Tag Archives: usia

WAKTUMU ADALAH USIAMU

๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ฌโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ณ

WAKTUMU ADALAH USIAMU

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullahu berkata,

ููŽูˆูŽู‚ู’ุชู ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ู‡ููˆูŽ ุนูู…ูุฑูู‡ู ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽู‚ููŠู‚ูŽุฉูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูŽุงุฏูŽู‘ุฉู ุญูŽูŠูŽุงุชูู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽุจูŽุฏููŠูŽู‘ุฉู ูููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ุนููŠู…ู ุงู„ู’ู…ูู‚ููŠู…ูุŒ ูˆูŽู…ูŽุงุฏูŽู‘ุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุนููŠุดูŽุฉู ุงู„ุถูŽู‘ู†ู’ูƒู ูููŠ ุงู„ู’ุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ู’ุฃูŽู„ููŠู…ูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽู…ูุฑูู‘ ุฃูŽุณู’ุฑูŽุนูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ุญูŽุงุจูุŒ ููŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ูˆูŽู‚ู’ุชูู‡ู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุญูŽูŠูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽุนูู…ูุฑูู‡ูุŒ ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑู ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูŽุญู’ุณููˆุจู‹ุง ู…ูู†ู’ ุญูŽูŠูŽุงุชูู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุนูŽุงุดูŽ ูููŠู‡ู ุนูŽุงุดูŽ ุนูŽูŠู’ุดูŽ ุงู„ู’ุจูŽู‡ูŽุงุฆูู…ูุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุทูŽุนูŽ ูˆูŽู‚ู’ุชูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ู’ุบูŽูู’ู„ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ู‡ู’ูˆู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู…ูŽุงู†ููŠูู‘ ุงู„ู’ุจูŽุงุทูู„ูŽุฉูุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูŽุง ู‚ูŽุทูŽุนูŽู‡ู ุจูู‡ู ุงู„ู†ูŽู‘ูˆู’ู…ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูุทูŽุงู„ูŽุฉูุŒ ููŽู…ูŽูˆู’ุชู ู‡ูŽุฐูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุญูŽูŠูŽุงุชูู‡ู.

“Waktu manusia merupakan umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi lagi penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan serta adzab yang pedih.

Ketahuilah bahwa sungguh berlalunya waktu lebih cepat dari berlalunya kumpulan (jalannya) awan.

Barangsiapa yang waktunya semata-mata diperuntukkan dalam rangka ketaatan dan beribadah kepada Allah, maka itu adalah waktu dan umurnya yang sebenar-benarnya. Selain yang demikian maka tidak dianggap sebagai kehidupannya, namun hanya dinilai seperti layaknya kehidupan binatang ternak.

โฑ๏ธ Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan hawa nafsu, berangan-angan yang sia-sia (batil), hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kesia-siaan (yang kurang manfaatnya), Maka sungguh kematian itu lebih layak bagi dirinya.

Dialihbahasakan oleh :
๐Ÿ–Š๏ธ Ustadz Ahmad Ferry Nasution

โ„ณู€โ‚ฐโœ
โ€‹โœฟโเฟโโœฟโ€‹
@abinyasalma


๐Ÿ‘ฅ Al-Wasathiyah Wal-I’tidฤl
โœ‰ TG :ย  https://bit.ly/alwasathiyah
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
โ€Œ๐Ÿ‡ซ FB : fb.com/wasathiyah
๐Ÿ“น Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท IG : instagram.com/alwasathiyah
๐Ÿ”Š Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

๐Ÿ“Ž Sumber :
๐Ÿ“š Ad-Daaโ€™ wa Dawaaโ€™ tahqiq Syaikh Ali Hasan hal. 222

๐Ÿ”— Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

MAYAT YANG INGIN BERSEDEKAH

๐Ÿ‡ท ๐Ÿ‡ช ๐Ÿ‡ณ ๐Ÿ‡บ ๐Ÿ‡ณ ๐Ÿ‡ฌ ๐Ÿ‡ฆ ๐Ÿ‡ณ

๐Ÿ–‡๏ธ https://bit.ly/alwasathiyah

MAYAT YANG INGIN BERSEDEKAH

Sahabat, Allah Subahnahu wa Ta’ala berfirman,

( ูˆูŽุฃูŽู†ููู‚ููˆุง ู…ูู† ู…ู‘ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ู†ูŽุงูƒูู… ู…ู‘ูู† ู‚ูŽุจู’ู„ู ุฃูŽู† ูŠูŽุฃู’ุชููŠูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู )

“Dan berinfaqlah kalian dari sebagian harta yang telah Kami berikan rizkinya kepada kalian sebelum kematian itu datangโ€ฆ”

( ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ูŽ ุฑูŽุจู‘ู ู„ูŽูˆู’ู„ูŽุง ุฃูŽุฎู‘ูŽุฑู’ุชูŽู†ููŠ ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ุฃูŽุฌูŽู„ู ู‚ูŽุฑููŠุจู ููŽุฃูŽุตู‘ูŽุฏู‘ูŽู‚ูŽ ูˆูŽุฃูŽูƒูู† ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู†ูŽ )

“Agar orang tersebut dengan penyesalan ia mengatakan, ‘ya Tuhanku sekiranya Engkau berkenan untuk menunda kematianku sedikit waktu saja, maka aku akan dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih.”

Sahabat, di sini Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan penyesalan orang orang yang telah meninggal dunia dan kemudian dia ingin supaya kematiannya itu ditunda dan dia mengatakan “fa-ashshaddaqa” agar aku dapat bersedekah, “wa akun minashshaalihiin” dan aku dapat menjadi orang yang shalih.

Kenapa di sini sedekah yang disebutkan? Kok bukan amalan yang lain misalnya agar aku dapat shalat, atau agar aku dapat melakukan amal shalih ini dan itu akan tetapi dia mengatakan “fa-ashshaddaqa” agar aku dapat bersedekah.

Karena, para ikhwan sekalianโ€ฆ Kata Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam ,
ยซ ุงู„ุตุฏู‚ุฉ ุจุฑู‡ุงู† ยป

“Sedekah itu burhan”

Sedekah itu bukti nyata. Dan pernyataan Al-Imam an-Nawawi Rahimahullahu Ta’ala yang dimaksud dengan sedekah itu burhan adalah bukti nyata atas keimanan dan orang orang yang beriman maka dia ketika menunjukkan bukti keimanannya di antaranya adalah dengan cara dia mensedekahkan sebagian dari apa yang dia miliki.

Maka, oleh karena itu para ikhwah sekalianโ€ฆ Janganlah sekali kali kita lupa dan kita meninggalkan bersedekah karena betapa banyak manfaatnya daripada sedekah tersebut sehingga dikatakan,

ุฅุฐุง ุถุงู‚ ุนู„ูŠูƒ ุงู„ุฃู…ุฑ ูุชุตุฏู‚

“Apabila urusanmu saat itu dalam keadaan sempit maka bersedekahlah”

Insyaallah dengan sedekah semua kesulitan akan Allah lepaskan.

Wallahu Ta’ala A’lam bish-shawab, mudah-mudahan bisa bermanfaat.

โ„ณู€โ‚ฐโœ
โ€‹โœฟโเฟโโœฟโ€‹
@abinyasalma

Sumber : https://youtu.be/CkLE4BquGtU
Menit : 0:17-2:40

๐Ÿ”— Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.


๐Ÿ‘ฅ Al-Wasathiyah Wal-I’tidฤl
โœ‰ TG :ย  https://bit.ly/alwasathiyah
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
โ€Œ๐Ÿ‡ซ FB : fb.com/wasathiyah
๐Ÿ“น Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท IG : instagram.com/alwasathiyah
๐Ÿ”Š Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad