Tag Archives: kebaikan

INILAH HAMBA YANG SEBENARNYA

๐Ÿ‡ท ๐Ÿ‡ช ๐Ÿ‡ณ ๐Ÿ‡บ ๐Ÿ‡ณ ๐Ÿ‡ฌ ๐Ÿ‡ฆ ๐Ÿ‡ณ

INILAH HAMBA YANG SEBENARNYA

Ibnul Qoyyim rahimahullahu pernah berkata :

ุงู„ุนุจุฏ ู„ุง ูŠุฑู‰ ู†ูุณู‡ ุฅู„ุง ู…ู‚ุตุฑุง ู…ุฐู†ุจุง
ูˆู„ุง ูŠุฑู‰ ุฑุจู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ ุฅู„ุง ู…ุญุณู†ุง ู…ุชูุถู„ุง

Seorang hamba, dia tidak memandang dirinya kecuali penuh dengan kekurangan dan dosa. Dan dia tidak memandang Tuhannya melainkan penuh dengan kebaikan dan keutamaan.

[Syifa’ul Alil, I/116]

โ„ณู€โ‚ฐโœ
โ€‹โœฟโเฟโโœฟโ€‹
@abinyasalma

๐Ÿ”— Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.


๐Ÿ‘ฅ Al-Wasathiyah Wal-I’tidฤl
โœ‰ TG :  https://t.me/alwasathiyah
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
โ€Œ๐Ÿ‡ซ FB : fb.com/wasathiyah
๐Ÿ“น Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท IG : instagram.com/alwasathiyah
๐Ÿ”Š Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

LIHATLAH UCAPANNYA JANGAN LIHAT ORANGNYA

LIHATLAH UCAPANNYA JANGAN LIHAT ORANGNYA

Disandarkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, bahwa beliau berkata :
ุฃู†ุธุฑ ู…ุง ู‚ุงู„ ูˆู„ุง ุชู†ุธุฑ ู…ู† ู‚ุงู„

“Lihatlah apa yang dikatakan jangan melihat siapa yang mengatakan. “

Senada dengan ucapan di atas,
Syaikh Muhammad Amin asy-Syinqithi rahimahullahu juga mengatakan :

ุฃู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ุงู„ู‚ูˆู„ ูˆู„ุง ุชู†ุธุฑ ุฅู„ู‰ ุงู„ู‚ุงุฆู„

“Perhatikanlah ucapannya jangan memperhatikan yang mengucapkan.”

Apakah ucapan di atas mutlak benar?
Saya katakan :
ูˆู„ูƒู† ู‡ุฐุง ู„ูŠุณ ุนู„ู‰ ุงู„ุฅุทู„ุงู‚โ€ฆ

Namun hal ini tidaklah mutlakโ€ฆ

ู‡ุฐุง ุฎุงุต ู„ู…ู† ูŠุนุฑู ุงู„ุญู‚ ูˆุงู„ุฎูŠุฑ

Ini hanya khusus berlaku bagi
orang yang mengetahui kebenaran dan kebaikan

ุฃู…ุง ุนูˆุงู… ุงู„ู†ุงุณ ู„ุง ูŠุนุฑููˆู† ุงู„ุญู‚ ูˆู„ุง ูŠุนุฑููˆู† ุงู„ุฎูŠุฑุŒ ูู„ุงโ€ฆ

Adapun kebanyakan orang awam yang belum tahu kebenaran dan kebaikan, maka tidak berlakuโ€ฆ

Karena itu yang jadi parameter dan standar adalah mengetahui dan mengenal al-Haq!!!

Koridor yang tepat dalam hal ini adalah sebagaimana yang diucapkan oleh Ubay bin Ka’ab :

ุงู‚ู’ุจูŽู„ู ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ูŽ ู…ูู…ู‘ูŽู†ู’ ุฌูŽุงุกูŽูƒูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽุนููŠุฏู‹ุง ุจูŽุบููŠุถู‹ุง ุŒ ูˆูŽุงุฑู’ุฏูุฏู ุงู„ู’ุจูŽุงุทูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูู†ู’ ุฌูŽุงุกูŽูƒูŽ ุจูู‡ู ุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุญูŽุจููŠุจู‹ุง ู‚ูŽุฑููŠุจู‹ุงeรฉ#es

Terimalah kebenaran yang datang padamu walaupun berasal dari orang jauh yang kau benci, dan tolaklah kebatilan yang sampai padamu walaupun berasal dari orang dekat yang kau cintai.

