Tag Archives: ibuhamil

FAIDAH RAMADHAN [ Bag. 9 / 20 ]

🇫‌🇦‌🇮‌🇩‌🇦‌🇭 ‌🇷‌🇦‌🇲‌🇦‌🇩‌🇭‌🇦‌🇳

(Bagian 9/20)

🔗 https://bit.ly/alwasathiyah

PUASANYA WANITA HAMIL, MENYUSUI, SERTA LANSIA

Fadhilatusy Syaikh ‘Ali bin Hasan al-Halabi hafizhahullah berkata,

( هؤلاء يدخلون في قوله تعالى :
(… وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ …)

“Orang-orang ini termasuk dalam firman Allah Ta’ala,
“… Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin…”
( QS. Al-Baqarah: 184 )

إذن يطعمون عن كل يوم مسكينا،
فالحامل والمرضع لا تقضي وإن قال به
بعض الفقهاء.

Oleh karena itu orang-orang tersebut harus memberi makan satu orang miskin setiap harinya, wanita hamil dan menyusui tidak harus meng-qadha puasa, walau sebagian ahli fiqih mengatakan wajib qadha.

بل أن بعض الصحابة رضي الله عنهم
أدخَلوا في عموم الآية (( الحامل
والمرضع ))، سواء أكان خوفهما على
أنفسهما أو على الرضيع أو الجنين.

Bahkan sebagian sahabat Radhiyallahu ‘anhum memasukkan wanita hamil dan menyusui dalam keumuman ayat, sama saja apakah yang dikhawatirkan (jika berpuasa) itu dari diri para wanita tersebut, anak yang menyusu, atau janin mereka.

امرأة خافت على نفسها نتيجة حملها تمرض تتضعف أو خافت على جنينها، وقالت أنا قوية لكن أخاف جنيني يتأثر، أو مرضِعة ولكن خافت أن صيامها يؤثر على الحليب والإرضاع، طَالَمَا وجدت هذه الأعذار فلا مانع من أن تفطر وتطعم عن كل يوم مسكين.

Wanita hamil yang dikhawatirkan (jika ia berpuasa) maka akan membahayakan dirinya atau janinnya, dan ia berkata,
“Saya kuat (berpuasa) namun saya khawatir janin saya terpengaruh yakni menjadi lemah sebab puasa ibunya”, atau wanita menyusui yang khawatir puasanya akan mempengaruhi (kandungan) ASI dan (proses) pemberian ASI-nya, seringkali ada uzur-uzur seperti ini, maka tidak ada penghalang bagi mereka untuk berbuka yakni mereka boleh untuk tidak berpuasa, dan orang seperti ini harus memberi makan seorang miskin setiap harinya.”
[ 📒 Syarh Kitabil Iqna’, Bab Puasa, oleh Syaikh ‘Ali Hasan al-Halabi hafizhahullah ]

  • Bersambung In syaa Allah

Dialih bahasakan oleh :
🖊️ Brave Ummu Abdirahman

Dimuroja’ah oleh :
✒️ @abinyasalma

ℳـ₰✍
​✿❁࿐❁✿​
@alwasathiyah


👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG :  https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

📎 Sumber : 
Booklet : Kompilasi Faidah Ramadhan 1439 H – Grup AWWI

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

Q&A : HUKUM FIDYAH &PELAKSANAANNYA DI MASA KINI

Question Answer

HUKUM FIDYAH & PELAKSANAANNYA DI MASA KINI 🍚🍲🥛

PERTANYAAN :

السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته

Afwan ustadz bisa jelaskan lebih detail perkara hukum fidyah dan cara pelaksanaannya di zaman sekarang? Jazaakallaahu khayran

➖➖➖➖➖➖➖

JAWABAN :

وعليكم السَّلام ورحمةاللّٰه وبر كاته

Simak pembahasan serupa pada artikel berikut ini :

Tanya :

Saya melahirkan anak pertama, kedua, dan ketiga pas akhir bulan Sya’ban dan ketika bulan Ramadhan, jadi saya hanya bayar fidyah, tapi belum sempat mengqodho, karena saya masih menyusui keburu hamil lagi, dan saya masih ada hutang 2 bulan puasa, bagaimana ini ustadz?

➖➖➖➖➖➖➖
Jawaban :

بــسم اللّٰـه
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

👉 Pendapat yang rajih adalah ketika wanita hamil atau menyusui sudah membayar fidyah, maka sudah menggugurkan kewajiban qodho.

👉 Jika berpegang dengan pendapat ulama yang mewajibkan untuk fidyah dan qodho, maka wajib melaksanakan keduanya…

👉 Ini khilaf diantara ulama :
➖Hanya qodho saja, karena disamakan dengan orang sakit
➖Hanya fidyah saja
➖Wajib qodho dan fidyah sekaligus

👉 Sejumlah ulama memperincinya lagi, berdasarkan efek dari puasa
➖Jika ibu hanya khawatir untuk dirinya saja, tidak untuk anaknya, maka wajib qodho
➖Jika ibu khawatir dengan dirinya dan anaknya, maka wajib fidyah. Sejumlah ulama berpendapat tetap wajib qodho.
➖Jika khawatir dengan anaknya saja, namun tidak dengan diri sang ibu, maka wajib fidyah dan qodho sekaligus.

Walau kondisi wanita berbeda-beda ketika hamil dan menyusui, namun secara umum wanita hamil dan menyusui itu membutuhkan nutrisi yang lebih dibandingkan dalam kondisi tidak hamil dan menyusui…
Sehingga, apabila asupan nutrisi kurang, maka dikhawatirkan akan membahayakan baik untuk sang ibu maupun sang anak…

Islâm datang dengan kemudahan dan kemaslahatan. Syariat Islam pun menolak bahaya dan kemadharatan.
Karena itu ada keringanan (rukhsah) yang Allâh berikan, kepada orang yang sakit, orang jompo, musafir, dll…

👉 Karena itu, saya pribadi lebih condong kepada pendapat ulama yang memperincinya sesuai kondisi…
➖wanita hamil tahun ini, maka kemungkinan besar tahun depan dia masih menyusui. Maka dia boleh memilih antara qodho atau fidyah.
➖wanita menyusui lalu meninggalkan puasa, maka dia lebih baik qodho puasa. Kecuali apabila dia hamil lagi. Maka dia cukup fidyah.

Cara menunaikan fidyah itu caranya lapang…
Misal seorang wanita tidak berpuasa 30 hari karena hamil…
Maka :
1. Boleh memberi makan siap saji (sdh matang lengkap dg lauk lbh utama) kepada 1 orang fakir miskin setiap hari selama 30 hari.
2. Mempersiapkan 30 makanan siap saji lalu lgsg dibagikan kepada 30 fakir miskin dalam sehari itu.

Wallahu ta’ala a’lam bish shawab

✍️ Ustadz Abu Salma Muhammad حفظه الله تعالى
__________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål
♻Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/wasathiyah
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/alwasathiyah
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/