Tag Archives: nahar

10 HARI AWAL DZULHIJJAH [5/10]

🇫‌🇦‌🇮‌🇩‌🇦‌🇭‌
🇩‌🇿‌🇺‌🇱‌🇭‌🇮‌🇯‌🇯‌🇦‌🇭‌

🔗 https://t.me/alwasathiyah

10 HARI AWAL DZULHIJJAH

(Bagian 5/10)

FAIDAH ke – 15

Hendaknya seorang muslim bersegera menggunakan 10 hari awal Dzulhijjah ini, baik siang dan malamnya, untuk beribadah dan beramal shalih, dan mengisi waktu-waktunya dengan amal ketaatan dan qurbah (mendekatkan diri kepada Allah).

Suatu hal yang aneh, kita dapati betapa kita begitu rajin dan bersemangatnya, serta bersungguh-sungguh di dalam beramal di bulan Ramadhan, namun kita bermalas-malasan dan loyo beramal di hari-hari yang mulia ini.

Padahal 10 hari awal Dzulhijjah ini lebih agung daripada Ramadhan, dimana beramal di dalamnya itu lebih dicintai dan lebih utama di sisi Allah جل جلاله .

FAIDAH ke – 16

Waspadalah dan jauhilah dari menyia-nyiakan waktu di sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah ini, seperti:

  • Terlalu banyak tidur.
  • Ngobrol tidak jelas (qila wa qola).
  • Menonton TV dan video (tidak bermanfaat).
  • Dan sibuk dengan media sosial.

Karena momen ini adalah musim keberuntungan dan kesempatan yang takkan tergantikan.

FAIDAH ke – 17

Amal yang paling utama di 10 hari awal Dzulhijjah ini adalah Haji Mabrur.

Kata Nabi صلى الله عليه وسلم :

«الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ»

“Haji mabrur itu tidaklah akan memperoleh balasan kecuali surga.”
(HR. Bukhari: 1773, dan Muslim: 1349) terutama Haji wajib.

Momen ini tiba dengan aspek kebaikan yang paling lengkap, berupa pelaksanaan kewajiban dan menjauhi segala yang haram, yang digabungkan dengan perbuatan baik kepada orang lain, seperti menyebarkan salam dan memberi makan.

Terlebih lagi jika dikombinasi dengan banyak berdzikir kepada Allah جل جلاله , berduyun-duyun dan berbondong-bondong mengangkat suara saat talbiyah.
[ Latha’iful Ma’arif Karya Ibnu Rojab (hal. 264) dan Fathul Bari Karya Ibnu Hajar (IX14)]

FAIDAH ke – 18

Disunnahkan pada 10 hari pertama Dzulhijjah ini untuk memperbanyak berdzikir kepada Allah جل جلاله di setiap waktu dan di segala keadaan, baik saat berdiri atau duduk, bahkan saat berbaring sekalipun, termasuk saat sedang berkendara atau sedang berjalan kaki.

- Bersambung, insya Allah -

📖 Penyusun :
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid Hafizhahullah

Dialihbahasakan oleh :
ℳـ₰✍
​✿❁࿐❁✿​
@abinyasalma


👥 WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG :  https://t.me/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

🖇 ebook 44 Faidah (10 Hari Awal Dzulhijjah)

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

10 HARI AWAL DZULHIJJAH [4/10]

🇫‌🇦‌🇮‌🇩‌🇦‌🇭‌
🇩‌🇿‌🇺‌🇱‌🇭‌🇮‌🇯‌🇯‌🇦‌🇭‌

🔗 https://t.me/alwasathiyah

10 HARI AWAL DZULHIJJAH

(Bagian 4/10)

FAIDAH ke – 11

Di antara keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah, di dalamnya ada hari ‘Arafah, dimana pada hari inilah Allah menyempurnakan agama-Nya dan mencukupkan nikmat-Nya kepada kaum muslimin, sebagaimana dalam firman-Nya جل جلاله :

( اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَـكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَ تْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَـكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًا )

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.”
(QS. al-Ma`idah: 3)

FAIDAH ke – 12

Di antara keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah, di dalamnya ada hari Nahar (Penyembelihan) dan hari al-Haj al-Akbar (Haji Besar), yaitu hari yang paling agung di sisi Allah جل جلاله , sebagaimana disebutkan di dalam hadits Nabi صلى الله عليه وسلم :

« إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللّە تَبَارَكَ وَتَعَالىَ :
ِّيَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ »

“Sesungguhnya, hari-hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari Nahar dan hari Qorr. (Hari Qorr/menetap adalah hari setelah hari Nahar/penyembelihan). Dikatakan hari Qorr karena manusia saat itu yaqirruna fihi (menetap di dalamnya) saat di Mina, selepas mereka selesai thowaf dan penyembelihan lalu mereka beristirahat).”
(HR. Abu Dawud (1765) dan dishahihkan oleh Syaikh al-Bani)

FAIDAH ke – 13

Beramal shalih di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini lebih utama daripada hari-hari lainnya, karena kemuliaan waktunya dipandang dari sisi penduduk Madinah, dan kemuliaan waktu dan tempatnya ditinjau dari jamaah haji di Baitullah al-Haram (Rumah Allah yang suci).

FAIDAH ke – 14

Para ulama salaf yang shalih semoga Allah merahmati mereka, pada 10 hari awal Dzulhijjah ini begitu sangat bersemangat dan bersungguh-sungguh melakukan berbagai amal ketaatan. Mereka memuliakan momen ini dengan penghormatan yang paling tinggi.

Sa’id bin Jubair rahimahullah saat memasuki 10 hari pertama Dzulhijjah, beliau sangat bersungguh-sungguh (beribadah) sampai-sampai beliau nyaris tidak mampu lagi (beribadah). Beliau sangat menghasung untuk beribadah pada malam 10 hari pertama Dzulhijjah dengan mengatakan:
“Janganlah kalian mematikan obor-obor (lampu) rumah kalian saat 10 malam pertama Dzulhijjah.”

Abu ‘Utsman an-Nahdi rahimahullah berkata:
“Para salaf dahulu sangat memuliakan tiga jenis 10 hari, yaitu 10 hari akhir Ramadhan, 10 hari awal Dzulhijjah dan 10 hari awal Muharam.”

- Bersambung, insya Allah -

📖 Penyusun :
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid jafizhahullah

Dialihbahasakan oleh :
ℳـ₰✍
​✿❁࿐❁✿​
@abinyasalma


👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG : https://t.me/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

🖇 ebook 44 Faidah (10 Hari Awal Dzulhijjah)

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.