Tag Archives: ilmu

Q&A : MENYIKAPI PERBEDAAN PEMAHAMAN AGAMA DENGAN SUAMI

๐Ÿ‡นโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ต

โ•”โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•—
QUESTION ANSWER AUDIO ๐ŸŽ™
โ•šโ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•

MENYIKAPI PERBEDAAN PEMAHAMAN AGAMA DENGAN SUAMI

๐Ÿ“ PERTANYAAN :

Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarakatuh

Ustadz, bagaimana cara menyikapi jika ada perbedaan paham masalah agama dengan suami? Karna dia kadang tidak sependapat dgn ustadz-ustadz salaf jadi saya agak ragu, apa saya tetap harus menuruti pendapatnya atau bagaimana?

Jazaakallahu khayran

โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–

๐Ÿ“š JAWABAN :

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Kita menyikapinya dengan cara yang HIKMAH dan ILMIAH.

๐Ÿ’™ HIKMAH, yaitu kita tahu bahwa kita adalah istri dan dia adalah suami kita. Suami adalah pemimpin, maka hendaknya kita lebih banyak bersabar dan tidak jatuh kepada perdebatan yang akan menimbulkan madharat yang lebih besar.

๐Ÿ“˜ ILMIAH, yaitu ketika berdiskusi maka kita harus bisa membawa diskusi itu pada diskusi yang sehat dan berpijak pada dalil dan hujjah yang ilmiah.

Jika kita berbeda pendapat dengan suami, dan kita tahu bahwa suami berpendapat keliru, maka diskusikanlah dengan cara yang baik dan ilmiah sesuai kemampuan kita. Jika kita belum mampu maka kita boleh mendiamkan dan kita cukup inkari dalam hati.

Boleh juga kita mengingkarinya dengan cara lain, dengan cara tidak langsung. Misalnya, kita bisa menunjukkan buku atau kita bisa memperlihatkan ceramah ustadz-ustadz. Namun yang paling penting adalah kita mendoakan suami kita agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan hidayah.

๐Ÿ“– Adapun jika ingin mengikuti pendapat, maka pendapat yang shahih/benar adalah pendapatnya Rasulullah ๏ทบ yang wajib kita ikuti. Adapun pendapat selain Rasulullah ๏ทบ maka tidak wajib diikuti. Terlebih lagi jika menyelisihi pendapat Rasulullah maka ini jelas haram hukumnya untuk diikuti, termasuk pendapat suami.

โ— Jika suami memiliki perbedaan pendapat dengan ustadz-ustadz salafi, maka jangan dilihat perbedaan pendapatnya dengan ustadz salafi tadi. Poin terpenting yang harus dicermati adalah, apakah pendapat suami menyelisihi Rasulullah ๏ทบ atau tidak, menyelisihi islam atau tidak, menyelisihi hadits-hadits shahih atau tidak. Jadi dengan demikian kita bisa bersikap lebih ilmiah.

๐Ÿ“– Dalam beragama kita tidak hanya sekedar mengikuti pendapat ustadz-ustadz salaf, tetapi kita harus mengikut pendapat Rasulullah ๏ทบ, pendapatnya para sahabat Nabi. Adapun ustadz-ustadz salafi jika itu memang bisa mendatangkan dalil dan bukti bahwa pendapat mereka sesuai dengan pendapat Rasulullah ๏ทบ dan para sahabat maka kita wajib mengikutinya. Namun jika tidak sesuai, maka kita tidak boleh mengikuti pendapat ustadz tersebut. Yang menjadi acuan adalah, kebenaran itu sesuai dengan apa yang datang dari Rasulullah ๏ทบ dan Al-Qur’ฤnul karฤซm.

๐Ÿ”„ Berbeda pendapat dengan suami boleh saja ketika pendapatnya keliru. Dan kita diperbolehkan untuk tidak mentaati suami dalam perkara maksiat kepada Allah Subhฤnahu wa Ta’ฤlฤ, karena keta’atan yang paling mutlak itu adalah keta’atan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian kepada Rasul-Nya ๏ทบ.

๐Ÿ”ƒ Jadi ketika kita melihat suami banyak berbeda pendapat dengan ustadz-ustadz yang biasa kita mengambil ilmu dari mereka, maka kalau kita mampu, kita pilih cara untuk berdiskusi dengan suami secara ilmiah. Tetapi kalau tidak bisa berdiskusi secara ilmiah dan dikhawatirkan akan menimbulkan kemadharatan, maka lebih baik untuk sementara kita diam. Sambil menunggu kesempatan diskusi, kita bisa memilih cara berdakwah pada suami dengan da’wah bil hฤl, yaitu dengan perbuatan kita yang lebih santun lagi pada suami. Seperti melayani suami dengan lebih baik lagi, lebih qana’ah dengan pemberian suami. Semoga Allah memberikan hidayah untuk suami.

๐Ÿ’œ Keluarga yang paling indah adalah ketika suami dan istri memiliki aqidah dan manhaj yang sama.

๐Ÿก Semoga Allah Subhฤnฤhรป wa Ta’ฤlฤ menghimpunkan suami istri di Jannah-Nya nanti, in syฤ Allah…

Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat. Yang salah datangnya dari saya dan yang benar datangnya dari Allah Subhรฃnฤhรป wa Ta’ฤlฤ.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ…

โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข
Dijawab oleh :
๐ŸŽ™ Ustadz Abu Salma
Muhammad ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Ditranskrip oleh :
โœ’ Admin 6
โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข

๐Ÿ‘ฅ WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidฤl
โœ‰ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
โ€Œ๐Ÿ‡ซ FB : fb.com/wasathiyah
๐Ÿ“น Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท IG : instagram.com/alwasathiyah
๐Ÿ”Š Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

Q&A : BAGAIMANA MENGHADAPI SENIOR YANG AROGAN?

ุงู„ูˆุณุทูŠุฉ ูˆุงู„ุงุนุชุฏุงู„

BAGAIMANA MENGHADAPI SENIOR YANG AROGAN โ“๐Ÿ’ฆ

TANYA :

ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Bismillah …
Ada seorang yang lebih pintar dalam hal ilmu agama dan bisa dikatakan senior.

Apakah boleh dia menjudge (menge-CAP) orang yang sedang meniti jalan hijrah (dikatakan orang yang lebih sedikit ilmunya) daripada senior tadi, dengan cap anak jelek/nakal di pondok , karena masa lalu anak tersebut, lalu menyebarkannya keseluruh santri supaya tidak bergaul dengan anak tersebut.

Apakah hal itu diperbolehkan Ustadz?
Dan bagaimana menyikapinya?

Jazaakallahu khayran
โž–โž– โž–โž– โž–โž– โž–โž–
JAWABAN :

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

โœณ Seorang yang dikatakan senior apalagi di dalam agama adalah bukan orang yang lebih tua dari sisi usia saja atau lebih dahulu belajar, tapi juga harus menunjukkan keseniorannya dari sisi ilmu yang tampak pada sifat tawadhu, hikmah, ngemong yang muda, tidak sombong dan arogan, tidak mudah memvonis dan menjudge apalagi menyebabkan orang menjauh darinya…

โœณ Haram hukumnya mengungkit keburukan masa lalu seseorang yang telah hijrah (bertaubat) apalagi sampai mengungkapnya dan membongkarnya.
Ini lebih dari ghibah, dan sikap seperti ini adalah sikapnya orang-orang tidak berilmu walaupun dia dikatakan senior.

โœณ Jika ada senior seperti itu, maka sikapi dengan sabar, tenang, tidak terhasut, tidak usah emosi, banyak istighfar dan bersyukurlah, karena bisa jadi dosanya terhapus karenanya.

๐Ÿ‘‰ Ketahuilah ucapan manusia itu tidak memberikan madharat sedikitpun, karena itu kita tidak usah dipusingkan dengan ucapan, label dan judge orang lain. Cukuplah hanya Allah saja tujuan kita dan Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat lagi Maha Adil.

Wallahu a’lam

โœ@abinyasalma
__________________

โœ‰Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidรฅl
โ™ปTelegram: https://bit.ly/abusalma
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
๐Ÿ’ Facebook : http://fb.me/abinyasalma81
๐Ÿ”ฐYoutube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/
๐ŸŒ€Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

AWWI 4