Tag Archives: Renungan

HAKIKAT FEMININ DAN KEJANTANAN [ Bag. 1/2 ]

‌🇸‌🇪‌🇷‌🇮‌🇦‌🇱 ‌
🇫 🇦 🇼 🇦 🇮 🇩

HAKIKAT FEMININ DAN KEJANTANAN

(Seri 1/2)

🔗 https://t.me/alwasathiyah

‏لم تستطع امرأة العزيز أن تنال ليوسف بإغرائها
واستطاعت ابنة شعيب أن تنال موسى بحيائها
الرجولة أدب ليس لقب والأنوثة حياء ليست أزباء

Isteri al-Aziz tidak bisa menggaet Yusuf dengan godaannya.

Puteri Syu’aib bisa menarik hati Musa dengan rasa malunya.

Kejantanan itu adab, bukanlah sekedar julukan belaka. Sementara, feminin itu ada pada rasa malu, bukan pada gaya busana.

🗒️ FAIDAH – FAIDAH:

1️⃣ • Pentingnya adab, adab yang baik membuahkan sikap-sikap yang baik.

2️⃣ • Sejatinya daya tarik utama wanita adalah akhlak yang mulia.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقًا

“Iman kaum mukminin yang paling sempurna adalah mereka yang paling baik akhlaqnya.”
(HR. Abu Dawud)

Wanita dengan akhlak mulia senantiasa akan mempesonakan siapapun yang bersama dengannya.

Lihatlah bagaimana dia selalu bicara dengan lembut, lisannya tak melukai, tak ada dengki, santun dalam bersikap, meski berilmu namun tak sombong, dan akhlak mulia lainnya.

3️⃣ • Cantiknya wajah tak ada artinya tanpa cantiknya hati.

Inner beauty radiates from within, and there’s nothing more beautiful than when a woman feels beautiful on the inside.”

4️⃣ • Sifat malu adalah adab yang baik, terlebih bagi wanita. sifat ini dapat menjadi mahkota kemuliaannya.

⁉️ Siapakah dia wanita yang bermahkota kemuliaan itu?

Dialah wanita yang:
• Malu untuk bergaul bebas dan selalu ingin menarik perhatian pria.
• Malu untuk menjadi pusat perhatian dengan tubuh dan gaun indahnya.
• Benci dengan tabarruj.
• Malu untuk mengumbar/mengupload wajah cantiknya.
• Malu untuk bicara yang sia-sia.
• Malu untuk bersolek selain kepada suami.
• Malu untuk ke luar rumah tanpa tujuan.
• Senantiasa menundukkan pandangan matanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء

“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.”
(HR. Ibnu Majah No. 4181)

Bersambung, insyaAllah.

Oleh :
-ummu farah-
Dimurojaah oleh @abinyasalma

ℳـ₰✍
​✿❁࿐❁✿​
@alwasathiyah

🔗 Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.


👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG :  https://t.me/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

BIARKAN PINTU ITU TERTUTUP [ Bag. 2/2 ]

‌🇸‌🇪‌🇷‌🇮‌🇦‌🇱 ‌
🇫 🇦 🇼 🇦 🇮 🇩

BIARKAN PINTU ITU TERTUTUP

(Seri 2/2)

🔗 https://t.me/alwasathiyah

بعض الأبواب فتحها سيجرحك
فالأفضل أن تتركهامغلقة

“Ada sejumlah pintu yang jika kau buka akan melukaimu, sehingga lebih baik kau biarkan pintu itu tertutup.”

FAIDAH-FAIDAH :

▪️ 1. TUTUP PINTU HATI DARI KAWAN YANG BURUK

Ini sangat penting, karena kawan yang buruk akan berakibat buruk pada diri, yaitu mengajak kepada kemaksiatan, kegelapan dan kehancuran.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

(وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلٰى يَدَيْهِ يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِى اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُوْلِ سَبِيْلًا ﴿٢٧﴾ يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَا نًا خَلِيْلًا ﴿٢٨﴾ لَقَدْ اَضَلَّنِيْ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ اِذْ جَآءَنِيْ ۗ وَكَا نَ الشَّيْطٰنُ لِلْاِنْسَا نِ خَذُوْلًا {٢٩} )

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya (yakni: sangat menyesal), seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran ketika Al-Quran itu telah datang kepadaku.” Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.”
( QS. Al-Furqan: 27-29)

▪️ 2. TUTUP DARI MASA LALU YANG KELAM

Masa yang lalu biarlah ia berlalu. Tak ada gunanya terpuruk dengan kesedihan berkepanjangan.

Demikian pula dengan kenangan pahit, sudahlah… saat nya TUTUP pintu itu rapat-rapat…

Jangan merasa gagal atas menggunungnya kesalahan yang sudah kita lakukan, kita memang tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi teruslah berharap agar Allah terus memberikan kita waktu untuk berusaha mengubah apa yang ada di hadapan kita untuk menjadi lebih baik.

Hadits di bawah ini sangat memotivasi kita untuk bersemangat berbuat yang ma’ruf dan memperbaiki kesalahan di masa lalu

إِنَّ اللَّهَ لَمَّا قَضَى الْخَلْقَ كَتَبَ عِنْدَهُ فَوْقَ عَرْشِهِ إِنَّ رَحْمَتِى سَبَقَتْ غَضَبِى

“Ketika Allah menciptakan makhluk, Dia menuliskan di sisinya di atas arsy-Nya: Sesungguhnya kasih sayang-Ku mendahului kemurkaan-Ku”
( HR al-Bukhari no. 7015) dan Muslim no. 2751) dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu )

3. TUTUP DARI PENYAKIT-PENYAKIT HATI

Allah Azza wa Jalla berfirman,

(فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا)

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allâh penyakitnya” ….
( QS Al-Baqarah :10)

TUTUP lalu KUNCI dan larilah menjauh, jangan engkau dekati apalagi membukanya karena penyakit ini jika menjangkiti hati akan membuahkan sifat-sifat tercela. Oleh karena itu WASPADALAH !

Salah satu sifat tercela yang seringkali kita lalai darinya adalah bahaya LISAN, seperti ,

Lisan yang terbiasa berkata dusta
Lisan yang mudah melukai hati
Lisan yang pandai mencela kehormatan orang lain
Lisan yang enteng mencaci maki
Lisan yang kerap berkata kotor dan kasar
Lisan yang ringan menggunjing dan mengadu domba

Dan kebiasaan tercela lisan lainnya yang sangat berbahaya dan membawa kehancuran diri sendiri dan orang lain

Sungguh mengerikan ancaman Allah kepada orang-orang yang tidak dapat menjaga lisannya.

Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
“Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat.”
( HR. Muslim)

4. TUTUP DARI PERKARA SYUBHAT DAN KEHARAMAN

Jangan ragu untuk MENUTUP PINTU yang satu ini, kita tidak boleh sekehendak hati memilih mana perkara yang kita sukai saja, padahal kenyataannya hukumnya samar bahkan haram. BERHATI-HATILAH !

Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan,
“Jika perkaranya syubhat (samar), maka sepatutnya ditinggalkan. Karena jika seandainya kenyataan bahwa perkara tersebut itu haram, maka ia berarti telah berlepas diri. Jika ternyata halal, maka ia telah diberi ganjaran karena meninggalkannya untuk maksud semacam itu. Karena asalnya, perkara tersebut ada sisi bahaya dan sisi bolehnya.”
[ 📚 Fathul Bari (4: 291)]Semoga faidah yang sederhana ini membawa banyak manfaat

-SELESAI-

Oleh :
-ummufarah-
Dimuroja’ah oleh @abinyasalma

ℳـ₰✍
​✿❁࿐❁✿​
@alwasathiyah

🔗 Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.


👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG :  https://t.me/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad