Tag Archives: ebook

Resensi Buku : MEMBONGKAR WAHHABIYYAH

RESENSI BUKU 📚

MEMBONGKAR WAHHABIYAH

Nama : Ikawidy
Kuniyah : Ummu Farah

➖➖➖
Bismillah
Perkenankanlah saya menyampaikan RESENSI dari sebuah buku yang berjudul MEMBONGKAR WAHHABIYYAH .Buku ini berjudul asli WAHHABISM EXPOSED!! disusun oleh Hidaayah Islamic Foundation Sri Lanka ( under Supervision by DR Bilal Philips) , dengan penerjemah Abu Salma Muhammad Rachdie SSi , yang dikemas dalam bentuk ebook sebanyak 125 halaman, Alwasathiyah wal I’tidal digital publishing 2017.

Abu Salma Muhammad membuka makalah ini dalam sebuah Kata Pengantar , beliau menjelaskan di sini sekelumit tentang istilah Wahabi atau Wahhabiyah atau Wahhabisme yaitu terminologi yang sering dilabelkan kepada kaum muslim puritan yang berusaha mengembalikan orisinalitas Islam dan melakukan reformasi terhadap ajaran Islam yang sudah terdistorsi terkontaminasi dengan berbagai kontaminan asing. Label ini seringkali digunakan oleh musuh2 Islam untuk menjauhi umat Islam dari gerakan ini.
Pada bagian ini juga , beliau ( Abu Salma Muhammad) menjelaskan latar belakang dipublikasikannya ebook ini ,yaitu sebagai bentuk andil & turut menjelaskan hakikat Wahhabi secara objektif dan ilmiah, karena tidak bisa dipungkiri pembahasan Wahhabi ini tetap terus ramai

Selanjutnya , isi makalah dibagi menjadi beberapa sub tittle
Saya akan menyebutkan satu persatu dilengkapi dengan beberapa penggal penjelasan dari sub2 tersebut.

1⃣ Dua artikel yang ditulis oleh Ilmuwan (Researches) dan Scholar Muslim Eropa, yaitu :

a. ” _*Who First Used The Term Wahhabi*_” , diambil dari salah satu bab buku berjudul ” _Biography and Mission Muhammad bin Abdul Wahhab_” karya DR Jalal Abu Alrub dan Ala Mencke.

Dijelaskan di sini bahwa Inggris adalah negara barat pertama yang interes menggelar dakwah Tauhid dengan “Wahhabisme”. Mengapa ?
– Karena dakwah ini telah mencapai India, wilayah koloni Inggris yang paling berharga
– Banyak ulama2 di India yang memeluk dan menyokong dakwah ini.
– Karena dakwah ini tumbuh subur berkembang di penjuru dunia Islam
– Dari dakwah ini muncul slogan jihad melawan penjajah asing

Sehingga diciptakanlah oleh Inggris sebuah sekte buatan mereka sendiri , yaitu sekte _Qadhiyani_ yang diasuh dan dilindungi oleh mereka,dalam rangka untuk mengganti mainstream ideologi Islam.

Pada bagian ini disebutkan nama2 ulama pendukung dakwah Tauhid yang dianggap sebagai pemberontak Inggris yang kemudian mereka dipenjarakan dan dibunuh.

Nama2 penulis Inggris dimunculkan juga di sini dilengkapi juga dengan istilah2 “Wahhabiyah” yang mereka gunakan dalam buku2 mereka, seperti Burckhardt, Brydges and Cooper, Samuel Zwemer, George Rentz, Wilfred Blunt, dan lain-lain.

Sangat perlu untuk di garis bawahi kalimat pada bagian ini , (copas) : _Biar bagaimanapun, siapa saja yang menggunakan istilah ini , baik dari masa lalu sampai saat ini telah melakukan beberapa kesalahan, diantaranya_ : _Mereka menyebut dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai “Wahhabiyah”, walaupun dakwah ini tidak dimulai oleh Abdul Wahhab, namun oleh puteranya Muhammad_

b. ” *Wahhabism : What is Behind The Label ?*” oleh Abu Imraan Abdur Rahmaan As-Sharkasi.

