Tag Archives: ibu

IBU, IBU dan IBU

๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ญโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡นโ€Œ

IBU, IBU dan IBU

Duluโ€ฆ
Beliau rela membongkokkan punggungnya agar punggung kita bisa tegak.

Sekarangโ€ฆ
Saat tubuhnya telah bongkok, sudikah kita melakukan hal yang sama??

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu โ€˜anhu, beliau menceritakan, โ€œAda seorang pria datang kepada Rasulullah Shalallahu โ€˜alaihi wa Sallam dan berkata, โ€˜Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?โ€™ Nabi Shalallaahu โ€˜alaihi wa Sallam menjawab, โ€˜ibumu!โ€™ ditanya kembali hingga 3x dan jawaban Nabi tetap ibumu. Kemudian baru ayahmu.โ€ ( Muttafaq alaihi)

Al-Qur’an juga menerangkan kemuliaan ibu,

(ูˆูŽูˆูŽุตูŽู‘ูŠู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ุฅูู†ุณูŽุงู†ูŽ ุจููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู‡ู ุญูŽู…ูŽู„ูŽุชู’ู‡ู ุฃูู…ูู‘ู‡ู ูˆูŽู‡ู’ู†ุงู‹ ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽู‡ู’ู†ู ูˆูŽููุตูŽุงู„ูู‡ู ูููŠ ุนูŽุงู…ูŽูŠู’ู†ู)

โ€œDan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada dua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.โ€
( QS. Luqman: 14)

Dan firman-Nya,

(ูˆูŽูˆูŽุตูŽู‘ูŠู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ุฅูู†ุณูŽุงู†ูŽ ุจููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ุงู‹ ุญูŽู…ูŽู„ูŽุชู’ู‡ู ุฃูู…ูู‘ู‡ู ูƒูุฑู’ู‡ุงู‹ ูˆูŽูˆูŽุถูŽุนูŽุชู’ู‡ู ูƒูุฑู’ู‡ุงู‹ ูˆูŽุญูŽู…ู’ู„ูู‡ู ูˆูŽููุตูŽุงู„ูู‡ู ุซูŽู„ูŽุงุซููˆู†ูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑุงู‹)

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.”
( QS al-Ahqof: 15)

Kenapa Nabi menyebutkan Ibu 3X? Karena Ibu yang mengandung, melahirkan, menyusui hingga menyapih anaknya.

Ingatlah sabda Nabi ini,

ยซ ุฃูŽู†ู’ููู‡ู ุซูู…ูŽู‘ ุฑูŽุบูู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ููู‡ู ุซูู…ูŽู‘ ุฑูŽุบูู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ููู‡ู ยป. ู‚ููŠู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู’ูƒูุจูŽุฑู ุฃูŽุญูŽุฏูŽู‡ูู…ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ูƒูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ูŽุง ุซูู…ูŽู‘ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽยป.

โ€œSungguh celaka, sungguh celaka, sungguh celaka.โ€ Ada yang bertanya, โ€œSiapa, wahai Rasulullah?โ€ Beliau bersabda, “celakalah seorang yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak menyebabkannya masuk surga.”
( HR. Muslim)Semoga Allah menyayangimu selalu wahai Ibu.

โ„ณู€โ‚ฐโœ
โ€‹โœฟโเฟโโœฟโ€‹
@abinyasalma

๐Ÿ”— Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.


๐Ÿ‘ฅ Al-Wasathiyah Wal-I’tidฤl
โœ‰ TG :ย  https://t.me/alwasathiyah
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
โ€Œ๐Ÿ‡ซ FB : fb.com/wasathiyah
๐Ÿ“น Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท IG : instagram.com/alwasathiyah
๐Ÿ”Š Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

Serial Parenting : LANGKAH-LANGKAH PRAKTIS DALAM MENDIDIK ANAK

โ€Œ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฑใ€€โ€Œ๐Ÿ‡ตโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡นโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ฌ
LANGKAH -LANGKAH PRAKTIS DALAM MENDIDIK ANAK

KEDUA BELAS : MENGAJARKAN KALIMAT TAUHID KEPADA ANAK-ANAK

Ketika anak sudah mulai ber-bicara, maka hendaknya yang pertama kali diajarkan oleh orang tua kepada anak-anak adalah kalimat tauhid dan mentalqinkan (men-diktekan)-nya.

Dari Ibnu โ€˜Abbรขs Radhiyallรขhu โ€˜anhumรข, dari Nabi ๏ทบ bahwa beliau bersabda :

ุงูู’ุชูŽุญููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุตูุจู’ูŠูŽุงู†ููƒูู…ู’ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูŽ ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู : ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู, ูˆูŽู„ูŽู‚ู‘ูู†ููˆู‡ูู…ู’ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู…ูŽูˆู’ุชู : ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู

โ€œ Ajarkan pertama kali bagi anak-anak kalian, agar ucapan pertama kali mereka adalah Lรข Ilรขha illallรขh, dan talqinlah mereka saat menjelang wafatnya dengan Lรข Ilรขha illallรขh .โ€

Ummu Sulaim Radhiyallรขhu โ€˜anhรข, biasa mentalqin putera beliau, Anas Radhiyallรขhu โ€˜anhu :

ู‚ูู„ู’ : ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู, ู‚ูู„ู’ : ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู

โ€œ Ucapkan Lรข Ilรขha illallรขh, ucapkan Asyahdu anna Muhammadan Rasรปl-ullรขh !โ€ Dan beliau melakukan ini sebelum menyapih Anas.

Hendaknya hal ini dikerjakan di hadapan sang anak secara berulang-ulang, terutama oleh sang ibu karena dialah yang lebih banyak bermain dengan sang anak. Hendaknya sang ibu membiasakan hal ini, hingga apabila sang anak sudah mulai mengerti, maka hendaknya si ibu menjelaskan arti kalimat tersebut secara sederhana agar bisa difahami oleh sang anak.

Hendaknya sang anak diajar bahwa Allรขh itu tunggal, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah Sang Pencipta, yang berada di atas langit, beristiwรข di atas Arsynya. Dia Maha Melihat segala perbuatan kita dan Yang Maha Mengetahui segala kondisi kita. Ia Maha Mendengar lagi Mengetahui, dan Dia Maha Ber-kemampuan atas segala hal.

Sang anak juga dididik untuk bertawakkal kepada Allรขh, karena Dia lah Allรขh Sang Maha Penyembuh. Kewajiban kita adalah mencintai-Nya dan mengibadahi-Nya. Tidak lupa juga mengajarkan anak untuk men-cintai Nabi ๏ทบ dan menaati beliau.

Menceritakan bagaimana perangai dan sifat-sifat beliau, bahwa Nabi itu menyenangi anak-anak dan senang bermain dengan mereka, dan hal-hal semisal yang dapat dipahami oleh akal mereka.

Hendaknya pula mengulang-ulangi : โ€œSiapa Tuhanmu?โ€, โ€œApa agama-mu?โ€, โ€œDi mana Allรขh?โ€ dst…

Perlu juga mereka diajarkan untuk mencintai sahabat-sahabat Nabi dan orang-orang yang shalih. Serta menghafalkan surat al-Fatihah, al-Ikhlas dan Muโ€™awwidzatain (yaitu an-Nรขs dan al-Falaq).

[ bersambung Insya Allah ]

โœ@abinyasalma
______________________

โœ‰Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidรฅl
โ™ปTelegram: https://bit.ly/abusalma
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
๐Ÿ’ Facebook : http://fb.me/abinyasalma81
๐Ÿ”ฐYoutube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/
๐ŸŒ€Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/