Tag Archives: tanyajawab

SAAT MENCINTAI ISTRI ORANG LAIN

SAAT MENCINTAI ISTERI ORANG LAIN

📝 PERTANYAAN :

Ustadz, saya telah berdosa karena mencintai isteri teman saya dan diapun juga menyukai saya. Tolong nasehati saya.

➖➖➖➖➖➖

📚 JAWABAN :

(1) Cinta, suka, sayang, benci, dan lain-lain dari perasaan itu, secara asal adalah bagian dari tabiat manusia dan tidak berdosa. Yang berdosa adalah saat perasaan itu direfleksikan dalam perbuatan.

(2) Ingatlah, perasaan suka itu tidak serta merta muncul dengan sendirinya. Rasa ini muncul karena ada stimulannya, terutama pandangan mata. Inilah hikmah kenapa disyariatkan untuk ghadul bashor (menundukkan pandangan). Karena itu tundukkan pandangan dan jauhkan diri dari fitnah.

(3) Mencintai isteri orang itu dapat mengantarkan kepada berbagai keburukan, seperti takhbib (memisahkan suami dan isteri), zina, dan lain-lain. Ini adalah senjata setan dalam merusak banyak hal : merusak persahabatan, merusak hubungan suami isteri, merusak kekeluargaan, dan lain-lain.

(4) Obati hati dengan banyak istighfar, dzikir, tilawah dan tadabbur al-Qur’ân. Karena hati yang diisi kebaikan akan sulit dimasuki keburukan dan fitnah.

(5) Jauhi segala sumber fitnah! Jangan berhubungan dengan dia baik langsung atau tidak langsung, terutama via gadget. Karena anda dan dia sudah tersiram ‘minyak’ fitnah yang jika tersulut sedikit saja akan terbakar.

(6) Sesungguhya perasaan cinta anda kepada orang yang haram buat anda adalah ujian dan fitnah, serta makar syaithan. Karena itu banyaklah memohon pertolongan kepada Allâh dan berta’awwudz.

(7) Cinta itu bisa bertambah dan berkurang, bahkan bisa hilang. Cinta pun dapat menghilangkan akal dan membuat orang jadi sakit. Karena itu, jangan anda tambah perasaan cinta anda dengan memikirkannya dan berinteraksi dengannya. Kalau perlu ‘tenggelam’ kan rasa itu…

Seorang yang bijak pernah menasehatkan :

بعض الأحيان تضطر أن تتخذ قرارا سيكسر قلبك ولكنه سيشفي روحك

Terkadang kau harus mengambil keputusan yang dapat menghancurkan hatimu tapi sejatinya itu menyembuhkan jiwamu.

(8) Last but not least, segeralah menikah jika anda belum menikah, atau suburkan cintamu kepada isterimu saat ini, sebab jangan sampai anda melepaskan sesuatu yang ada dalam genggamanmu untuk sesuatu yang belum pasti anda peroleh, bahkan dapat membinasakanmu.

والله تعالى أعلم بالصواب

Dijawab oleh :
🎙 Ustadz Abu Salma
Muhammad حفظه الله تعالى

👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG :  https://t.me/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

JIKA SAHABAT MELAKUKAN KEBURUKAN [ IKHTILATH ] , HARUSKAH DIJAUHI ?


TANYA JAWAB

JIKA SAHABAT MELAKUKAN KEBURUKAN (IKHTILATH), HARUSKAH DIJAUHI?

📝 PERTANYAAN :

Assalamu ‘alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillaah. Ana saat ini sekolah, dan qadarallaah akhwat dan ikhwan campur. Ana dulu berteman sama salah satu santri akhwat, alhamdulillah dulu ana dan teman ana nggak deket sama ikhwan. Tapi tiba tiba setelah libur panjang kemarin, dan dia dekat sama santri lain, akhwat juga yang satu kelas juga sama ana. Tiba tiba dia menjauhi ana cuma karena dia dekat sama yang lain, dan sekarang ana perhatikan dia di kelas sering dekat sama ikhwan. Di luar sekolah juga dia sering main sama ikhwan tersebut. Lalu sikap ana harus bagaimana? Apa ana jauhi dia aja? Syukran.

➖➖➖➖➖
📚 JAWABAN :

Wa’alaykumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Ketika bersekolah di tempat bercampur antara akhwat dan ikhwan itu adalah sebuah musibah.

Jika tidak memungkinkan mencari sekolah yang tidak bercampur, hendaknya kita berusaha untuk menjauhi sebab-sebab fitnah semampunya dan hendaknya meminimalisir untuk berinteraksi dengan lawan jenis.

Berkaitan dengan sahabat sesama akhwat yang mulai menjauh, selama kita sendiri dengan dia bersahabat baik, menunaikan hak-hak dia sebagai muslim kemudian dia menjauhi kita, sebaiknya kita tidak ikut menjauhi dan tetap bersikap seperti biasa.

Namanya sahabat idealnya bersama baik suka maupun duka. Jika kita dijauhi kita tidak perlu ikut menjauh, kalau bisa dinasihati kita nasihati, komunikasikan dengan baik bicara dari hati ke hati, mungkin ada hal-hal yang membuat dia marah dengan kita kemudian kita minta maaf meskipun kita tidak merasa melakukan kesalahan/keburukan.

Persahabatan yang baik itu persahabatan di atas nilai-nilai agama. Jika dengan bersahabat dapat menyeret kita pada keburukan, maka sebaiknya ditinggalkan.

Tetapi apabila kita bersahabat semakin menambah keimanan, menambah ilmu, menambah kebaikan, hendaknya tetap bersahabat dengan dia.

Jika kita melihat sahabat kita melakukan keburukan (bercampur dengan ikhwan), lumrah jika kita sedih, karena kita tidak suka sahabat kita jatuh dalam kemaksiatan.

Yang harus kita lakukan adalah menasihati dengan baik tanpa bermaksud menggurui, diingatkan dengan cara yang baik, selebihnya serahkan kepada Allah dan bukan lagi tanggung jawab kita bila dia mau menerima atau tidak.

والله أعلمُ بالـصـواب


Pertanyaan dijawab oleh :

ℳـ₰✍
​✿❁࿐❁✿​
@abinyasalma

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.


👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ Telegram:  https://t.me/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 Facebook : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad