Tag Archives: hadits

Q&A : APAKAH “MAN AROFA NAFSOHU” ADALAH SEBUAH HADITS ?

​Question Answer 
APAKAH” MAN AROFA NAFSOHU “ADALAH SEBUAH HADITS ? 📒
Tanya
Tanya ustadz 
1. Apakah ini hadist ustadz? *Man arofa nafsohu* 

2.Jika betul hadist shohih, mohon dijelaskan maksud hadist tsb

-3.Jika bukan hadist, mengapa  masih banyak 

dipakai oleh sekelompok?

Jazaakalloh khoir.
➖➖➖➖➖

Jawab

1⃣ Hadits yang berbunyi 

( من عرف نفسه عرف ربه)

Siapa yang mengenal dirinya niscaya mengenal Rabb-nya

Adalah hadits yang باطل لا أصل له (BATIL lagi GA ADA ASALNYA) 
🔹Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :

 ” وَبَعْضُ النَّاسِ يَرْوِي هَذَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَيْسَ هَذَا مِنْ كَلَامِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا هُوَ فِي شَيْءٍ مِنْ كُتُبِ الْحَدِيثِ وَلَا يُعْرَفُ لَهُ إسْنَادٌ ”

Sebagian orang meriwayatkan ucapan ini dari dari Nabi ﷺ padahal ini tidak berasal dari Nabi ﷺ dan tidak ada sedikitpun (dijumpai) di buku² hadits dan tidak pula diketahui sanad nya. 
🔹Ibnu Hajar al-Haitsami ketika ditanya ucapan tsb, beliau menjawab di dalam _fatâwâ_-nya (I/677) :

 لا أصل له ، وإنما يحكى من كلام يحيى بن معاذ الرازي الصوفي 

Tidak ada asalnya, hanya saja ucapan ini diriwayatkan dari Yahya bin Mu’adz ar-Razi ash-Shufi. 

👉🏻2⃣ Berkenaan dengan maknanya,  beliau mengatakan :

 ومعناه : من عرف نفسه بالعجز والافتقار والتقصير والذلة والانكسار عرف ربه بصفات الجلالة والجمالة على ما ينبغي لهما”

“Artinya, siapa yang mengenal dirinya dlm keadaan lemah, fakir (butuh), kurang, hina dan rendah, maka ia akan mengetahui Rabb-nya memiliki sifat yang mulia lagi indah yang kayak baginya.”
🔹As-Sakhowi dalam al-Maqâshidul Hasanah (no 1149) membawakan ucapan Abul Muzhoffar as-Sam’ânî yang mengatakan :

إنه لا يعرف مرفوعا وإنما يحكى عن يحيى بن معاذ الرازي يعني من قوله

“Sesungguhnya , tidak diketahui ucapan ini marfû‘  (sampai kepada Nabi). Namun ucapan ini diriwayatkan dari Yahya bin Mu’adz ar-Razi, bahwa ucapan tsb adalah perkataannya.”
🔹Demikian pula Imam Nawawi yang mengatakan bahwa ucapan tsb ليس بثابت (tidak valid) 

👉🏻2⃣ berkenaan dg maknanya, beliau mengatakan :

  من عرف نفسه بالحدوث عرف ربه بالقدم ومن عرف نفسه بالفناء عرف ربه بالبقاء

Siapa yang mengetahui dirinya adalah suatu yang baru (yang berasal dari ketiadaan), maka ia akan mengetahui bahwa Rabb-nya itu qidam (lama, tidak berasal dari ketiadaan dan bersifat selalu ada selamanya), dan barangsiapa yang mengetahui dirinya fana (tidak kekal), niscaya dia akan mengetahui Rabb-nya itu baqô‘ (kekal/abadi). 
3⃣ Riwayat ini banyak dipakai dalil oleh orang sufi, dan disandarkan kpd Nabi secara mukâsyafah (menyingkap ghaib), spt yg diklaim imamnya kaum zindiq, Ibnu Arobi ath-Tho’i, yang menyatakan bahwa hadits tsb adalah shahih karena berasal langsung dari kasyaf yang diilhamkan langsung kepada Jibril, wal’iyâdzubillâh
Apakah maknanya salah? 

Makannya tidak salah jika dipahami secara benar, dan ucapan di atas sejalan dengan firman Allah :

وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِين َوَفِي أَنْفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (QS adz-Dzariyat : 51-52)
✍@abinyasalma 

______________________
✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/
Diringkas dari http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=269690

Q&A : BOLEHKAH MENGAMBIL HADITS YANG TIDAK SHAHIH SEBAGAI QUOTE ?

​Question Answer
BOLEHKAH MENGAMBIL HADITS YANG TIDAK SHAHIH SEBAGAI QUOTE ? 📚
Tanya

Assalamu’alaikum Ustadz saya mau  tanya:
Misal ada seorang menggunakan dalil hadits  ternyata haditsnya tidak shahih. ketika diluruskan jawabnya:
Fokus ke manfaatnya aja, terlepas itu shahih atau nggak, bagi saya itu isinya yg bagus
Bagaimana tanggapan Ustadz ? 
➖➖➖➖➖➖

Jawab
Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh
1⃣ Ada larangan yang tegas berdusta atas nama Nabi, termasuk menisbahkan hadits lemah, palsu atau ga ada asalnya kepada Nabi, termasuk berdusta atas nama beliau shallallahu alaihi wa salam.

Dalam hadits yg mutawatir, Nabi bersabda :

من كذب علي متعمدا فليتيوأ مقعده من النار 

Barangsiapa dusta atas namaku maka siapkan tempat duduknya di atas neraka. 

2⃣ Tidak boleh berdalil dan berhujjah setelah tahu akan lemahnya atau invaliditas suatu hadits.

3⃣ Boleh mengemukakan hadits yang tidak shahih dengan menjelaskan ketidakshahihannya, dan tidak utk dijadikan sebagai dalil. 

4⃣ Menjadikan hadits tidak shahih sbg quote karena maknanya yang bagus, maka ada syaratnya :

➖Tidak bisa dijadikan dalil dalam urusan agama. 

➖Harus dijelaskan kelemahamnya atau tdk disandarkan kpd Nabi

➖Konten atau matannya tidak mungkar dan tdk menyelisihi al-Qur’an atau hadits yang lbh shahih

5⃣ Ketahuilah sesungguhnya ada ribuan hadits shahih yang bertebaran di dalam buku² hadits yang sekiranya kita pelajari dan kita ambil, maka kita sudah tidak butuh lagi dengan hadits² yang lemah, palsu, tdk ada asalnya, dan lain-lain. 

Wallahu a’lam
✍@abinyasalma 

______________________
✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/