Tag Archives: fawaid

YANG MANAKAH KITA ?

🇫‌🇦‌🇼‌🇦‌🇮‌🇩‌

🔗 https://bit.ly/alwasathiyah

YANG MANAKAH KITA ?

••• ════ ༻❓༺ ════ •••

Ada pepatah arab mengatakan,

*هناك من يسعد الناس أينما ذهب*
*وهناك من يسعد الناس إذا ذهب*

Ada orang yang menyebabkan orang lain bahagia kemana pun ia pergi…
Dan ada pula orang yang menyebabkan orang lain bahagia di saat ia pergi

•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

PERTAMA :
Ada orang yang menyebabkan orang lain bahagia kemana pun ia pergi..

Seorang mukmin sejati harus memiliki sifat dan menjadi manusia tipe yang pertama ini, karena kehadirannya selalu membuat orang lain bahagia dan selalu membawa manfaat, seperti hal nya hujan. kenapa hujan ?
karena…:
💧Jika dia datang, manusia bergembira …
💧Jika dia turun, dia bermanfaat bagi manusia …
💧 Jika dia pergi, dia meninggalkan jejak (pengaruh) bagi manusia …
💧Jika dia tidak ada, manusia merindukannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

«”خير الناس أنفعهم للناس.”»

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfa’at bagi manusia lainnya.
[📙 “As-Silsilah Ash-Shahihah“: 426, Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani]

Membuat orang lain bahagia merupakan amalan yang mulia.

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahualaihi wa sallam bersabda,

« أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا »

Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan hutangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir No: 13280, (12: 453). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ No: 176)

Lihatlah saudariku muslimah, bahkan membahagiakan orang lain dan melepaskan kesulitan mereka lebih baik dari i’tikaf di Masjid Nabawi sebulan lamanya. Maasha Allah

Oleh karena itu marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan ini dan saling memberi manfaat kepada sesama manusia. Dan juga mari kita sama-sama memperbaiki akhlak kita, karena amalan yang paling banyak memasukkan kita kedalam surga adalah akhlak yang mulia. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ اَلْجَنَّةَ تَقْوى اَللَّهِ وَحُسْنُ اَلْخُلُقِ»

Yang paling banyak memasukkan ke surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia.” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Maajah dan Al-Haakim dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

KEDUA :
Ada orang yang menyebabkan orang lain bahagia di saat ia pergi

Ini artinya dia menjadi orang yang tidak di senangi manusia karena manusia bersuka ria dan bahagia tatkala dia pergi dan sebalinya malah berduka tatkala dia tinggal. Tipe manusia ini sangat jelek. Kepergian
dirinya dianggap sebagai kebebasan dan kesenagan yang luar biasa. Bukan hanya bagi manusia, tapi juga bagi makhluk selain manusia. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ,

« يَسْتَرِيحُ مِنْهُ الْعِبَادُ وَالْبِلَادُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ »

Banyak manusia, bumi, pepohonan, dan binatang, beristirahat darinya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Demikianlah balasan bagi orang yang memiliki akhlak yang jelek. Akhlak jelek memiliki penyebutan yang buruk, sebab Allah Ta’ala memurkainya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam membencinya, dan seluruh manusia dari seluruh tempat juga membencinya.

Dari Jabir Bin Abdillah beliau berkata, Rasulullah ShallallahuAlaihi Wa Sallam bersabda,

« وإن أبغضكم إليَّ وأبعدكم مني في الآخرة أسْوَؤُكم أخلاقًا »
(رواه أحمد وحسنه الألباني)

Sungguh orang yang paling kubenci dan paling jauh dariku kelak di akhirat adalah orang yang paling jelek akhlaknya diantara kalian.” (HR Ahmad, dan di sahih kan oleh Al Albani).

Demikian tadi sedikit penjelasan mengenai dua tipe manusia. Yang pertama tipe manusia yang selalu membawa kebahagiaan dimanapun dia pergi dan yang kedua tipe manusia yang membuat orang lain bahagia tatkala dia pergi..

Oleh sebab itu sebaiknya seorang mukmin harus menjadi manusia tipe pertama karena kehadirannya selalu membawa manfaat bagi yang lainnya.

Dan semoga Allah ﷻ memberi taufik kepada kita semua, keluarga kita, saudara-saudara kita, dan pemimpin kita aamiin.

Wallohu ‘alam

••• ════ ༻❓༺ ════ •••

🖊️ Ditulis oleh :
Ummu Abdil Muhsin Titi

Dimuroja’ah oleh :
ℳـ₰✍
@abinyasalma

______________

👥 WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

CINTA PALSU [ Fawaid Bag.2/2 ]

🇫‌🇦‌🇼‌🇦‌🇮‌🇩‌

🔗 https://bit.ly/alwasathiyah

CINTA PALSU

[ Faidah Sederhana 2/2 ]

••• ════ ༻🥀༺ ════ •••

مهما كنت تظن أنك محبوب لدى الجميع فتأكد بأن أحدهم ينتظر اللحظة التي تقف فيها على الحافة ليدفعك للأسفل

Betapapun kau mengira bahwa dirimu dicintai oleh semua orang, namun yakinlah bahwa tetap ada salah satu dari mereka yang menunggu kesempatan kau berdiri di bibir jurang dan ia akan mendorongmu jatuh ke bawah

🖋@abinyasalma

•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

FAIDAH YANG BISA DIPETIK ANTARA LAIN

💠 Faidah Kelima

Waspada dari teman yang buruk

Pengertian buruk disini bukanlah rupa, tetapi adalah akhlak dan perangainya yang buruk.

Berhati-hatilah terhadap seseorang yang ingin berteman sebatas keinginan terhadap dunia, meraih keuntungan materi dan hanya ingin memanfaatkan harta dan ketenaran semata.

Waspadalah terhadap teman yang berpura-pura baik dan seakan bisa dipercaya, padahal sebaliknya penuh kecurangan, rakus dan tipu daya.

Teman yang seperti ini tidak hanya membawa penyesalan di dunia tetapi juga di akhirat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

( وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلٰى يَدَيْهِ يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِى اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُوْلِ سَبِيْلًا {٢٧} يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَا نًا خَلِيْلًا {٢٨} لَقَدْ اَضَلَّنِيْ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ اِذْ جَآءَنِيْ ۗ وَكَا نَ الشَّيْطٰنُ لِلْاِنْسَا نِ خَذُوْلًا {٢٩} )

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang dzalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran ketika Al-Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.” ( QS. Al Furqan: 27-29)

💠 Faidah Keenam

Manusia tidak mampu mengetahui isi hati seseorang

Ini adalah salah satu bukti kelemahan manusia, ia tidak bisa mengetahui isi hati dan perasaan seseorang terhadap dirinya. Ia hanya bisa membaca dan menebak melalui perbuatan terhadap dirinya, tapi tidak bisa menembus isi hati sebenarnya. Apakah benci atau menyukainya.

Hanya Allah yang dapat mengetahui isi hati manusia. Karena Dia Maha Mengetahui dan Maha Mendengar.

Sesuai firman-Nya:

( وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ )

Allah Maha Mengetahui isi hati.” ( QS. Ali Imran: 154)

( قَالَ رَبِّي يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۖوَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ )

Berkatalah Muhammad (kepada mereka): ‘Rabbku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui’.” ( QS. Al-Anbiya’: 4)

💠 Faidah Ketujuh

Dunia Penuh Tipu Daya

Dunia itu laksana air, jika seseorang yang masuk ke dalamnya pasti akan basah. Demikian pula dengan dunia, seseorang tidak akan mampu selamat dari fitnah dan bahayanya.

Allah dan Rasul-Nya memperingatkan manusia agar selalu waspada terhadap segala fitnah-fitnah dan ujian dalam menjalani kehidupan di dunia.

Allah menghendaki agar kita tidak terpedaya dengan tipuan dunia, agar kita selamat dari bahayanya.

Sesuai firman-Nya:

( وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ )

Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali hanyalah permainan dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Apakah kalian tidak mau berpikir?“ ( QS. Al-An’am: 32)

Semoga faidah sederhana ini membawa banyak manfaat bagi kita semua.

SELESAI

••• ════ ༻🥀༺ ════ •••

🖊️ Ditulis oleh :
ummufarah

Dimuroja’ah oleh :
ℳـ₰✍
✿❁࿐❁✿
@abinyasalma

Diedit oleh:
📝 Tim Editing AWWI
______________

👥 WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.