Tag Archives: kisah

KISAH NYATA ANTARA SYAIKH ABDURRAZZAQ DENGAN SEORANG YANG LANJUT USIA 

Syaikh ‘Abdurrazzâq al-Badr  hafizhahullâhu, di dalam ceramah beliau, Syarh Akhlaq Hamalatil Qur’ân (Penjelasan Akhlaq Para Penghafal al-Qur’an) menuturkan :
جاءني أحد كبار السن بعد أحد الدروس و قال لي :
Setelah usai salah satu pengajianku, seorang  yang lanjut usia mendatangiku lalu berkata kepadaku :
“أنا لا أحفظ إلا سورة ( الفاتحة و قل هو الله أحد ) و أنا أقوم ساعتين في الليل ..

Saya tidak hafal Al-Qur’ân kecuali hanya surat “al-Fatihah” dan “qul huwallâhu ahad” saja. Sedangkan saya sholat malam selama 2 jam lamanya… Continue reading KISAH NYATA ANTARA SYAIKH ABDURRAZZAQ DENGAN SEORANG YANG LANJUT USIA 

KISAH SYAIKH ABDURRAZZAQ AL-BADR DENGAN SYAIKH AL-ALBANI

🌹 KISAH NYATA MENGAGUMKAN
Kisah Syaikh Abdurrazzåq al-Badr dengan Syaikh al-Albånî
Di dalam pengajian  Syarh al-Âdabul Mufrod, Syaikh Prof DR Abdurrazzåq bin Abdilmuhsin al-Abbâd al-Badr hafizhahullåhu saat menjelaskan hadits dari Abu Maryam, dari Abu Hurairoh radhiyallåhu ‘anhu  bahwa beliau mendengarkan bahwa Nabi Shallallâhu alaihi wa Salam bersabda bersabda :
 “مَنْ لَقِيَ أَخَاهُ فَلْيُسَلِّمْ عَلَيْهِ فَإِنْ حَالَتْ بَيْنَهُمَا شَجَرَةٌ أَوْ حَائِطٌ ثُمَّ لَقِيَهُ فَلْيُسَلِّمْ عَلَيْهِ”.
“`Barangsiapa yang bertemu dengan saudaranya, maka hendaknya ia mengucapkan salam padanya. Sekalipun terpisah sebentar karena pohon atau penghalang kemudian bertemu kembali, maka tetap ucapan salam padanya.“` 
💬 Syaikh ‘Abdurrazzåq al-Badr menceritakan :

“`Sunnah ini seringkali dilalaikan oleh kebanyakan orang, entah karena mereka belum mengetahuinya atau karena enggan mengamalkannya“`

“Saya ingat ketika dulu saya masih anak², saya pernah berjalan di samping Syaikh al-Albånî rahmatullâh ‘alaihi di sini, di Madinah. Saya saat itu berjalan di samping beliau berdua saja. Kemudian kami terpisah karena ada pilar, tidak lama kemudian setelah melewati pilar tadi kami bertemu kembali. Lalu beliau menoleh kepadaku sembari tersenyum, dan mengucapkan :

Assalamualaikum… 

Saya pun menjawab, Wa’alaikumussalam.
Beliau bertanya (kepadaku) : 

(tahukah kamu) kenapa saya mengucapkan salam padamu?
Saya saat itu belum tahu tentang hadits ini, dan blm pernah ada yang memberi tahu sebelumnya kepadaku. 

Saya tersenyum dan mengatakan kpd beliau, “karena salam itu baik”. 

Beliau lalu menyebutkan hadits tersebut kepadaku. 
Awal mula saya mengetahui hadits ini adalah dari Syaikh (al-Albånî) Semoga Allåh merahmati beliau. 
💽 Syarh al-Âdab al-Mufrod  kaset 133
✍@abinyasalma 

______________________
✉Grup WhatsApp  Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/