Pada bukunya tersebut, beliau menjelaskan kata “Wahhabi” berasal dari seorang ulama Islam , Muhammad bin Abdul Wahhab at Tamimi, yang hidup dan berdakwah di suatu daerah sejak tahun 1115 H atau tahun 1703 sampai sekitar tahun 1206 H atau 1792 ( menurut kalender Gregorian).
Penulis _What is Behind The Label_ di sini lebih banyak menyampaikan sudut pandangnya , pendapatnya, nasehatnya bahkan curahan perasaan nya tentang label “Wahhabi” ini. Bahkan sangat jelas sekali ke muak annya pada kalimat penutup ” _Akan jadi apa dunia ini_ ?”

2⃣ HIDAYAH ISLAMIC FOUNDATION (under supervision by DR.Abu Ameenah Bilal Philips) mendeskirpsikan bagaimana atmosfer yang melingkupi seluruh wilayah Islam sebelum adanya pelita dari seorang syaikh ternama, Muhammad bin Abdil Wahhab, yang melahirkan fajar reformasi untuk membangkitkan kembali dunia Islam secara besar2an .
Yaitu dimulai dari :

a. Sejarah Hidup Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab

Secara ringkas dimulai sejak beliau berusia 10 tahun, beliau telah melampaui rekan2 sejawatnya, baik dalam intelektualitas maupun fisik, yaitu telah menghafal AlQuran sejak usia 10 tahun, telah mampu menjadi imam sholat jamaah dan beliau juga menikah pada usia tersebut.
Sejak kanak2 hingga dewasa, beliau telah mempelajari dan mendalami berbagai ilmu, seperti tafsir, hadits dan fikih (dari ayahnya) , tafsir dan aqidah terutama karya2 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qoyiim. Diceritakan pula bahwa beliau ber istifadah dari ulama2 lain, seperti Ali Afandi ad Daghistani, Ismail ‘Aluni dan lain2. Dan termasuk juga menuntut dan mendalami ilmu ke berbagai jazirah Arab, seperti Madinah, Najd, Bashra, Suriah dan Zubair

b. Praktek Tidak Islami Di Zaman Itu

Disini dijelaskan bagaimana Syaikh Muhammad melihat banyak sekali konsep2 tidak Islami dan praktek2 yang menyimpang yang mendominasi negri2 yang beliau kunjungi saat beliau menuntut dan mendalami ilmu.
Seperti :
– Di Najd : adanya sejumlah kuburan yang dinisbatkan sebagai makam sahabat nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, masyarakat banyak mengunjungi kuburan tersebut dan ber istighotsah untuk memenuhi kebutuhan mereka

– Di Jubila : masyarakat mengunjungi makam Zaid bin Khaththab dan beristighotsah di sana

– Di Manhufa : masyarakat menjadikan sebuah pohon palem sebagai wasilah

Dan masih banyak kondisi2 menyedihkan di tempat2 lain yang beliau kunjungi .

c. Dakwah Tajdid kepada Tauhid Murni

Syaikh memulai dakwah Tauhid nya, dimulai kepada masyarakat Huraimala, beliau tetap menjalankan dakwah dalam bentuk ceramah, menulis dan beramal , meskipun awalnya ditentang dan dihalang-halangi oleh masyarakat, tetapi pada akhirnya mereka dapat menerima dakwah beliau. Pasca meninggalnya ayah beliau ,masyarakat mulai berbondong2 meninggalkan konsep keyakinan mereka yang bathil. Segala ujian dan rintangan dalam berdakwah, dari negri satu ke negri lain beliau hadapi, sampai Syaikh dan dakwah beliau dikenal luas.

d. Pangeran Muhammad bin Sa’ud menerima Syaikh

Syaikh berhasil mengajak Pangeran Muhammad bin Sa’ud kepada Tauhid. Beliau menginginkan agar Pangeran dapat menjadi pemimpin kaum muslimin .

e. Syaikh Mendapat Pengikut

Dakwah terus menerus dilakukan tanpa lelah dan henti meskipun sebagian ada yg menerima dan menolak. Segala upaya dilakukan oleh kelompok2 sesat untuk menentang dakwah ini. Peperangan tak dapat dibendung dan berlangsung selama bertahun-tahun. Akhirnya kekalahan dialami oleh musuh2 beliau.
Setelah perjuangan berat yang panjang dan telah mencapai tujuan, Syaikh meninggal dunia pada Dzul Qo’dah 1206 H.

3⃣ Karya Tulis Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab

Pada bagian ini bisa kita lihat beberapa buku2 yang beliau tulis. Yang paling dikenal di antara nya *Kitabut Tauhid*.
Buku2 lainya seperti _Kasyfu asy-Syubuhat_, _Tsalatsatul ‘Ushul_ , dan lain2.

4⃣ Ringkasan Perjuangan Syaikh Muhammad

Pada bagian ini bisa kita simak pandangan Syaikh yang kuat terhadap Tauhid, dalam surat beliau kepada saudaranya seiman Abdurrahman bin Abdullah
Surat ini memuat pandangan beliau,keyakinan yang kuat terhadap Tauhid serta ajakan dan nasehat beliau kepada orang2 untuk meninggalkan perbuatan syirik dan hanya mengarahkan segala bentuk ibadah kepada Allah semata dan meninggalkan perbuatan2 maksiat.
Dan yang lebih penting lagi adalah ungkapan beliau ketika orang2 menuduh beliau telah memvonis kafir semua masyarakat kecuali yang hanya mengikuti beliau saja.
Beliau bahkan bersumpah dihadapan Allah dan menyatakan dengan tegas bahwa beliau terbebas dari segala bentuk fitnah semacam itu.

5⃣ Perkara-perkara yang diserukan Syaikh dan menyebabkan beliau berselisih dengan sebagian Ulama

1. Tauhid Uluhiyah
Ibadah hanya khusus diperuntukan bagi Allah semata. Siapa saja yang melakukan ibadah untuk selain Allah makania telah menjadi seorang yang _musyrik_.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَّدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ ۙ لَا بُرْهَانَ لَهٗ بِهٖ ۙ فَاِنَّمَا حِسَابُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖ ۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الْـكٰفِرُوْنَ
“Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu bukti pun baginya tentang itu, maka perhitungannya hanya pada Tuhannya. Sungguh orang-orang kafir itu tidak akan beruntung.”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 117)

2. Tawassul
Artinya menjadikan perantara ( antara diri manusia dengan Allah ).

Ada dua macam Tawassul :
– Tawassul yang disyariatkan
– Tawassul yang dilarang

Allah Ta’ala berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْۤا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّـكُمْ تُفْلِحُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 35)

3. Bepergian jauh untuk beribadah ke masjid atau kuburan

Hadits Shahih : ” Janganlah kalian melakukan safar yang jauh melainkan hanya ke tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, masjid ku ini ( Masjid Nabawi ) dan Masjidil Aqsha ”

4. Membangun, mengapur dan mendekorasi makam

5. Tauhid Asma wa Shifat

6. Bid’ah
Seperti : merayakan dan berkumpul untuk memperingati maulid Nabi, berdzikir dan sholawat sebelum mengumandangkan adzan , dan lain-lain .

6⃣ Tentang Penerjemah
(Abu Salma Muhammad Rachdie)

Alhamduliah akhirnya makalah ini ditutup dengan sekelumit Tentang Diri Penerjemah yang patut diketahui oleh pembaca , yaitu :
a. Nama Lengkap, kuniyah, domisili, email
b. Riwayat Hidup dan Pendidikan
c.Dicantumkan pula nama2 Asatidzah Ma’had Ali Al-Irsyad , Mahad As-Sunnah Surabaya & Islamic International Study Center (IISC)
d. Aktifitas penerjemah
e. Beberapa social media yang di asuh nya

SELESAI
➖➖➖➖➖➖

Pendapat dari saya pribadi terhadap makalah ini :

Kelebihan
Buku ini sangatlah penting bagi pembaca karena :

1. Di dalam nya banyak sekali ilmu2 , faidah2 yang dapat memberikan manfaat yang luar biasa bagi penuntut ilmu,sehingga bisa menambah pengetahuan, keimanan dan keistiqomahan dalam takwa hanya kepada Allah Ta’ala semata
2. Adanya penjelasan yang sangat rinci tentang hakikat Wahhabi secara detail, objektif dan ilmiah, sehingga bisa _membuka mata_ pembaca yang selama ini belum terlalu memahami makna sebenarnya dari label “Wahhabi” ini.
3. Bahasa pada kalimat2 yang digunakan jelas , sangat mudah dipahami. Detail dan tidak _bertele-tele_
4. Materi menarik, judul menarik. Sehingga dari judul nya saja membuat pembaca merasa ingin membaca nya dan ingin tahu apa isi nya

Kekurangan
Sama hal nya dengan buku dan makalah2 lainnya, menurut saya ada sedikit kekurangan pada buku/makalah ini sehingga tetap memerlukan input agar bisa semakin baik dinikmati oleh pembaca, yaitu :

a. Tidak adanya pembagian sub bab / sub title yang jelas , sehingga pada saat me resensi saya sedikit ada kesulitan

b. Ada kekurangan sedikit pada sub title “Sejarah Hidup Beliau” , tidak di cantum kan nama istri Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab dan deskripsi sifat beliau yang menonjol ( apakah beliau periang / serius / pendiam / pemalu ? )

Ustadz Abu Salma Muhammad sangat piawai dalam menerjemahkan dan mengemas makalah ini kepada pembaca.

Semoga beliau dan keluarga selalu berada dalam perlindungan Allah Ta’ala .
Aamiin

Demikian penyampaian resensi dari saya. Mohon dimaklumi atas banyak sekali kesalahan dan kekurangan, karena saya hanyalah penuntut ilmu tingkat dasar/pemula.

Semoga bermanfaat
Jazakumullahu khayran
Barakallah fiikum

Ahad , 22 Oktober 2017 | 02 Shofar 1439 H

Ikawidy Ummu Farah 🌷

______________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål
♻Telegram: https://bit.ly/abusalma
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Kuis Resensi E-book : MEMBONGKAR WAHABIYYAH

KUIS RESENSI E-BOOK : MEMBONGKAR WAHHABIYAH
Erizka Ummu Kayyisah
Bandung
AWWI 2

Judul : Membongkar Wahhabiyah
Judul Asli : Wahhabism Exposed!!!
Penyusun : Hidaayah Islamic Foundation Sri Lanka (Under Supervision by DR. Bilal Philips
Muraja’ah Terjemah : Abu Salma Muhammad Rachdie Pratama, S.Si
Penerbit : Al Wasathiyah wal I’tidal Digital Publishing alwasathiyah/ebooks
Terbit : 29 Muharram 1439 H/ 19 Oktober 2017
Halaman : 125 Halaman

Alhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala alaihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du.

Pada kesempatan kali ini, sekilas ana akan membahas satu dari sekian banyak judul e-book yang merupakan buah karya yang sangat berharga bagi kaum muslimin khususnya para tholabul ‘ilmi yang dahaga akan ilmu yang juga kelak akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah Ta’ala pemilik alam semesta.

MUATAN BUKU
E-book ini adalah e-book yang ringkas, diberi nama “Wahhabism Exposed” ditulis oleh tim penyusun Hidaayah Islamic Foundation dengan muraja’ah terjemah Abu Salma Muhammad Rachdie Pratama, S.Si. E-book ini berisi tentang penjelasan ilmiah dalam membantah berbagai kedustaan dan tuduhan jelek yang dialamatkan kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Dalam buku ini penulis ingin meluruskan pemahaman kaum muslimin bahwasannya istilah “wahhabi” hanyalah sebutan oknum yang tidak menyukai dakwah tauhid yang dibawakan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Sejatinya, yang harus ada pada diri seorang muslim adalah tauhid, sebagaimana seluruh risalah yang dibawa oleh para Rasul-Nya dari Nuh dan diakhiri dengan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Salam adalah mengajak (menyeru) kepada tauhid.

RINGKASAN ISI BUKU
E-book terdiri dari tiga artikel :
1. Siapa Pencetus Pertama Istilah Wahhabi? “Who First Used The Term Wahhabi?” – Diambil dari Buku “Biography and Mission Muhammad bin Abdul Wahhab” karya DR. Jalal Abu Alrub dan Al Mencke
2. Merenungkan Label Wahhabi “Wahhabism: What is Behind the Label?” – Abu Imraan Abdur-Rahmaan Al-Sharkhasi
3. Menyingkap Wahhabisme “Wahhabism Exposed” – Hidaayah Islamic Foundation (under supervision by DR. Abu Ameenah Bilal Philips

Artikel pertama: Siapa Pencetus Pertama Istilah Wahhabi?
Artikel ini mengulas siapa dan darimana istilah Wahhabi muncul. Adalah Inggris yang merupakan negara Barat pertama yang menggelari dakwah tauhid dengan sebutan “Wahhabisme”karena dakwah ini tumbuh subur hingga mencapai wilayah koloni Inggris yakni India dan sementara pada saat itu Inggris mengasuh sekte Qadhiyani –yang tidak menyeru jihad–. Karenanya Inggris semakin resah dan menggelari dakwah ini dan pengikut Syaikh Muhammad Ibn ‘Abdul Wahhab sebagai “Wahhabi/ Wahhabiyyah/ Wahhabis” dengan harapan berkurangnya perlawanan terhadap penjajah Inggris.
Sejak saat itu istilah ini semakin sering muncul menguat ke permukaan dan digunakan secara bebas oleh Kaum Orientalis di Eropa dalam artikel maupun buku mereka sebagai bentuk menisbatkan kepada gerakan dan pengikut Syaikh, walaupun dakwah ini tidak dimulai oleh ‘Abdul Wahhab’ namun oleh putranya, Muhammad. Mereka menggunakan istilah ini sebagai ejekan bahwa Syaikh mendirikan sebuat sekte baru yang bertentangan dengan aqidah mereka dan bertujuan untuk mengecilkan hati Kaum Muslimin supaya tidak mengambil ilmu atau menerima dakwah dari Syaikh. Sementara di sisi lain, bagi mereka –yang disebut sebagai Wahhabi– , tidak menyandarkan diri kepada istilah ini karena beranggapan bahwa Syaikh hanyalah seseorang yang menyerukan Islam yang murni, mentauhidkan Allah semata dan mengikuti Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa Sallam. Beliau menyerukan untuk kembali pada Qur’an dan Sunnah bukan menyeru Kaum Muslimin untuk menjadi pengikutnya, yang dimana hal ini bertentangan dengan apa yang dikehendaki musuh-musuh dakwah. Hingga belakangan ini banyak musuh-musuh dakwah Syaikh akhirnya menyadari bahwa dakwah ini adalah dakwah Islam yang murni dan tenang dan inti dari dakwah para Nabi ‘alaihim’us Sallam (tauhid). Dakwah Syaikh bukanlah sebuah aliran/ sekte namun sebagai bentuk kesinambungan warisan dakwah dari generasi pertama Islam.

Artikel kedua: Merenungkan Label Wahhabi
Artikel kedua ini menjelaskan secara rinci mengenai dampak pelabelan “Wahhabi” di media massa pada masa silam sehingga istilah ini dianggap sebagai sesuatu yang buruk, jahat, monster haus darah berjanggut tebal yang menyebut mereka dengan sebutan Muslim dan label negatif lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang –mudah-mudahan hanya sedikit– terbawa oleh opini tanpa mencari fakta dan realita yang ada tanpa memperdulikan bahwa mereka telah menuduh seseorang yang dalam hal ini Syaikh dengan hal-hal yang tidak benar. Faktanya beliau hanyalah seorang Ulama Islam yang berdakwah di daerah Najd (Arab Saudi) yang senantiasa menyeru akan tauhid dan Sunnah dan mengingkari segala bentuk kesyirikan dan bid’ah yang telah menjadi hal yang lazim pada masanya yakni 1115 H.
Alasan para pemimpin masyarakat yang menolak dakwah yang diserukan Syaikh ini disebabkan karena ketakutan akan kehilangan pengikut, jabatan, materi dan hal lainnya yang bersifat duniawi dan sementara dan mereka berdalih bahwa harus mempunyai imam dalam memahami segala hal dan mengikutinya. Satu pesan penting penulis sebagaimana tertera dalam artikel, yakni kita memang harus mempunyai guru dalam proses belajar agama dengan tujuan memahami nash-nash (teks) dan mengaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, tujuan kita adalah meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam perkara yang beliau sampaikan, tetapi bukan mengikuti apa yang dikatakan oleh orang selain beliau jika bertentangan dengan Qur’an dan Sunnah-Nya.
Sejatinya, label ini diciptakan oleh musuh-musuh dakwah tauhid dan Sunnah yang kemudian mewariskan kedengkian dan kebencian tersebut ke generasi setelahnya dan terus berlangsung hingga saat ini. Namun, di luar sana akan senantiasa ada –hingga hari kiamat– orang-orang yang tetap memelihara kemampuan berpikirnya dan menyaring informasi kebenaran dari kebathilan tanpa termakan opini publik serta isu label “Wahhabi”.

Artikel ketiga: Menyingkap Wahhabisme
Artikel ketiga, yang merupakan inti dari e-book ini, penulis menjelaskan secara jelas mengenai dakwah Syaikh dengan mengulas peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan beliau serta menjelaskan aqidahnya melalui karya tulis beliau.
Disebutkan pada abad 12 H yang di mana pada saat itu Islam mengalami kemunduran yang amat sangat dan bertaklid buta pada kaum shufi, hendak membebaskan Islam dari semua pe¬rusakan yang diyakininya telah menggerogoti agama Islam, yang di antaranya adalah tasawuf, doktrin tawasul, ajaran Syiah, serta ba¬nyak praktik lain yang dinilainya sebagai bid¬ah. Bagi ‘Abd al-Wahhâb, hanya dengan kembali ke Islam yang lurus, mereka akan diterima dan mendapat rida Allah. sehingga dengan mudahnya menepis tauhid rububiyah dan uluhiyyah Allah Ta’ala juga membuat penakwilan bathil terhadap al Qur’an. Adalah beliau Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab bin Sulaiman bin ‘Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid at-Tamimi (1115 H) yang besar di ‘Uyainah, Arab Saudi, ketika itu yang menyerukan untuk kembali pada Qur’an dan Sunnah dan berupaya menghidupkan kembali cahaya keIslaman yang kian redup. Beliau tidak hanya dikenal sebagai Ulama Ahlus Sunnah, tetapi beliau juga salah seorang di antara barisan ulama pembaharu Islam (Mujaddid al Islam).
Adalah wilayah Najd (dan wilayah lainnya) yang telah dipenuhi oleh berbagai aqidah yang rusak serta praktek agama yang buruk dan jauh dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, yang membuat Syaikh akhirnya mantap untuk menyebarkan risalah islam yang murni. Syaikh memulai dakwahnya secara terang-terangan dan tetap melanjutkan meski banyak yang menghalangi hingga akhirnya mayoritas masyarakat yang baik menerima pandangan beliau tidak lama setelah Abdul Wahhab (Ayahanda Syaikh) meninggal dunia.
Semasa hidupnya, tiada henti beliau menyerukan makna Laa Illaha Ilallah dan konsekuensinya, menekankan segala bentuk sesembahan yang bathil dan Allah lah sebagai satu-satunya yang berhak disembah. Meskipun demikian tidak sedikit pula mush-musuh dakwah berkumpul untuk menghancurkan gerakan dakwah Syaikh dengan berbagai cara. Melalui dakwah lain yang dibawakan oleh Syaikh yakni salah satuh karya tulisnya “Kitabut Tauhid” yang kini sudah sangat dikenal adalah buku cerdas yang di dalamnya dijelaskan secara rinci mengenai hakikat tauhid dan penerapannya dalam kehidupan seorang Muslim mengacu pada Al Qur’an dan As-Sunnah.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
E-book ini memaparkan sejarah Wahhabi sejak kelahirannya, sepak terjangnya, hingga pengaruhnya di era modern. Merujuk pada sumber-sumber primer, termasuk dari karya kritis Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri, dan diperkaya referensi-referensi modern tepercaya, begitu meyakinkan, selain dituturkan dengan fokus, mengalir, dan mengasyikkan. Sangat penting kita mengerti sejarah agar kita lebih bijak menyikapi perbedaan dan setia mengedepankan dimensi kerahmatan Islam sehingga semakin bermanfaat bagi para penuntut ilmu
E-book ini pun menjelaskan masyarakat yang jahil dan para pembenci Syaikh yang rela melakukan segala cara demi untuk memadamkan kemilaunya sinar dakwah tauhid yang dibawakan beliau. Sangat menyedihkan, ternyata tuduhan-tuduhan mereka hanya bersumber dari ketidaktahuan mereka tentang tauhid yang sebenarnya, itupun masih dibumbui dengan fitnah dan dusta serta pengkhianatan ilmiah, memahami dalil-dalil dengan akal yang sakit tanpa merujuk kepada ulama Salaf, memotong-motong fatwa ulama, lalu disimpulkan bahwa itulah penyimpangan Syaikh, Allahul Musta’an.
Alhamdulillah, kita memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala, agar memberikan manfaat dengan e-book ini baik kepada penulisnya, penerbit maupun pembaca yang budiman. Semoga semakin banyak orang-orang yang berdakwah tauhid di jalan Allah subhanahu wa ta’ala melalui karya tulis yang ilmiah. Allahumma aamiin.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada seorang yang menyeru kepada Allah yakni mentauhidkan-Nya dan berkata “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?.” –QS. Fussilat (41) : 33

______________________

✉Grup WhatsApp Alwasathiyah wal I’tidal
Telegram: https://bit.ly/abusalma
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/