Tag Archives: fasiq

Q&A : MERTUA YANG MEMBIARKAN ANAK LAKI-LAKINYA TIDAK SHALAT

الوسطية والاعتدال

Question Answer Audio 🔈

MERTUA YANG MEMBIARKAN ANAK LAKI-LAKINYA TIDAK SHALAT

PERTANYAAN :
Assalamualaikum.
Bagaimana menyikapi mertua yang tidak bisa menasehati anak laki-laki nya yang tidak sholat. Apakah anak yang sudah menikah orangtua sudah tidak wajib membimbing dalam agama bagi anak laki lakinya. Trimkasih atas jawabanya

➖➖➖➖➖➖

JAWABAN :

وعليْكم السلام ورحمة اللّه وبركاته

Bahwasanya kewajiban mendidik anak itu sebenarnya dimulai dari usia anak semenjak dini.
Usia TUFULAH yaitu 0-7
Usia MUMAYYIZ yaitu 7-10
Usia MUROHIQ yaitu 10-baligh
Adapun anak yang sudah balig maka sebenarnya sudah bertanggung jawab dengan dirinya sendiri.

Apabila orangtua sudah mendidik dengan sebaik-baiknya kemudian anak ini tetap menjadi anak yang durhaka maka lepas tanggung jawab orangtua.

Tapi apabila orangtua dari usia muda itu ternyata mereka lalai dari pendidikan anaknya misalnya :
⇨ Mereka tidak pernah mengajarkan shalat.
⇨ Mereka tidak pernah mendidik anaknya dengan benar, sehingga anak itu menjadi anak yang rusak.
Maka orangtua dalam hal ini akan berdosa lantaran telah melalaikan pendidikan anaknya dimasa mudanya.

Namun apabila orangtua ini sudah faham di belakang hari, ketika ia melihat bahwasanya dia salah dalam mendidik anaknya, sedangkan anaknya sudah dewasa, maka dia dianjurkan untuk tetap menasehati anaknya dengan benar-benar. Dia meminta anaknya agar melakukan amal-amal keshalihan, banyak meminta ampun kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar kembali kepada agamanya.
Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah dia mendo’akan anaknya agar mendapatkan hidayah Allah subhanahu wa ta’ala.

Jika dia sudah melakukan hal ini, maka mudah-mudahan Allah subhanhu wa ta’ala mengampuni dirinya dan orangtuanya ini juga harus sudah bertaubat kepada Allah, lantaran dia telah menelantarkan Pendidikan anaknya.

Jika dia sudah melakukan ini semua dengan semaksimal mungkin untuk anaknya, meskipun anaknya sudah dewasa, maka kita berharap mudah-mudahan Allah mengampuninya atas kelalaiannya dan tanggungjawab anaknya ada padanya karena dia sudah menasehati, dia sudah diberikan dengan berbagai macam nasehat.

HUKUM MENINGGALKAN SHALAT

Tentang hukum meninggalkan shalat, maka para ulama berbeda pendapat antara :
⇨ Yang mengatakan dia telah melakukan kemaksiatan yang besar,
⇨ Yang mengatakan ia telah kafir
Apabila si anak laki-laki ini, dia tidak pernah melakukan shalat sama sekali, maka menurut pendapat yang paling kuat dia itu murtad (dia telah keluar dari islam ), karena dia tidak pernah melakukan shalat sama sekali baik itu harian maupun jum’atan atau mungkin dia shalat hanya setahun sekali. Dia bukan lagi muslim, dan wanita yang menikah dengan laki-laki seperti ini adalah pernikahannya FASAKH ( rusak ) karena suaminya adalah bukan muslim.
Sementara itu, menurut pendapat jumhur ulama 4 madzhab, orang yang meninggalkan shalat karena malas, itu tidak kafir. Tapi dia melakukan kemaksiatan yang besar. Dan menurut jumhur orang seperti ini tidak dikafirkan tapi dia adalah orang yang fasik, Ahlul maksiat yang paling besar.

SIKAP ORANGTUA TERHADAP ANAK YANG TIDAK SHALAT

Orangtua menyikapi anak seperti ini adalah seperti yang sudah dijelaskan diatas. Harus tetap menasehatinya. Dan istrinya juga juga harus tetap menasehati sang suami ini, karena tidak ada kebaikan bagi orangtuanya apalagi bagi istrinya apabila dia bersama dengan laki-laki yang tidak pernah menegakkan haknya Allah subhanahu wa ta’ala.
Jika haknya tuhannya saja tidak dipenuhi, maka jangan diharapkan dia akan memenuhi hak anak-anaknya, isterinya atau keluarganya… karena hak Tuhannya saja dia tidak penuhi, lantas bagaimana dia hendak memenuhi hak anak- anaknya atau hak istrinya. Jadi orang seperti ini tidak bisa diharapkan.
Oleh karena itu yang pertama kali dilakukan adalah dakwahi dia, ajak kepada kebaikan, do’akan dia agar semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan hidayah untuknya. Jika sudah tidak dapat lagi diharapkan perubahannya, maka berpisah dengan suami seperti ini adalah jalan terbaik.

Wallahu ta’ala a’lam bish shawab

🎙Jawaban Q&A oleh : Ustadz Abu Salma Muhammad حفظه الله تعالى

🖋Transkrip oleh : Uray Sri Wahyuni
__________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål
♻Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/wasathiyah
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/alwasathiyah
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Q&A : MEMBICARAKAN AIB ORANG LAIN DENGAN TUJUAN MEMBERI PELAJARAN

الوسطية والاعتدال

Question Answer Audio 🔈

MEMBICARAKAN AIB ORANG LAIN DENGAN TUJUAN MEMBERI PELAJARAN

Pertanyaan :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz apakah termasuk ghibah saat menceritakan keburukan orang lain pada pasangan kita atau orang terdekat kita agar menjadi pembelajaran dan apakah termasuk menyebar aib orang lain saat kita memberitahukan seseorg agar berhati² dengan orang tersebut karena orang tersebut kita tahu berkelakuan buruk (homo,pedopil dan semisalnya) ?
Jazaakallahu khairan

➖➖➖➖➖➖

Jawaban :
Wa’alaykumussalâm warahmatullâhi wabarakâtuh

Masalah ini sudah sering dijelaskan, bahwasanya Ghibah ada yang diperbolehkan.

Meski hukum asal Ghibah adalah HARAM. Namun ada kondisi-kondisi tertentu dimana ghibah itu diperbolehkan bahkan dianjurkan hingga bisa diwajibkan.

Tentunya apabila dalam kondisi tersebut memang ada maslahat yg syar’i dan rajih (kuat), maka boleh dilakukan.

Diantara ghibah yang diperbolehkan adalah 6 hal (menurut Imam An Nawawi) yakni :

1⃣ Mengadukan kezhaliman.
Mengadukan kepada penguasa/pihak² yang berwenang kezhaliman seseorang, maka ini dibolehkan.

2⃣ Meminta pertolongan dari perbuatan mungkar, supaya pelakunya bisa dinasehati atau diamankan. Misalkan tetangga peminum khamr sedangkan kita tidak mampu mengingkarinya, lalu kita laporkan ke RT atau yang berwenang setempat, maka diperbolehkan dalam rangka menghilangkan kemungkaran.

3⃣ Meminta Fatwa dari mufti/ulama.
Misalnya : seseorang meminta fatwa kepada ulama/ustadz tentang orang/teman dekatnya (yang berbuat keburukan atau berbuat dzolim kepada orang lain), maka ini diperbolehkan.

4⃣ Dalam rangka Tahdzir (memperingatkan orang dari kejahatan).
Misalnya : ada orang yang mengajarkan bid’ah atau kesyirikan, kita boleh -bahkan harus- mentahdzirnya agar org lain berhati-hati terhadap tindakan kejahatan/keburukan yang dilakukan pelaku. Apalagi jika kejahatannya memang benar-benar membahayakan (seperti homoseksual/pedofilia yang disebutkan dalam pertanyaan), maka lebih wajib diperingatkan dàn dijelaskan tentang bahaya kejahatan tersebut, termasuk menyebut fulan sebagai pelakunya –selama terbukti dan ada buktinya-. Ini termasuk Ghibah yang diharuskan.

5⃣ Terhadap Mujâhir (pelaku kefasikan). Orang yang secara terang-terangan tanpa malu menunjukkan perbuatan fasiq/dosa (semisal minum khamr, zina di depan umum dll). Seperti halnya pula para artis yang menunjukkan kemaksiatan, maka boleh dighibahi, karena mereka mujâhir fisq (menampakkan kefasikan). Namun hal ini tentunya tidak perlu berlebihan, sampai menghabiskan waktu. Hukum Ghibah yang seperti ini juga diperbolehkan

6⃣ Mengidentifikasi seseorang, yakni dengan sebutan kurang baik (meskipun terkesan buruk) yang bermaksud agar memudahkan identifikasi (mudah dikenali) oleh orang lain. Misalnya dengan menyebutkan bhw si fulan pendek, berhidung pesek dll.

Ke-6 point diatas harus dipahami dengan benar.
Oleh karena itu, jika kita membicarakan keburukan seseorang kepada pasangan/teman dekat, hukumnya BOLEH, dgn syarat :
✔ Bertujuan sebagai pembelajaran, dimana ghibah hendaknya dilakukan tanpa menyebut nama pelaku kejahatan (kecuali ada maslahatnya)
✔ Ada maslahat yang kuat sehingga orang lain bisa terhindar dari kejahatan serupa.
Untuk kejahatan homoseksual dan pedofilia harus dilaporkan kepada pihak yang berwenang dengan menunjukkan bukti yang kuat. Ghibah terhadap pelaku homoseksual dan pedofilia ini wajib hukumnya.

واللّٰـه أعـلم بـالصـواب

🎙Jawaban Q&A oleh Ustadz Abu Salma Muhammad حفظه الله تعالى
🖋Ditranskrip secara ringkas oleh Ika Ummu Royyan
__________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål
♻Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/wasathiyah
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/alwasathiyah
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/