Tag Archives: syubhat

Q&A : APA HUKUM BELAJAR BAHASA ARAB KEPADA BUKAN SALAFI ?

Question Answer

APA HUKUM BELAJAR BAHASA ARAB KEPADA BUKAN SALAFI ❓📚

PERTANYAAN

Assalaamu’alaykum

Ustadz, ana ingin bertanya, apakah boleh kita menuntut ilmu selain tauhid, aqidah, dan manhaj (seperti ilmu fiqih, tajwid, bahkan bahasa Arab) kepada ustadz yang tidak bermanhaj salaf? Syukron.

➖➖➖➖➖➖➖

JAWABAN

Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh.

Mempelajari ilmu alat itu wajib kifayah, sebagaimana kaidah mengatakan

ما لا يتم واجب الا به فهو واجب
Sesuatu yang tanpanya tidak sempurna maka sesuatu itu wajib hukumnya.
Karena itu, jika kita ingin belajar hadits, al-Qur’ân, dan lain-lain tidak bisa sempurna kecuali dengan belajar bahasa Arab, maka belajar bahasa Arab itu wajib.

Apakah wajib mempelajarinya dari orang yang lurus aqidah dan manhajnya?

Secara asal, wajib mencari ilmu secara SELEKTIF. Tidak boleh sembarangan.

Namun ada keringanan untuk ilmu-ilmu yang bersifat alat diambil kepada orang-orang yang dikenal ahli dan pakar di bidang tersebut meskipun ia bukan salafi. Misal belajar bahasa Arab kepada pakar bahasa Arab yang terkenal kepiawaiannya, meski ia bukanlah seorang salafi.

Tapi yang lebih aman adalah tetap menimba ilmu dari guru yang lurus dan shahih aqidah dan manhajnya. Apalagi syubuhat itu bisa masuk dari mana-mana, fitnahnya menyambar-nyambar sedangkan hati kita lemah ❗

Wallahu ta’ala a’lam bish shawab

✍ Ustadz Abu Salma Muhammad حفظه الله تعالى

__________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål
♻Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/wasathiyah
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/alwasathiyah
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Q&A : HUKUM IKUT ORGANISASI MAHASISWA ?

الوسطية والاعتدال

Question Answer Audio 🔈

HUKUM IKUT ORGANISASI MAHASISWA ❓

Pertanyaan :
Bismillah.. afwan ustadz ana mau minta nasihat dan sarannya, ana sedang kuliah kemudian ada temen yang mengajak masuk organisasi mahasiswa (organisasi ini salah satu otonom dari satu jum’iyyah / ormas yang ada di indonesia), katanya ini adalah wadah pengkaderan, dalam artian orang-orang yang masuk organisasi mahasiswa ini disiapkan untuk menjadi penerus para pimpinan yang ada di pusat jum’iyyah nya. Keorganisasian nya juga dipisah antara mahasiswa sama mahasiswi, tapi kalau ada acara kadang disatukan.
Bagaimana pandangan ustadz mengenai hal ini..?

➖➖➖➖➖

Jawaban :
Kalau nasehat saya adalah :

▪ Pertama : Anti sibukkan dengan menyelesaikan kuliah anti secepatnya. Karena tempat kuliah itu adalah tempat yang di dalamnya banyak sekali kemaksiatannya. Ada ikhtilat didalamnya, fitnahnya besar mulai dari fitnah syubuhat maupun fitnah syahwat.

Segeralah anti menyelesaikan kuliah dari tempat kuliah tersebut agar lepas dari fitnah-fitnah yang ada disana.

▪Kedua : Jangan sekali-kali meninggalkan majelis-majelis ilmu. Majelis-majelis yang mengajarkan ilmu yang shahih (yang benar), yang mengajarkan aqidah shahihah, yang mengajarkan manhaj yang shahih.

Jadi ketika kuliah coba cari tempat pengajian. Kalau bisa kajian yang rutin atau kajian ilmiah. Kajian kitab, misalnya yang membahas suatu permasalahan secara tafshil, secara detail, yang mengajarkan tentang aqidah dan manhaj ataupun yang membahas masalah fiqih yang wajib diketahui setiap muslim, atau hadits-hadits nabi yang mulia ﷺ.
Maka sibukkan juga hal-hal yang seperti ini yang إنْ شَاءَ اللَّهُ akan membawa banyak manfaatnya.

▪Ketiga : Apabila kita diajak untuk ikut organisasi-organisasi yang dimana organisasi ini adalah organisasi yang mengajak kepada ormas-ormas atau jum’iyyah, maka nasehat saya adalah lebih baik tinggalkan! Karena sejatinya dengan adanya jum’iyyah-jum’iyyah ataupun ormas-ormas itu, maka kita khawatir akan diajak kepada ta’asshubhat (fanatisme kelompok) yaitu bersekte-sekte atau berkelompok-kelompok, karena biasanya Tim Jum’iyyah itu memiliki :
— Anggaran dasar sendiri.
— Aturan-aturan sendiri
— Dikhawatirkan juga memiliki metode atau manhaj-manhaj yang berbeda
— Dikhawatirkan juga didalam manhaj atau aqidah jum’iyyah ini ada penyelewengan-penyelewengan ataupun penyimpangan-penyimpangan yang tidak kita ketahui.

Maka apabila ada yang mengajak kita untuk mengikuti organisasi dimana organisasi ini adalah salah satu organisasi yang sudah menginduk kepada salah satu partai misalnya, atau salah satu ormas didalam islam, maka lebih baik tinggalkan.
Kita lebih baik menjadi orang yang merdeka, orang yang otonom (sendiri), yang kita tidak diikat dengan ikatan kelompok-kelompok ataupun jum’iyyah…

Wallahu ‘alam

🎙Jawaban Q&A : Ustadz Abu Salma Muhammad Muhammad حفظه الله تعالى

🖋Transkrip : Uray Sriwahyuni
__________________

👥 Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 Facebook : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad/