Tag Archives: keempat

Serial Parenting : MENDIDIK ANAK USIA 7 SAMPAI DENGAN 14 TAHUN

โ€Œ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฑใ€€โ€Œ๐Ÿ‡ตโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡นโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ฌ

KEEMPAT : MENDIDIK MEREKA UNTUK MENCINTAI ULAMA DAN ULIL AMRI

Termasuk perkara penting yang sepatutnya orang tua tidak luput dari memperhatikannya, adalah mendidik anak agar mencintai ulama dan ulil amri (penguasa muslim). Karena para ulama itu adalah pewaris para Nabi.

Para Nabi tidak ada yang me-wariskan Dirham ataupun Dinar, namun yang mereka wariskan adalah ilmu. Karena itu, siapa yang mengam-bilnya (warisan ilmu ini), maka ia telah mengambil sesuatu yang besar lagi menguntungkan dari warisan para Nabi.

Karena para ulama, apabila di-ragukan kredibilitasnya dan diragu-kan keilmuannya, mereka tidak lagi dihormati, malah dicari-cari dan ditampakkan kesalahan-kesalahan-nya di hadapan anak-anak, maka ini bahayanya besar bagi umat. Karena ilmu dan syariat ini diambil melalui perantaraan para ulama. Sehingga hal ini dapat menghancurkan syariat Islam.

Demikian pula, seorang anak ketika beranjak dewasa, kelak ia akan mencari orang yang layak untuk diambil ilmunya, namun ia takkan mengambilnya dari ulama. Karena kredibilitas ulama dan keilmuannya telah diragukan. Sehingga, bisa jadi ia malah mengambil ilmu dari ulama yang sesat, yang menjajakan pe-mikiran menyimpang. Akhirnya, si anak ini menjadi sarana hancurnya masyarakat.

Adapun ulil amri, maka mereka adalah pemegang kekuasaan, yang menerapkan syariat, menjaga stabili-tas keamanan, yang mempersatukan rakyat.

Karena itulah Allรขh berfirman:

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฃูŽุทููŠุนููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุฃูŽุทููŠุนููˆุง ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ูŽ ูˆูŽุฃููˆู„ููŠ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑู ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’
โ€œ Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allรขh dan taatilah Rasul, serta Ulil Amri di antara kamuโ€ [Surat An-Nisa’ 59]

Yang dimaksud dengan ulil amri diantara kalian adalah ULAMA dan UMAROโ€™ (penguasa).

Namun alangkah ironinya, sering kali terjadi di pertemuan-pertemuan sebagian kaum muslim, adanya ghibah (menggunjing) dan namimah (mengadu-domba) terhadap para ulama dan umaro. Menampakkan dan mencari-cari kesalahan mereka. Sekiranya mereka mau melihat aib-aib dan kesalahan mereka sendiri, niscaya mereka sadar betapa mereka telah melampaui batas saat mem-bicarakan para ulama dan penguasa. Dan cukuplah seseorang itu berdosa apabila ia menyampaikan segala yang ia dengar.

Duhai alangkah mengenaskan, apabila anak-anak turut serta nimbrung di majelis (pertemuan) seperti ini, sehingga mereka pun menerima perkataan-perkataan yang buruk ini (yaitu tentang ulama dan umaroโ€™).
Akhirnya, mereka pun ketika besar sudah menyimpan kebencian terhadap ulama dan umaroโ€™, yang mana ini termasuk penyebab merebaknya berbagai fitnah, mudah-nya menvonis bidโ€™ah (tabdรฎโ€™) dan menuduh fasik tanpa ilmu.
Kerap kali, ucapan-ucapan buruk yang mereka dengar ini, kebanyakan adalah dusta dan fitnah, tidak ada bukti dan dalilnya, yang sebenarnya disebarkan oleh musuh-musuh Islam, yang memusuhi aqidah yang murni ini, yang tegak di negeri Islam ini.

Syaikh โ€˜Abdul โ€˜Aziz bin Bรขz Rahimahullรขhu berkata :

โ€œBukanlah bagian dari manhaj salaf mengungkap aib-aib penguasa, yang disampaikan di mimbar-mimbar. Karena perbuatan ini dapat menye-babkan terjadinya revolusi, hilangnya sikap mendengar dan taat di dalam perkara yang maโ€™ruf. Menyulut pemberontakan yang lebih banyak madharatnya daripada manfaatnya. Namun, cara yang tepat menurut para salaf adalah menasehati secara diam-diam antara dirinya dan penguasa saja, atau menuliskan nasehat untuk-nya, atau menghubungi ulama yang bisa menghubungi penguasa agar bisa diarahkan kepada kebaikan.
Manhaj salaf tidaklah menging-kari penguasa secara terang-terang-an dan mengungkap kesalahan-kesalahan ulil amri di hadapan khayalak, yang mana hal ini lebih banyak menyebabkan terjadinya kerusakan yang besar dan pemberontakan”

( bersambung Insya Allah.)

โœ@abinyasalma
______________________

โœ‰Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidรฅl
โ™ปTelegram: https://bit.ly/abusalma
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
๐Ÿ’ Facebook : http://fb.me/abinyasalma81
๐Ÿ”ฐYoutube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/
๐ŸŒ€Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Serial Parenting : LANGKAH-LANGKAH PRAKTIS DALAM MENDIDIK ANAK

โ€Œ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฑใ€€โ€Œ๐Ÿ‡ตโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡นโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ฌ
LANGKAH-LANGKAH PRAKTIS DALAM MENDIDIK ANAK

KEEMPAT : MEMPERHATIKAN IBU YANG SEDANG HAMIL

Diantaranya dengan cara tidak memakan makanan yang berbahaya bagi kehamilannya atau menyebab-kan pengaruh buruk bagi janinnya, seperti :

โ—ผ1. Mengonsumsi obat-obatan atau yang sejenisnya (tanpa ada indikasi medis atau arahan dari dokter, Pent.)

โ—ผ2. Bekerja berat (beraktivitas secara berlebihan sehingga kelelahan, Pent.)

โ—ผ3. Merokok, baik itu sang ibu atau sang suami (dan merokok itu hukumnya haram, Pent.)

โ—ผ4. Menggunakan narkoba atau mengonsumsi hal-hal yang me-mabukkan (hal ini dapat melahir-kan anak yang kecanduan, karena janin itu juga mengonsumsi makanan yang dimakan ibunya).

Al-Bisyรขroh (Bergembira dan menyampaikan kabar gembira) dengan kelahiran anak
Apabila seorang muslim dikaruniai anak, maka ia disunnahkan untuk mengabarkan berita gembira di saat kelahiran. Berita gembira ini hendak-nya dilakukan seiring waktu kedatangan sang anak saat proses persalinan, sebagaimana firman Allรขh ๏ทป :

ูŠูŽุง ุฒูŽูƒูŽุฑููŠู‘ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽุง ู†ูุจูŽุดู‘ูุฑููƒูŽ ุจูุบูู„ูŽุงู…ู ุงุณู’ู…ูู‡ู ูŠูŽุญู’ูŠูŽู‰ูฐ ู„ูŽู…ู’ ู†ูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ุณูŽู…ููŠู‘ู‹ุง
โ€œ Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.โ€ [QS Maryam : 7]

Juga dalam firman-Nya :

ูˆูŽุจูŽุดู‘ูŽุฑู’ู†ูŽุงู‡ู ุจูุฅูุณู’ุญูŽุงู‚ูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู†ูŽ
โ€œ Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishรขq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang shalih.โ€ [QS ash-Shoffรขt : 112]

Serta firman-Nya ๏ทป :
ุฅูุฐู’ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูŠูŽุง ู…ูŽุฑู’ูŠูŽู…ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูุจูŽุดู‘ูุฑููƒู ุจููƒูŽู„ูู…ูŽุฉู ู…ูู†ู’ู‡ู ุงุณู’ู…ูู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุณููŠุญู ุนููŠุณูŽู‰ ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุฑู’ูŠูŽู…ูŽ ูˆูŽุฌููŠู‡ู‹ุง ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู
โ€œ (Ingatlah), ketika para malaikat berkata, โ€œWahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (firman) dari-Nya (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat.โ€ [QS Ali Imrรขn : 45]

Sujud Syukur
Saat mendapatkan kenikmatan, se-orang muslim dianjurkan untuk bersujud kepada Allรขh sebagai bentuk ekpresi rasa syukurnya kepada Allรขh ๏ทป.

Sujud syukur itu disyariatkan, bahkan sangat dianjurkan saat memperoleh kenikmatan atau terhindar dari keburukan. Caranya dengan sujud sekali seperti sujud sajdah (sujud saat mendengar-kan ayat-ayat sajdah)
Diriwayatkan bahwa Nabi ๏ทบ, apabila sampai pada beliau sesuatu yang menyebabkan beliau gembira, maka beliau bersujud syukur kepada Allรขh ๏ทป. [HR Abรป Dรขwud].

Nabi ๏ทบ bersabda :
ุฅูู†ู‘ููŠ ุณูŽุฃูŽู„ู’ุชู ุฑูŽุจู‘ููŠ ูˆูŽุดูŽููŽุนู’ุชู ู„ูุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ููŽุฃูŽุนู’ุทูŽุงู†ููŠ ุซูู„ูุซูŽ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ููŽุฎูŽุฑูŽุฑู’ุชู ุณูŽุงุฌูุฏู‹ุง ู„ูุฑูŽุจู‘ููŠ ุซูู…ู‘ูŽ ุฑูŽููŽุนู’ุชู ุฑูŽุฃู’ุณููŠ ููŽุณูŽุฃูŽู„ู’ุชู ุฑูŽุจู‘ููŠ ู„ูุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ููŽุฃูŽุนู’ุทูŽุงู†ููŠ ุซูู„ูุซูŽ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ููŽุฎูŽุฑูŽุฑู’ุชู ุณูŽุงุฌูุฏู‹ุง ู„ูุฑูŽุจู‘ููŠ ุดููƒู’ุฑู‹ุง ุซูู…ู‘ูŽ ุฑูŽููŽุนู’ุชู ุฑูŽุฃู’ุณููŠ ููŽุณูŽุฃูŽู„ู’ุชู ุฑูŽุจู‘ููŠ ู„ูุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ููŽุฃูŽุนู’ุทูŽุงู†ููŠ ุงู„ุซู‘ูู„ูุซูŽ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽ ููŽุฎูŽุฑูŽุฑู’ุชู ุณูŽุงุฌูุฏู‹ุง ู„ูุฑูŽุจู‘ููŠ
” Aku memohon kepada Tuhanku dan memintakan syafa’at untuk umatku. Kemudian Allah memberiku seper-tiga untuk umatku, maka aku ber-sujud sebagai rasa syukur kepada Tuhanku. Kemudian aku mengangkat kepalaku dan memohonkan untuk umatku, lalu Allรขh memperkenankan sepertiga lagi bagi umatku, sehingga aku bersujud kembali sebagai rasa syukur kepada Tuhanku. Kemudian aku mengangkat kepalaku dan memohonkan untuk umatku, dan Allah memberiku sepertiga yang lainnya, lalu aku bersujud untuk Tuhanku.”

Abรป Bakr juga bersujud syukur saat sampai kepada beliau berita penaklukan Yamamah.
Kaโ€™ab bin Mรขlik juga bersujur syukur saat taubatnya diterima Allรขh
๏ทป.

[ bersambung Insya Allah]

โœ@abinyasalma
______________________

โœ‰Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidรฅl
โ™ปTelegram: https://bit.ly/abusalma
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
๐Ÿ’ Facebook : http://fb.me/abinyasalma81
๐Ÿ”ฐYoutube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/
๐ŸŒ€Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/