Maka dari itu, Kaidah Yang Tepat dalam hal ini adalah :

โ€ข Wajib menerima kebenaran darimanapun datangnya.
โ€ข Namun tetap wajib selektif dalam
mencari kebenaran.

Inilah obyektivitas dan sikap wasathiyyah (pertengahan)  ahlus sunnah. Tetap menerima kebenaran meskipun dari lisan setan, namun tetap berhati-hati dalam mencari kebenaran, karena tidak boleh belajar dan mencari kebenaran dari setan.

Alangkah benarnya yang dipaparkan oleh Syaikh Rabi’ al-Makdkholi :

ุงุณุชูุฏ ู…ู† ุงู„ุฅู†ุณุงู† ูˆู„ุง ุชุนุชู…ุฏ ููŠ ูƒู„ ุดูŠุก ูˆ ุฎุฐ ู…ู† ุงู„ุญู‚ ูˆุฎุฐ ู…ู† ุงู„ุฎูŠุฑ  ุฅุฐุง ูƒุงู† ุฃู‡ู„ุง ู„ุฐู„ูƒ ูˆู„ุง ุชู‚ู„ุฏู‡

Ambillah Faidah dari orang lain namun jangan bersandar padanya dalam segala hal. Ambillah yang benar dan baik saja,
Apabila ia memang dikenal dalam hal ini, namun janganlah taqlid padanya.

Ini sebagaimana perkataan Imam Malik rahimahullah:
ูƒู„ ู‚ูˆู„ ูŠุคุฎุฐ ูˆูŠุชุฑูƒ ุฅู„ุง ู‚ูˆู„ ุงู„ู†ุจูŠ

Setiap ucapan boleh diterima dan ditolak, kecuali ucapan Nabi

Karena itu :

โ€ขWajib bagi kita belajar dan menuntut ilmu untuk mengenal kebenaran, karena ilmu lah yang akan menjadi parameter dan standar.
โ€ขSelektif dalam belajar dan menuntut ilmu. Karena ilmu itu agama, maka perhatikanlah darimana kamu mengambil agamamu.
โ€ขApabila sampai suatu perkataan yang haq dan baik (tentunya ditimbang dengan ilmu), maka wajib diterima meskipun berasal dari musuh yang sangat dibenci.
โ€ขSebaliknya, jika sampai suatu ucapan yang bathil walaupun berasal dari orang yang dicintai dan dihormati, maka wajib ditolak.
โ€ขJangan lihat orang yang mengatakan, namun lihatlah apa yang dikatakan. Ini berlaku bagi orang yang telah mengetahui kebenaran itu sendiri. Jika tidak tahu, lantas bagaimana dia bisa menilai ucapkan tersebut di atas kebenaran atau tidak.
โ€ขUcapan ini juga sebagai dorongan bagi kita untuk menjauhi bersikap fanatik terhadap person, individu atau figur tertentu. Karena tidak ada yang ma’shum kecuali hanya Nabi yang mulia ๏ทบ.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…
Depok, 29 Shofar 1438 H.
Akhukum Abu Salma

โ„ณู€โ‚ฐโœ
โ€‹โœฟโเฟโโœฟโ€‹
@abinyasalma

๐Ÿ”— Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.


๐Ÿ‘ฅ Al-Wasathiyah Wal-I’tidฤl
โœ‰ TG :  https://t.me/alwasathiyah
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
โ€Œ๐Ÿ‡ซ FB : fb.com/wasathiyah
๐Ÿ“น Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท IG : instagram.com/alwasathiyah
๐Ÿ”Š Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad