Tag Archives: ibadah

FAIDAH RAMADHAN [Ke-22]

‌🇫‌🇦‌🇮‌🇩‌🇦‌🇭 ‌🇷‌🇦‌🇲‌🇦‌🇩‌🇭‌🇦‌🇳

🗓 Ke-22
•••═══ ༻✿༺═══ •••

I ’ T I K Ā F

Syaikh DR. Shalih al-‘Ushaimy berkata,

“Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
« الاعتكاف هو قطع العلائق عن الخلائق للاشتغال بخدمة الخالق »
“I’tikāf itu sejatinya ialah memutus berbagai hubungan dengan para makhluk (yakni manusia), dengan tujuan untuk menyibukkan diri melayani Sang Khalik”. [selesai]

والمراد بالخدمة: العبادة، والتعبير بها أكمل
Dan yang dimaksud “melayani” di sini yaitu beribadah, dan ungkapan “melayani” itu lebih lengkap.

📌 الذي يلزم مسجدا وهو مشتغل بالكلام مع الناس والعبث ويقضِّي وقته بالطعام والنوم واستعمال الانترنت ونحو ذلك فإنه لا يسمى اعتكافا، بل يسمى إقامة، وهو يخدع نفسه، وينبغي تنزيه المسجد عن هذه الأحوال الرديئة.
Orang yang menetap di masjid namun ia sibukkan dengan obrolan bersama orang-orang dan hal sia-sia, bahkan ia habiskan waktunya dengan makan dan tidur, asyik berselancar di internet, dan sebagainya, maka ini sejatinya tidak disebut i’tikāf, tapi menumpang tinggal (di masjid), dan (orang seperti itu) menipu dirinya sendiri. Karena seharusnya masjid itu dibersihkan dari hal-hal rendahan seperti ini.

📌 للإنسان أن يعتكف في أي حين من السنة ولو لم يكن صائما ، ولو كان لمدة يسيرة ؛ فقد روى عبدالرزاق وغيره بإسناد صحيح عن يعلى بن أمية: ” إني لأدخل المسجد لا أريد إلا أن أعتكف ساعة”.
(Dianjurkan) bagi seseorang agar dia ber-i’tikāf kapan saja dalam setahun walaupun saat dia tidak berpuasa, meski hanya sebentar waktunya;
Abdurrazzāq dan selainnya telah meriwayatkan dengan sanad yang shahih, dari Ya’lā bin Umayyah, “Saya benar-benar akan masuk masjid, dan saya tidak ingin (melakukan apapun) selain ber-i’tikāf sesaat saja (sā’atan)”.

⏳ الساعة هي البرهة المستكثرة من الزمن، وهي في تقدير الدقائق في زمننا هذا بين الأربعين إلى خمس وأربعين دقيقة وهو الذي أدركت عليه كبار السن ، وأخبرني أحد أصحابنا عن العلامة أبي تراب الظاهري -وهو من شيوخ اللغة المعروفين- أن الساعة التي تعرفها العرب أقرب ما تكون ٤٥ دقيقة بتوقيتنا .

“Sesaat” (as-sā’ah) di sini maksudnya “waktu sejenak yang waktunya diperpanjang”, dan itu kalau diukur dengan hitungan menit pada zaman kita ini berarti sekitar 40-45 menit, dan itulah yang kudapati dari para orang tua.
Salah seorang sahabat kami pun mengabarkanku, dari al-‘Allāmah Abū Turāb azh-Zhāhiri —beliau adalah salah satu ahli bahasa yang terkenal—, bahwa “Kata _as-Sā’ah_ (sesaat) yang dikenal oleh orang Arab adalah mendekati 45 menit menurut perhitungan waktu kita”.

📌 لا يتقيد الاعتكاف برمضان، و لا يُشترط الصوم للاعتكاف؛ فيشرع للعبد أن يعتكف في أي حين من السنة ولو لم يكن صائما ولو كان لمدة يسيرة .
Pelaksanaan i’tikāf tidak terikat dengan Ramadhan saja, juga tidak disyaratkan puasa untuk ber-i’tikāf; Disyariatkan bagi seorang hamba —maksudnya seorang muslim— agar dia ber-i’tikāf kapan saja dalam setahun walaupun dia tidak berpuasa dan meski hanya sebentar waktunya.

📌 المختار أن الاعتكاف عامٌّ لجميع المتعبدين من الرجال والنساء لا فرق بين شاب ولا شيخ .
(Pendapat) yang terpilih adalah bahwa i’tikāf itu umum bagi seluruh orang yang gemar beribadah dari kalangan laki-laki maupun perempuan, tak ada bedanya pemuda ataupun orang tua.

📌 ما يفعله كثير من الناس من جعلهم محل اعتكافهم محطّاً للزوار ومجلسا للمعاشرة ، فإن هذا الاعتكاف لون والاعتكاف النبوي لون آخر .
Yang dikerjakan kebanyakan orang adalah mereka menjadikan tempat i’tikāf mereka —yakni masjid— sebagai tempat persinggahan pelancong dan majelis untuk kumpul-kumpul, maka i’tikāf ini berbeda jenisnya dari i’tikāf yang dicontohkan Nabi.

🔸Dari Channel Syaikh Shālih al-‘Ushaimi🔸
______________________

Catatan :
Di sini ada yg menarik dari definisi syaikh al-Ushaimi ttg kata ساعة (sesaat) yg dikaitkan dg makna “jam” (waktu) di zaman ini, dimana jam ini kaitannya dg يوم (hari = 24 jam) dan kaitannya dg دقائق (menit dimana 1 jam = 60 menit)…

Padahal dalam terma fikih, kata ساعة tdk berkaitan dg “jam”, namun berkaitan dg البرهة المطلقة (waktu pendek secara mutlak) yaitu “sekejap, sejenak, sebentar, sekilas, dll”…
Di dalam _at-Ta’rîfât al-Fiqhiyah_ (hal. 110) disebutkan :

الساعة: في عرف الفقهاء جزء من الزمان وإن قلَّ لا جزء من أربعة وعشرين من يوم بليلته أي ستون دقيقة كما يقوله المنجِّمون كذا في “الدار المختار”
Sesaat (الساعة) menurut urf (kebiasaan) para pakar fikih, adalah bagian dari waktu meski hanya sedikit (sebentar). Bukan merupakan bagian dari 24 jam dalam sehari semalam, yaitu 60 menit sebagaimana dipaparkan oleh ahli astrologi di dalam ad-Dârul Mukhtâr

Banyak sekali terma _sâ’ah_ kita jumpai di dalam buku² fiqih dan hadits, yang maknanya adalah waktu sejenak secara mutlak…
Misalnya :

عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، أَنَّهُ قَالَ: «… إِذَا كَبَّرَ الْإِمَامُ سَكَتَ سَاعَةً لَا يَقْرَأُ قَدْرَ مَا يَقْرَؤُنَ أُمَّ الْقُرْآنِ»
Dari Said bin Jubair beliau berkata :
“apabila Imam takbir, diam “sesaat” dan tidak membaca yang panjangnya seperti al-Fatihah…”
Diam sesaat (سكت ساعة) di sini tentunya tidak sampai 40-45 menit. Sebab akan menjadi panjang dan lama.
Wallahu a’lam.
(Faidah dari Ust Babahnya Sofia)

•••═══ ༻✿༺═══ •••
✍🏻 @abinyasalma
•••═══ ༻✿༺═══ •••

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
♻Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/wasathiyah
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/alwasathiyah
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Q&A : BERNIAT DALAM HATI UNTUK MEMBERI HADIAH APAKAH TERMASUK NADZAR ❓🎁

الوسطية والاعتدال

PERTANYAAN :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz… Apabila kita bepergian lalu membeli barang ingin diberikan kepada si A, lantas kita pulang karena sesuatu hal barang itu kita berikan kepada si B.
Baik si A & si B tidak tahu dengan niat kita.
Apakah niatan dalam hati itu sudah termasuk nadzar ?
Apa yang harus dilakukan bila sudah terlanjur memberi kepada orang yang bukan diniatkan ?

Jazaakallahu khayran

➖➖➖➖➖➖➖
JAWABAN :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Sekedar niat itu tidak masuk nadzar, karena nadzar secara bahasa maknanya adalah jika dikatakan nadzara Fulanun as-Sya’a (Fulan menadzarkan sesuatu) artinya awjabahu ‘ala nafishi (ia mewajibkan sesuatu itu atas dirinya).
Karena itu nadzar dalam terminologi adalah ucapan seseorang yang mewajibkan dirinya sendiri untuk melakukan suatu ibadah yang secara asal ibadah tersebut tidaklah wajib.
Maka inilah nadzar… Dan nadzar itu bagian dari ibadah.
Sedangkan Nadzar itu sendiri ada 2 macam :

1⃣ Nadzar Muthlaq
= Mewajibkan sesuatu atas diri tanpa menentukan persyaratan. Misal : seseorang yang berkata, “saya dari hari ini bernadzar akan melakukan sholat malam selama sebulan penuh”. Maka wajib baginya menunaikannya.

2⃣ Nadzar Muqoyyad yaitu Mewajibkan sesuatu atas diri dengan menentukan persyaratan seperti jika doanya dikabulkan, misal seseorang berkata, “jika proyek saya berhasil, saya akan kasih makan 100 fakir miskin setiap hari selama sebulan”. Ini juga wajib ditunaikan. Dan nadzar seperti ini menurut para ulama makruh hukumnya dan ibadahnya orang yang pelit.

Adapun niat adalah _al-qoshdu_ (maksud) dan letaknya di dalam hati…
Niat itu ada 2 macam, niat baik dan buruk.
🔹 Niat baik maka akan diberi ganjaran pahala oleh Allah meskipun belum terealisir dalam bentuk amalan. Misal, seseorang hendak membeli hadiah kepada saudaranya namun ternyata duitnya tidak cukup, atau dia sudah beli namun diberikan pada orang lain. Maka niat baiknya tercatat.
🔸 Amalan mubah dapat bernilai ibadah dengan niat yang baik. Misal, tidur dengan niat besok akan fit untuk bekerja mencari nafkah dan ibadah.
🔹 Amalan maksiat tidak akan berubah menjadi baik meski diiringi niat yang baik. Misal korupsi dengan niatan untuk bangun masjid.
🔸 Niat buruk yang muncul namun tidak direalisasikan, maka tdk berdosa. Misal ada org yg jengkel dengan seseorang dan hendak memakinya, namun ia tahan tidaj jadi, maka ia tdk berdosa.
🔹Niat buruk yang direalisasikan dalam amalan maka akan membuahkan dosa.
🔸 Niat buruk dalam amal baik menyebabkan amalan tersebut tidak diterima Allah alias sia-sia.

Wallahu a’lam

✍@abinyasalma
__________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål
♻Telegram: https://bit.ly/abusalma
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

awwi 1