Tag Archives: perceraian

PERNIKAHAN ITU NASIB, NAMUN PERCERAIAN ITU PILIHAN

‌🇭‌🇮‌🇰‌🇲‌🇦‌🇭 ‌🇵‌🇦‌🇬‌🇮 
الزواج نصيب , الطلاق قرار

Pernikahan itu nasib, namun perceraian itu pilihan•••
المصيبة نصيبة , الصبر قرار

Musibah itu nasib, namun bersabar itu pilihan•••
وجود شخص في حياتك نصيب , الاحتفاظ به وبقائه قرار

Keberadaan seseorang di dalam hidupmu itu nasib, namun menjaga dirinya agar selalu di sisimu adalah pilihan•••
فإن لم تكن تملك النصيب فأنت تمتلك القرار ..

Sesungguhnya, meskipun kau tidak berkuasa atas nasibmu, namun kau memiliki pilihan•••
●┈»•✽ஜ۩۞۩ஜ✽•«̶┈●
Catatan

▫Setiap muslim wajib mengimani takdir yang baik dan yang buruk. 

▫Ahlus Sunnah menetapkan takdir Allâh memiliki 4 tingkatan :

1⃣ AL-ILMU  yaitu : Mengimani Allah mengetahui  segala hal secara global dan terperinci, yang akan terjadi, sedang terjadi dan belum terjadi, bahkan yang tidak terjadi, semuanya tidak ada yang luput dari pengetahuan Allâh. 

2⃣ AL-KITABAH  yaitu Mengimani bahwa Allâh telah menuliskan dan menentukan segala hal secara global dan terperinci di dalam Lauhul Mahfuzh semenjak 50.000 tahun sebelum Allâh menciptakan langit dan bumi. 

3⃣ AL-MASYI’AH yaitu Mengimani Allah berkehendak dengan segala ketentuannya, baik itu ketentuan yang baik atau buruk, semua atas kehendak Allâh. 

4⃣ AL-KHALQ yaitu Allah menciptakan segala sesuatu tanpa terkecuali, termasuk itu amal perbuatan makhluk-Nya. 

▫Ahlus Sunnah menetapkan bahwa manusia itu memiliki kehendak (masyi’ah), namun kehendak manusia itu terbatas dan terikat dengan kehendak Allâh.

▫Ahlus Sunnah tidak menetapkan takdir sebagaimana sekte Qodariyah  yang sesat, yang menetapkan bahwa Allâh tidak memiliki campur tangan dengan takdir manusia. Jadi, manusia itu sendiri yang menentukan takdir bagi dirinya tanpa intervensi dari Allâh. 

▫Ahlus Sunnah tidak menetapkan takdir sebagaimana sekte Jabariyah  yang sesat, yang menetapkan bahwa manusia tidak memiliki andil sama sekali di dalam takdirnya, seperti daun yang terbang ditiup angin. 

▫Ketentuan Allâh yang telah terjadi, maka itu adalah nasib yang wajib diterima, sedangkan yang belum terjadi atau tidak diketahui, wajib diimani tanpa meninggalkan ikhtiar /usaha. 

Menikah itu bagian dari usaha dan kehendak. Apabila seseorang telah menikah, maka itu adalah nasib (bagian takdir)-nya. Demikian pula dengan perceraian , itu juga kehendak dan pilihan. Apabila telah terjadi perceraian, maka ini bagian dari nasib, namun jika belum terjadi, maka ini adalah pilihan (walau tidak lepas dari ketentuan Allâh). 

▫Manusia hanya bisa berusaha dan mencari sebab, dan ini adalah bentuk ikhtiyar/pilihan, meski tidak terlepas dari kehendak Allâh.
Karena itu, fahamilah hikmah di atas secara benar… 

Pernikahan itu nasib, yaitu bagi mereka yang telah menikah setelah ia sudah berikhtiar dan memilih. [Bagi yang belum menikah, maka ini masih berupa pilihan]. 

Perceraian itu pilihan,  yaitu saat belum terjadi sehingga kita berusaha mencari sebab untuk tidak bercerai. 

Jika telah terjadi perceraian, maka ini adalah takdir Allâh dan nasib yang wajib diterima. Namun ingat, pernikahan kembali setelah perceraian menjadi pilihan… 

Semoga bisa difahami dan tidak salah faham! 
✍@abinyasalma 

______________________
✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com | abusalma.net

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

SEKELUMIT PEMBAHASAN TENTANG HUKUM THOLĀQ (PERCERAIAN). Bag.4

الوسطية والاعتدال:
SEKELUMIT PEMBAHASAN TENTANG HUKUM THOLÂQ (PERCERAIAN)

 

Bagian 4
7⃣ Antara Tholâq raj’i dan tholâq ba’in. 

🅰 Tholâq Raj’i adalah tholâq yang suami masih berhak untuk merujuk kembali isterinya selama masa iddahnya blm selesai, yaitu tholâq 1 dan 2, tanpa perlu pembaruan akad nikah kembali, tanpa perlu ada persetujuan isteri. 

🅱 Tholâq Ba’in

Tholâq Ba’in ada 2 macam :

💔 Ba’in Shughro (kecil) 

Tholâq yang terjadi yang tidak dapat rujuk kembali kecuali :

✅ dengan persetujuan isteri

✅ akad nikah baru

⚠ Tholâq ba’in Shughro, utk merujuk maka isteri tidak perlu dinikahi lelaki lain dahulu lalu dicampuri oleh suaminya kemudian diceraikan. 

Ba’in Shughro terjadi, apabila :

👉 Isteri yang ditholaq raj’i (talak 1 atau 2) dan habis masa iddahnya sebelum dirujuk. 

👉 Isteri yang belum dicampuri lalu ditholaq 1 atau 2, maka tidak ada masa iddahnya bagi wanita yang blm pernah dicampuri oleh suaminya. 

Maka, kondisi di atas adalah ba’in Shughro, jadi harus minta persetujuan isteri utk rujuk dan harus memperbaharui akad kembali. 

💔 Ba’in Kubro 

Tholâq yang terjadi yang tidak dapat rujuk kembali kecuali :

✅ dengan persetujuan isteri

✅ akad nikah baru

⚠ Utk merujuk kembali maka isteri harus dinikahi lelaki lain dahulu lalu dicampuri oleh suaminya kemudian diceraikan. 

Ba’in Kubro terjadi apabila : seorang suami mentalak isterinya lalu merujuknya, kemudian mentalaknya lagi lalu merujuknya, setelah itu mentalaknya lagi, maka tholâq ketiga ini jatuh Ba’in Kubro yang sudah tidak bisa dirujuk kembali kecuali terpenuhi syarat di atas tadi.
8⃣ Apabila seorang suami mengeluarkan lafal tholâq sampai tiga kali dalam satu waktu. 

Jikalau seorang suami mengucapkan kepada isterinya :

“Kamu saya talak 3”

Atau 

“Kamu saya talak! Kamu saya talak! Kamu saya talak!”

Apakah telah jatuh talak 3 saat itu? 

▶ Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Namun pendapat yang kuat dan rajih, adalah talak seperti ini termasuk talak yang HARAM dan yang terjatuh pada isterinya adalah THOLÂQ SATU, bukan tiga. 

Inilah pendapat yang dipilih Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnu Qoyyim, Syaikh al-Albani, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, dll.
9⃣ Tholâq Sunnah dan Tholâq Bid’ah. 

Apa itu tholâq sunnah dan Tholâq Bid’ah? 

🅰 Tholâq Sunnah adalah tholâq yang terjadi sesuai dengan syariat. 

Yaitu, apabila seorang suami mentalak isterinya dalam keadaan :

➖ satu kali talak dalam keadaan suci dan tidak  mencampurinya

➖ Menunggu hingga selesai masa iddahnya. 

➖ Saat menunggu masa iddahnya selesai ia tidak menambah dengan lafal cerai. 

Maka talak seperti inilah yang disebut dengan talak sunnah dan sesuai dengan syariat. 

🅱 Tholâq Bid’ah adalah tholâq yang terjadi secara haram. 

Yaitu, apabila seorang suami mentalak isterinya dalam kondisi :

➖ Isterinya haidh. 

➖ Isterinya suci namun dicampurinya, kemudian tdk diketahui apakah hamil atau tidak. 

➖ Melafalkan kalimat cerai langsung 3x.

Hukum talak seperti ini adalah haram dan Bid’ah, walau talak tetap jatuh kepada isterinya.
🔟 Hikmah dibolehkannya perceraian. 

Syaikh Ibnu Baz rahimahullahu mengatakan :

“Adapun hikmah disyariatkan talak sangat jelas sekali, karena boleh jadi dalam kehidupan rumah tangga tidak ada kecocokan antara suami-istri sehingga muncul sikap saling membenci yang disebabkan oleh tingkat keilmuan yang rendah, pemahaman terhadap nilai agama yang minim atau tidak memiliki akhlak mulia atau semisalnya. Sehingga talak merupakan jalan keluar yang paling tepat sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari limpahan karunian-Nya” [An-Nisa : 130]

[Kitab Fatawa Dakwah wa Fatawa Syaikh bin Baz, 2/235]
(Selesai pembahasan tholâq)
✍@abinyasalma 

______________________
✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/