Tag Archives: parenting

MENANAMKAN TAUHID PADA ANAK SEJAK DINI [ Bag. 2/5 ]

🇷‌🇮‌🇳‌🇬‌🇰‌🇦‌🇸‌🇦‌🇳‌
🇰‌🇦‌🇯‌🇮‌🇦‌🇳‌

🔗 https://bit.ly/alwasathiyah

MENANAMKAN TAUHID PADA ANAK SEJAK DINI

(Bagian 2-5)

••• ════ ༻📝༺ ════ •••

» Dr. Wahbah Zuhaili dalam kitab Al Wajiz menyatakan bahwa, “Manusia diciptakan di atas fitrah tauhid (mengesakan Allah) namun kemudian fitrah ini diubah oleh aqidah-aqidah rusak yang datang setelahnya“.

» Maka akan lebih tepat jika judul kajian ini menggunakan kata “Menumbuhkan/Menjaga/Memelihara” (agar tidak rusak), dengan ilmu yang ada di dalam Al Qur’an dan As Sunnah.

2️⃣ Seharusnya da’wah dengan menggunakan Al Qur’an dan As Sunnah akan lebih mudah diterima, karena pasti sesuai dengan fitrah setiap manusia.

Namun kenyataannya, da’wah sunnah tidak mudah diterima masyarakat, karena aqidah dan fitrah pada manusianya yang telah mengalami kerusakan.

3️⃣ Yang merusak fitrah pada anak-anak, adalah perbuatan orang tua mereka sendiri

※ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

(وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّبِعُوْا مَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ قَالُوْا بَلْ نَـتَّبِعُ مَاۤ اَلْفَيْنَا عَلَيْهِ اٰبَآءَنَا ۗ اَوَلَوْ كَانَ اٰبَآؤُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ شَيْئًـا وَّلَا يَهْتَدُوْنَ)

Dan apabila dikatakan kepada mereka, Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah, mereka menjawab, ‘(Tidak!) Kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukannya).’ Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun dan tidak mendapat petunjuk.” ( QS. Al-Baqarah : 170)

※ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

(وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا اِلٰى مَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَاِلَى الرَّسُوْلِ قَالُوْا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ اٰبَآءَنَا ۗ اَوَلَوْ كَانَ اٰبَآؤُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ شَيْـئًـا وَّلَا يَهْتَدُوْنَ)

_”Dan apabila dikatakan kepada mereka, Marilah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul. Mereka menjawab, Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya). Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?” ( QS. Al-Ma’idah : 104)

– Bersambung in shaa Allah

••• ════ ༻📝༺ ════ •••

Diringkas oleh :
🖊️ Isfanz – Gohijrah

Dimuroja’ah oleh :
✒️ @abinyasalma
__________________

👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

📎 Narasumber :
Kajian Parenting Bakti
🎤 Oleh : Al Ustadz Abu Salma Muhammad ﺣَﻔِﻈَﻪُ ﺍﻟﻠﻪ
🕌 Tempat : Masjid KH. Ahmad Dahlan
Waktu Dhuha : 11 Muharram 1441 H / 11 September 2019

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

MENANAMKAN TAUHID PADA ANAK SEJAK DINI [ Bag. 1/5 ]

🇷‌🇮‌🇳‌🇬‌🇰‌🇦‌🇸‌🇦‌🇳‌
🇰‌🇦‌🇯‌🇮‌🇦‌🇳‌

🔗 https://bit.ly/alwasathiyah

MENANAMKAN TAUHID PADA ANAK SEJAK DINI

(Bagian 1-5)

••• ════ ༻📝༺ ════ •••

Kajian Parenting Bakti
🎤 Oleh : Al Ustadz Abu Salma Muhammad ﺣَﻔِﻈَﻪُ ﺍﻟﻠﻪ
🕌 Tempat : Masjid KH. Ahmad Dahlan
⏳ Waktu Dhuha : 11 Muharram 1441 H / 11 September 2019

▬▬▬▬▬▬▬▬

أعوذُ باللهِ السَّمِيعِ العَلِيمِ مِنَ الشيطانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللهِ الّرحْمنِ الّرحِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

رَِبِّيْ زِدْنِي عِلْماً وَارْزُقْنِي فَهْمًا , امين

※ Allah Ta’ala berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?’ Dia berfirman, ‘Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” ( QS. Al-Baqarah : 30)

※ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” ( QS. An-Nisa’: 1)

※ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” ( QS. Az-Zariyat : 56)

» Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan manusia sebagai makhluk yang mulia, sampai-sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan malaikat dan jin untuk sujud dihadapan Adam عليه السلام sebagai penghormatan.

» Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia secara berpasang-pasangan dan untuk tujuan berkembang biak.

» Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan tujuan hidup manusia (dan jin) adalah untuk beribadah hanya kepadaNya.

# Judul kajian menggunakan kata “Menanamkan”, namun akan lebih tepat jika menggunakan kata “Menumbuhkan”.

Simak penjelasannya dalam kajian berikut ini.

1️⃣ Teori filosofi Tabula Rasa (kertas kosong) yang digagas oleh John Locke pada abad ke-17, menyatakan bahwa pikiran (manusia) ketika lahir berupa “kertas kosong” tanpa aturan untuk memproses data, dan data yang ditambahkan serta aturan untuk memprosesnya dibentuk hanya oleh pengalaman alat inderanya.

John Locke berpendapat bahwa setiap anak yang dilahirkan adalah dalam keadaan kosong, seperti kertas putih.

» Konsep ini keliru, jika merujuk kepada Al Qur’an, karena teori ini menyelisihi surat Ar-Rum ayat 30 dan hadits Rasulullah ﷺ.

※ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

(فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا ۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَـلْقِ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ۙ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ۙ )

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,” ( QS. Ar-Rum : 30)

※ Rasulullah ﷺ bersabda,

<>

Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.”
[ 📒 Muttafaq’alaih)

Teori ini juga bertentangan dengan ayat lainnya dalam Al Qur’an.

※ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

(وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ ۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۗ قَا لُوْا بَلٰى  ۛ  شَهِدْنَا  ۛ  اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ ۙ )

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.” ( QS. Al-A’raf : 172)

» Konsep dalam Islam, bahwa manusia dilahirkan tidak dalam keadaan kosong sama sekali, melainkan sudah memiliki fitrah, dan menurut Imam An-Nawawi bahwa fitrah tersebut cenderung kepada agama Allah, yakni Islam.

– Bersambung in shaa Allah

••• ════ ༻📝༺ ════ •••

Diringkas oleh :
🖊️ Isfanz – Gohijrah

Dimuroja’ah oleh :
✒️ @abinyasalma
__________________

👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.