Tag Archives: hati

WASPADAI MATINYA IMAN !

🇳‌🇦‌🇸‌🇮‌🇭‌🇦‌🇹‌

WASPADAI MATINYA IMAN❗

Sahabat,
Iman itu bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan. Iman juga memiliki akar, dahan, ranting, daun dan buah.Akar iman adalah pokoknya, apabila tercabut maka akan mati dan binasa, meski tubuhnya masih berjalan di muka bumi, namun sejatinya ia adalah mayat berjalan.

Seorang muslim harus terus memelihara imannya, agar terus tumbuh subur dan terjaga. Karenanya kita dianjurkan untuk terus berdzikir, karena dzikir itu menenangkan hati (lihat QS. ar-Ra’d: 28) dan dengan menelaah al-Qur’an, karena al-Qur’an dapat menambah keimanan.
(lihat QS al-Anfal: 2).

Islam agama sempurna nan indah, saat kita tidur dan bangun tidur, tak lepas dari dzikir kepada Allah.

Menariknya saat kita akan tidur, kita dianjurkan berdoa:

« بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا »

“Dengan Nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup.”
( HR. Bukhari 6324 )

Tidur disebut mati.
Para ulama menerangkan bahwa tidur itu adalah ‘al-maut ash-shaghir’ (kematian kecil). Tapi dapat membawa kepada kematian besar, yaitu saat seseorang sudah tak bisa bangun lagi.

Karenanya, saat seorang hamba terbangun dari tidur, maka ia harus bersyukur kepada pencipta-Nya, yang memperbaharui kehidupannya kembali, dan hendaknya ia membaca:

« اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ »

“Segala sanjungan hanyalah milik Allah semata yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan hanya kepada-Nya kami kan kembali.”
( HR. al-Bukhari dalam Fathul Baari 11/113, Muslim 4/2083 )

📝 Karenanya seorang muslim saat ia diizinkan untuk bangun dari tidurnya, hendaknya ia bersyukur kepada Allâh dengan hatinya, berdzikir dengan lisannya dan mengawali harinya dengan sholat fajar (shubuh), karena sholat itu lebih baik daripada tidur.

Jika Anda sering meninggalkan sholat fajar, maka ketahuilah, bukan fisik anda saja yang ‘mati’ (mati kecil/tidur), namun iman anda juga ‘mati’. Jika kau terbangun dan melalaikan sholat fajar, maka bisa jadi tubuhmu hidup kembali, tapi imanmu mati dan terkubur, sehingga tak ada lagi ketenangan, kebahagiaan dan ketentraman yang anda rasakan.

ℳـ₰✍
​✿❁࿐❁✿​
@abinyasalma

🔗 Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.


👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG :  https://t.me/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

BIARKAN PINTU ITU TERTUTUP [ Bag. 2/2 ]

‌🇸‌🇪‌🇷‌🇮‌🇦‌🇱 ‌
🇫 🇦 🇼 🇦 🇮 🇩

BIARKAN PINTU ITU TERTUTUP

(Seri 2/2)

🔗 https://t.me/alwasathiyah

بعض الأبواب فتحها سيجرحك
فالأفضل أن تتركهامغلقة

“Ada sejumlah pintu yang jika kau buka akan melukaimu, sehingga lebih baik kau biarkan pintu itu tertutup.”

FAIDAH-FAIDAH :

▪️ 1. TUTUP PINTU HATI DARI KAWAN YANG BURUK

Ini sangat penting, karena kawan yang buruk akan berakibat buruk pada diri, yaitu mengajak kepada kemaksiatan, kegelapan dan kehancuran.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

(وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلٰى يَدَيْهِ يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِى اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُوْلِ سَبِيْلًا ﴿٢٧﴾ يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَا نًا خَلِيْلًا ﴿٢٨﴾ لَقَدْ اَضَلَّنِيْ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ اِذْ جَآءَنِيْ ۗ وَكَا نَ الشَّيْطٰنُ لِلْاِنْسَا نِ خَذُوْلًا {٢٩} )

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya (yakni: sangat menyesal), seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran ketika Al-Quran itu telah datang kepadaku.” Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.”
( QS. Al-Furqan: 27-29)

▪️ 2. TUTUP DARI MASA LALU YANG KELAM

Masa yang lalu biarlah ia berlalu. Tak ada gunanya terpuruk dengan kesedihan berkepanjangan.

Demikian pula dengan kenangan pahit, sudahlah… saat nya TUTUP pintu itu rapat-rapat…

Jangan merasa gagal atas menggunungnya kesalahan yang sudah kita lakukan, kita memang tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi teruslah berharap agar Allah terus memberikan kita waktu untuk berusaha mengubah apa yang ada di hadapan kita untuk menjadi lebih baik.

Hadits di bawah ini sangat memotivasi kita untuk bersemangat berbuat yang ma’ruf dan memperbaiki kesalahan di masa lalu

إِنَّ اللَّهَ لَمَّا قَضَى الْخَلْقَ كَتَبَ عِنْدَهُ فَوْقَ عَرْشِهِ إِنَّ رَحْمَتِى سَبَقَتْ غَضَبِى

“Ketika Allah menciptakan makhluk, Dia menuliskan di sisinya di atas arsy-Nya: Sesungguhnya kasih sayang-Ku mendahului kemurkaan-Ku”
( HR al-Bukhari no. 7015) dan Muslim no. 2751) dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu )

3. TUTUP DARI PENYAKIT-PENYAKIT HATI

Allah Azza wa Jalla berfirman,

(فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا)

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allâh penyakitnya” ….
( QS Al-Baqarah :10)

TUTUP lalu KUNCI dan larilah menjauh, jangan engkau dekati apalagi membukanya karena penyakit ini jika menjangkiti hati akan membuahkan sifat-sifat tercela. Oleh karena itu WASPADALAH !

Salah satu sifat tercela yang seringkali kita lalai darinya adalah bahaya LISAN, seperti ,

Lisan yang terbiasa berkata dusta
Lisan yang mudah melukai hati
Lisan yang pandai mencela kehormatan orang lain
Lisan yang enteng mencaci maki
Lisan yang kerap berkata kotor dan kasar
Lisan yang ringan menggunjing dan mengadu domba

Dan kebiasaan tercela lisan lainnya yang sangat berbahaya dan membawa kehancuran diri sendiri dan orang lain

Sungguh mengerikan ancaman Allah kepada orang-orang yang tidak dapat menjaga lisannya.

Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
“Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat.”
( HR. Muslim)

4. TUTUP DARI PERKARA SYUBHAT DAN KEHARAMAN

Jangan ragu untuk MENUTUP PINTU yang satu ini, kita tidak boleh sekehendak hati memilih mana perkara yang kita sukai saja, padahal kenyataannya hukumnya samar bahkan haram. BERHATI-HATILAH !

Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan,
“Jika perkaranya syubhat (samar), maka sepatutnya ditinggalkan. Karena jika seandainya kenyataan bahwa perkara tersebut itu haram, maka ia berarti telah berlepas diri. Jika ternyata halal, maka ia telah diberi ganjaran karena meninggalkannya untuk maksud semacam itu. Karena asalnya, perkara tersebut ada sisi bahaya dan sisi bolehnya.”
[ 📚 Fathul Bari (4: 291)]Semoga faidah yang sederhana ini membawa banyak manfaat

-SELESAI-

Oleh :
-ummufarah-
Dimuroja’ah oleh @abinyasalma

ℳـ₰✍
​✿❁࿐❁✿​
@alwasathiyah

🔗 Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.


👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG :  https://t.me/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad