Tag Archives: tauhid

MENANAMKAN TAUHID PADA ANAK SEJAK DINI [ Bagian 5/5 ]

🇷‌🇮‌🇳‌🇬‌🇰‌🇦‌🇸‌🇦‌🇳‌
🇰‌🇦‌🇯‌🇮‌🇦‌🇳‌

🔗 https://bit.ly/alwasathiyah

MENANAMKAN TAUHID PADA ANAK SEJAK DINI

(Bagian 5-5)

••• ════ ༻📝༺ ════ •••

6️⃣ Ajarkan kepada anak agar di setiap saat senantiasa ingat dan bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

※ Dari Anas bin Malik ia berkata, “Nabi ﷺ datang menemui Ummu Sulaim yang memiliki seorang putra yang diberi kun-yah Abu Umair. Rasulullah ﷺ suka mencandainya. Suatu hari, beliau melihat Abu Umair bersedih. Lalu Beliau ﷺ bertanya, “Mengapa kulihat Abu Umair bersedih?” Orang-orang menjawab,Nughrun (burung kecil seperti pipit yang lekuk matanya berwarna merah) nya yang biasa bermain dengannya, mati.” Kemudian Beliau ﷺ menyapanya untuk menghibur si anak yang kehilangan mainannya ini, “Abu Umair, burung kecilmu sedang apa?” ( HR. Bukhari No. 5850 )

# Tidak semua yang anak minta, harus dipenuhi oleh orang tua.

» Jangan berikan handphone kepada anak, sebelum usianya 14 tahun. Anak-anak yang sering bermain gadget akan terganggu motoriknya, emosi dan sosialnya.

Menurut hasil penelitian, penggunaan handphone pada anak terbagi menjadi 4 (empat) fase :
1. 0 – 2 tahun, cukup diperdengarkan murottal saja.
2. 2 – 7 tahun, maksimal 1 jam (dibagi termin).
3. 7 – 14 tahun, maksimal 2 jam (dibagi termin).
4. Diatas usia itu diharapkan anak sudah punya komitmen, dan tetap dibawah pengawasan orang tua.

» Berikan penjelasan yang baik dan solusi alternatif sebagai pengganti, jika kita melarang suatu perkara kepada anak.

# Dalam menjalankan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala , hendaknya dilandasi dengan 3 (tiga) hal :

1. Mahabbah (rasa cinta) » Ajarkan anak agar cinta Allah ﷻ, Rasulullah ﷺ, sholat, do’a, menutup aurat, menjaga kebersihan, dll,
2. Roja‘ (harapan) » Motivasi anak dengan pengetahuan tentang manfaat dan mudharat dari setiap amal perbuatan.
3. Khauf (rasa takut) » Berikan pemahaman kepada anak, tentang perkara-perkara yang dicintai dan dibenci Allah dan dampak baik dan buruknya jika kita melanggar haknya Allah tersebut.

والله أعلمُ بالـصـواب
بَارَكَ اللَّهُ فِيْكُمْْ

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ

– SELESAI –

••• ════ ༻📝༺ ════ •••

Diringkas oleh :
🖊️ Isfanz – Gohijrah

Dimuroja’ah oleh :
✒️ @abinyasalma
__________________

👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

📎 Narasumber :
Kajian Parenting Bakti
🎤 Oleh : Al Ustadz Abu Salma Muhammad ﺣَﻔِﻈَﻪُ ﺍﻟﻠﻪ
🕌 Tempat : Masjid KH. Ahmad Dahlan
⏳ Waktu Dhuha : 11 Muharram 1441 H / 11 September 2019

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

MENANAMKAN TAUHID PADA ANAK SEJAK DINI [ Bagian 4/5 ]

🇷‌🇮‌🇳‌🇬‌🇰‌🇦‌🇸‌🇦‌🇳‌
🇰‌🇦‌🇯‌🇮‌🇦‌🇳‌

🔗 https://bit.ly/alwasathiyah

MENANAMKAN TAUHID PADA ANAK SEJAK DINI

(Bagian 4-5)

••• ════ ༻📝༺ ════ •••

» Teori psikologi yang ditawarkan oleh Jean Piaget (Swiss, 1896-1980) berupa Teori Perkembangan Kognitif , dia merumuskan empat periode usia anak :

1. Periode sensorimotor (usia 0–2 tahun).
2. Periode praoperasional (usia 2–7 tahun).
3. Periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun),
4. Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa).

» Bukankah 14 abad yang lalu, Rasulullah ﷺ telah mengajarkan kepada kita teori parenting yang sempurna ?

※ Rasulullah ﷺ bersabda,

<< مُرُوْا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِيْنَ ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ >>

Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun! Dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan shalat)! Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak perempuan)!”

» Usia dibawah 7 tahun disebut tufulah kanak-kanak); Usia 7-10 tahun disebut mumayyiz ; Usia 10 tahun ke atas disebut murahaqah (persiapan baligh).

※ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

(وَا للّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْــئًا ۙ وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصٰرَ وَالْاَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ)

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.” ( QS. An-Nahl: 78 )

» Pada masa-masa kehamilan dan awal pasca kelahiran, yang aktif adalah indera pendengaran, maka Ibu dan bapak dianjurkan sering-sering membaca Al qur’an, agar ayat-ayat Al qur’an meresap dan mendarah daging dalam diri anak.

» Pada masa usia 2-7 tahun, yang aktif adalah indera penglihatan, maka Ibu dan bapak dianjurkan untuk memberi contoh perbuatan yang baik dan benar kepada anak.

Apa-apa yang dilakukan orang tua, akan ditiru oleh anak. Maka ajarkanlah amal ibadah kepada anak (sholat, dzikir, dll), jangan ajarkan merokok, buang sampah sembarang, dll.

» Pada usia 10 tahun, anak mulai mengenal baik dan buruk, maka ajarkanlah kepada anak untuk mulai berpikir kritis dan sosial, ajarkanlah anak untuk khusyu‘ dalam sholat, dan boleh memberi hukuman yang wajar kepada anak di usia ini.

– Bersambung in shaa Allah

••• ════ ༻📝༺ ════ •••

Diringkas oleh :
🖊️ Isfanz – Gohijrah

Dimuroja’ah oleh :
✒️ @abinyasalma
__________________

👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

📎 Narasumber :
Kajian Parenting Bakti
🎤 Oleh : Al Ustadz Abu Salma Muhammad ﺣَﻔِﻈَﻪُ ﺍﻟﻠﻪ
🕌 Tempat : Masjid KH. Ahmad Dahlan
⏳ Waktu Dhuha : 11 Muharram 1441 H / 11 September 2019

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.