [ Bag.6/6 – Selesai ]

🇸‌🇪‌🇷‌🇮‌🇦‌🇱‌ 🇹‌🇦‌🇸‌🇾‌🇦‌🇧‌🇧‌🇺‌🇭‌

KABUT BERACUN ITU BERNAMA VALENTINE’S DAY

“`(Bagian 6/6)“`

🔗 https://bit.ly/alwasathiyah

••• ════ ༻🚧༺ ════ •••

Valentine, Hari Cinta?

⁉ Dikatakan, Valentine itu hari untuk menyebarkan kasih sayang dan cinta.“`Benarkah demikian?“` Salah, bahkan pernyataan itu sungguh memperihatinkan! Bukankah dengan demikian seolah-olah Islam tidak mengenal cinta kasih, padahal dalam Islam ajaran cinta kasih memiliki kedudukan tersendiri dengan skala prioritas sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqarah : 165, at-Taubah : 24, Al-Fath : 29, dan Al-Ma’idah : 54.

📍 Kelihaian dan kelicikan musuh Islam untuk menipu umat Islam patut diacungi jempol. Valentine’s Day yang berbau syirik pun bisa terbungkus dan terpoles rapi dan digandrungi oleh generasi muda Islam yang tidak memiliki kekuatan Ilmu agama.

Sesungguhnya cinta dalam Valentine’s Day hanyalah cinta semu yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Oleh karenanya, perhatikanlah bagaimana Valentine’s Day bukan hanya diingkari oleh para pemuka Islam melainkan juga oleh pemuka agama-agama lainnya.

🗺 Di India misalnya, pernah diberitakan bahwa sejumlah aktivis dan pemuka agama Hindu berkumpul di Bombay pada Sabtu, 14 Februari 2004. Dengan lantang mereka menyerukan agar tidak ikut-ikutan merayakan Hari Valentine yang menganjurkan dekadensi moral dan merusak tradisi India. Seorang aktivis berteriak: “`“Valentine’s Day bukan bagian dari kepribadian dan tradisi agama kita. Selain itu, apa yang diajarkan oleh Valentine’s day itu sungguh-sungguh akan merusak tatanan nilai dan norma kehidaupan bermasyarakat warga India. Janganlah ikut-ikutan Barat!!”“` [ Kantor Berita Reuters 12 Februari 2005]

📜 Kesimpulan

Valentine’s Day merupakan hari raya orang kafir yang penuh kesyirikan. Tidak boleh umat Islam ikut-ikutan merayakannya, dan membantu memeriahkannya dengan memperdagangkan alat-alat yang digunakan. Wajib umat Islam menghindari kemurkaan Allah.

Allahu A’lam.

SELESAI

••• ════ ༻🚧༺ ════ •••

Ditulis oleh :
✒ Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi

Diedit oleh :
📝 TIM Editing AWWI

ℳـ₰✍
✿❁࿐❁✿
@alwasathiyah
__________________

👥 WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

📰 Sumber : Majalah Al Furqon, edisi 6 th. Ke-8, Muhorram 1430 H (Jan. ’09). Dicuplik dari http://imtri.co.nr

🔗 Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

KABUT BERACUN ITU BERNAMA VALENTINE’S DAY [ Bag . 4/6 ]

🇸‌🇪‌🇷‌🇮‌🇦‌🇱‌ 🇹‌🇦‌🇸‌🇾‌🇦‌🇧‌🇧‌🇺‌🇭‌

KABUT BERACUN ITU BERNAMA VALENTINE’S DAY

“`(Bagian 4/6)“`

🔗 https://bit.ly/alwasathiyah

••• ════ ༻🚧༺ ════ •••

Menyoroti Valentine’s Day

🥀 Setiap Februari menjelang, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak yang mendengar bahwa Valentine adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak mereka pedulikan. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?

Lajnah Da’imah Arab Saudi pernah ditanya tentang perayaan Valentine’s Day, mengucapkan ucapan selamat, memberikan hadiah, dan menyediakan alat-alat untuknya, lantas dijawab oleh Lajnah:

Dalil dalil yang jelas dari al-Qur’an dan sunnah serta kesepakatan ulama salaf telah menegaskan bahwa perayaan dalam Islam hanya ada dua, Idul Fitri dan Idul Adha. Adapun perayaan-perayaan lainnya yang berkaitan dengan tokoh, kelompok, atau kejadian tertentu adalah perayaan yang diada-adakan [ Al-Hafizh Ibnu Rojab rahimullah berkata: “Sesungguhnya perayaan tidaklah diadakan berdasarkan logika dan akal sebagaimana dilakukan oleh ahli kitab sebelum kita melainkan berdasarkan syari’at dan dalil.” ( Fathul-Bari: 1/159, Tafsir Ibnu Rajab: 1/390)].

Tidak boleh umat Islam merayakannya, menyetujuinya, menampakkan kegembiraan padanya, atau membantu kelancarannya karena hal itu berarti melanggar hukum Allah yang merupakan suatu tindak kezaliman. Dan bila perayaan tersebut merupakan perayaan orang kafir maka makin parah dosanya sebab hal itu merupakan tasyabbuh (menyerupai) mereka dan termasuk bentuk loyalitas kepada mereka,sedangkan Allah dalam al-Qur’an yang mulia telah melarang kaum mukminin menyerupai orang-orang kafir dan loyal kepada mereka. Juga, telah shahih bahwa Nabi shallallahualaihi wa sallam bersabda:

<< و من تشبه بقوم فهو منهم >>

Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari kaum tersebut.” ( HR. Abu Dawud: 4031, Ahmad: 2/50, 92, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwa’ul-Gholil: 1269)

🥀 Perayaan Valentine’s day termasuk hal di atas karena termasuk perayaan penyembah berhala dan umat Nasrani. Maka tidak boleh umat Islam yang beriman kepada Allah dan hari akhir ikut merayakannya, menyetujuinya, dan mengucapkan selamat untuknya. Bahkan yang wajib adalah meninggalkannya dan menjauhinya sebagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi sebab kemurkaan Allah. Sebagaimana pula diharamkan membantu semaraknya acara ini atau perayaan-perayaan haram lainnya baik dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, mensponsori, dan sebagainya karena semua itu termasuk tolong-menolong dalam dosa dan kemaksiatan. Allah berfirman:

( وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ )

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…” ( QS. Al-Ma’idah : 2) [ Fatawa Lajnah Da’imah Lil-Buhuts Ilmiyyah wal-Ifta’: 21203 tgl. 22/11/1420.]

– Bersambung in syâ Allâh… –

••• ════ ༻🚧༺ ════ •••

Ditulis oleh :
✒ Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi

Diedit oleh :
📝 TIM Editing AWWI

ℳـ₰✍
✿❁࿐❁✿
@alwasathiyah
__________________

👥 WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

📰 Sumber : Majalah Al Furqon, edisi 6 th. Ke-8, Muhorram 1430 H (Jan. ’09). Dicuplik dari http://imtri.co.nr

🔗 Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.