Tag Archives: ikhtilath

Q&A : GROUP CAMPUR BAUR LAKI-LAKI DAN WANITA

🔖 Question Answer

GROUP CAMPUR BAUR LAKI-LAKI DAN WANITA 📲

PERTANYAAN

Assalamualaikum

Ustadz,
ada titipan pertanyaan dari temen ana.
Misalkan group khusus akhowat tapi didalamnya ada ustadz sendiri misal yang koordinir apa hukumnya ustadz? Adakah istilah hukum campur baur?
afwan sebelumnya.

➖➖➖➖➖➖➖

JAWABAN

Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh

Yang dimaksud campur baur itu seperti apa? Harus tahrîrul mushtholah (menegaskan makna istilah) tersebut terlebih dahulu.

Ikhtilath, meski bukan Ikhtilath jismi atau fisik sebagaimana zhahir hadits Nabî, namun terjadi ikhtilath elektronik (karena adanya di zaman ini).

Apabila para ulama memperinci bahwa hukum asal ikhtilath itu haram, namun dalam kondisi darurat atau ada hajat, bisa diperbolehkan… Misal di tempat perbelanjaan, jalanan, dan lain-lain…..

Grup-grup WA dan semisalnya yang bercampur antara laki dan wanita itu dilihat tashawwur (gambarnya kondisinya).

Jika di dalamnya hanya sekedar berkumpul saja tanpa ada hajat (kebutuhan) syar’i, maka HARAM hukumnya.

Keharamannya tidaklah bersifat mutlak, namun saddan lidz dzara’i (menutup pintu keburukan) agar tidak jatuh kepada keharaman.

Namun, jika di situ ada hajat syar’i, dan yang dimaksud hajat syar’i oleh para ulama adalah

ومن أمثلة الحاجة الفتوى والتعلم والتبايع والخطبة ونحوه

Diantara bentuk hajat adalah FATWA, BELAJAR, JUAL BELI, KHITBAH (MEMINANG), DAN LAIN-LAIN maka tidak mengapa…

Wallahu ta’ala a’lam bish shawab

✍@abinyasalma
__________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål
♻Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/wasathiyah
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/alwasathiyah
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Q&A : HUKUM IKUT ORGANISASI MAHASISWA ?

الوسطية والاعتدال

Question Answer Audio 🔈

HUKUM IKUT ORGANISASI MAHASISWA ❓

Pertanyaan :
Bismillah.. afwan ustadz ana mau minta nasihat dan sarannya, ana sedang kuliah kemudian ada temen yang mengajak masuk organisasi mahasiswa (organisasi ini salah satu otonom dari satu jum’iyyah / ormas yang ada di indonesia), katanya ini adalah wadah pengkaderan, dalam artian orang-orang yang masuk organisasi mahasiswa ini disiapkan untuk menjadi penerus para pimpinan yang ada di pusat jum’iyyah nya. Keorganisasian nya juga dipisah antara mahasiswa sama mahasiswi, tapi kalau ada acara kadang disatukan.
Bagaimana pandangan ustadz mengenai hal ini..?

➖➖➖➖➖

Jawaban :
Kalau nasehat saya adalah :

▪ Pertama : Anti sibukkan dengan menyelesaikan kuliah anti secepatnya. Karena tempat kuliah itu adalah tempat yang di dalamnya banyak sekali kemaksiatannya. Ada ikhtilat didalamnya, fitnahnya besar mulai dari fitnah syubuhat maupun fitnah syahwat.

Segeralah anti menyelesaikan kuliah dari tempat kuliah tersebut agar lepas dari fitnah-fitnah yang ada disana.

▪Kedua : Jangan sekali-kali meninggalkan majelis-majelis ilmu. Majelis-majelis yang mengajarkan ilmu yang shahih (yang benar), yang mengajarkan aqidah shahihah, yang mengajarkan manhaj yang shahih.

Jadi ketika kuliah coba cari tempat pengajian. Kalau bisa kajian yang rutin atau kajian ilmiah. Kajian kitab, misalnya yang membahas suatu permasalahan secara tafshil, secara detail, yang mengajarkan tentang aqidah dan manhaj ataupun yang membahas masalah fiqih yang wajib diketahui setiap muslim, atau hadits-hadits nabi yang mulia ﷺ.
Maka sibukkan juga hal-hal yang seperti ini yang إنْ شَاءَ اللَّهُ akan membawa banyak manfaatnya.

▪Ketiga : Apabila kita diajak untuk ikut organisasi-organisasi yang dimana organisasi ini adalah organisasi yang mengajak kepada ormas-ormas atau jum’iyyah, maka nasehat saya adalah lebih baik tinggalkan! Karena sejatinya dengan adanya jum’iyyah-jum’iyyah ataupun ormas-ormas itu, maka kita khawatir akan diajak kepada ta’asshubhat (fanatisme kelompok) yaitu bersekte-sekte atau berkelompok-kelompok, karena biasanya Tim Jum’iyyah itu memiliki :
— Anggaran dasar sendiri.
— Aturan-aturan sendiri
— Dikhawatirkan juga memiliki metode atau manhaj-manhaj yang berbeda
— Dikhawatirkan juga didalam manhaj atau aqidah jum’iyyah ini ada penyelewengan-penyelewengan ataupun penyimpangan-penyimpangan yang tidak kita ketahui.

Maka apabila ada yang mengajak kita untuk mengikuti organisasi dimana organisasi ini adalah salah satu organisasi yang sudah menginduk kepada salah satu partai misalnya, atau salah satu ormas didalam islam, maka lebih baik tinggalkan.
Kita lebih baik menjadi orang yang merdeka, orang yang otonom (sendiri), yang kita tidak diikat dengan ikatan kelompok-kelompok ataupun jum’iyyah…

Wallahu ‘alam

🎙Jawaban Q&A : Ustadz Abu Salma Muhammad Muhammad حفظه الله تعالى

🖋Transkrip : Uray Sriwahyuni
__________________

👥 Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 Facebook : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad/