Tag Archives: bid’ah

BEKAL-BEKAL DI DALAM MENYAMBUT IDUL ADHA [ 5/9 ]

🇸‌🇪‌🇷‌🇮‌ 🇫‌🇮‌🇶‌🇮‌🇭‌

BEKAL-BEKAL DI DALAM MENYAMBUT IDUL ADHA

(Bagian 5 – 9)

🔗 https://t.me/alwasathiyah

ADAB DAN BID’AH PADA HARI RAYA IDUL ADHA

Adab (Etika) dan Sunnah-Sunnah ‘Ỉdul Adha:
1⃣ Mandi.
2⃣ Berpakaian dengan pakaian yang terbaik dan berparfum.
3⃣ Mengakhirkan makan hingga setelah sholat id atau memakan sembelihannya.
4⃣ Berjalan kaki ke tanah lapang dan menempuh jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.
5⃣ Bertakbir sebagaimana penjelasannya telah berlalu di atas.
6⃣ Mendengarkan khutbah dengan baik dan seksama.
7⃣ Mengucapkan tahniah (selamat) dengan tahniah yang ma’tsur (memiliki pijakan riwayat), seperti Taqobbalallahu minna wa minkum.

Kesalahan, bid’ah dan kemungkaran pada hari raya ’idul Adha:_
1⃣ Mencukur jenggot yang dilakukan oleh kaum lelaki. Padahal syariat dan pendapat yang terkuat, mencukur jenggot adalah haram hukumnya.
2⃣ Bertabarruj (bersolek) yang dilakukan oleh kaum wanita dan membuka aurat mereka di hadapan kaum pria yang bukan mahramnya.
3⃣ Berjabat tangan dengan yang bukan mahramnya dan ber-iktilath (bercampur baur) antara pria dan wanita bukan mahram.
4⃣ Ber-tasyabbuh (meniru orang kafir), baik di dalam berpakaian, berpesta hari raya, dan semisalnya
5⃣ Mendengarkan musik-musik yang diharamkan. Ketahuilah, yang diperbolehkan pada hari raya hanya duff (rebana)
Menghambur-hamburkan harta (tabdzir).
7⃣ Mengkhususkan ziarah kubur pada saat ’idul fithri ataupun ’idul adha.
8⃣ Meninggalkan sholat ’id tanpa ada alasan yang dibenarkan.
9⃣ Tidak mandi dan memakai pakaian yang baik untuk sholat ’id.
1⃣0⃣ Memakan makanan sebelum melaksanakan sholât ’îdul adhhâ.
1⃣1⃣ Pulang melewati jalan yang sama ketika berangkat.
1⃣2⃣ Pergi ke tanah lapang (musholla) tanpa ada udzur dengan kendaraan.
1⃣3⃣ Tidak bertakbir.
1⃣4⃣ Bertakbir dengan takbir-takbir yang tidak dituntunkan atau tidak ada dalilnya.
1⃣5⃣ Adzan dan Iqomah untuk sholat ’id.
1⃣6⃣ Takbir berjama’ah secara serempak dan dipimpin.
1⃣7⃣ Sholat tahiyatul masjid di tanah lapang, atau melakukan sholat sunnah sebelum dan setelah sholat ’id.
1⃣8⃣ Bermain petasan dan menganggu kaum muslimin.
1⃣9⃣ dan lain-lain.

  • Bersambung, In syaa Allah –

📝Ditulis oleh @abinyasalma

ℳـ₰✍
​✿❁࿐❁✿​
@alwasathiyah
__

👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG :  https://t.me/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

📎 Sumber :
Book : Bekal-bekal di Dalam Menyambut Idul Adha

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

HADITS-HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PUASA DI BULAN RAJAB [ 8/10 ]

❝EDISI KHUSUS BULAN RAJAB❞
 

HADITS-HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PUASA DI BULAN RAJAB(Bagian 8/10)

🔗 https://t.me/alwasathiyah

PENJELASAN PARA ULAMA TENTANG MASALAH RAJAB

  1. Imam al-‘Iraqy yang mengoreksi hadits-hadits yang terdapat dalam kitab Ihya’ ‘Uluumuddin, menerangkan bahwa hadits tentang puasa dan shalat Raghaa-ib adalah hadits maudhu’ (palsu).
    [📘 Lihat Ihya’ ‘Uluumuddin (I/202)]
  2. Imam asy-Syaukani menukil perkataan ‘Ali bin Ibrahim al-‘Aththaar, ia berkata dalam risalahnya:
    “Sesungguhnya riwayat tentang keutamaan puasa Rajab, semuanya adalah palsu dan lemah, tidak ada asalnya (dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam).”
    [📘 Lihat al-Fawaa-idul Majmu’ah fil Ahaaditsil Maudhu’ah (Hal: 381)]
  3. Syaikh Abdus Salam, penulis kitab as-Sunan wal Mubtada’at menyatakan:
    “Bahwa membaca kisah tentang Isra’ dan Mi’raj dan merayakannya pada malam tanggal dua puluh tujuh Rajab adalah BID’AH.
    Berdzikir dan mengadakan peribadahan tertentu untuk merayakan Isra’ dan Mi’raj adalah BID’AH, `do’a-do’a yang khusus dibaca pada bulan Rajab dan Sya’ban semuanya tidak ada sumber (asal pengambilannya) dan BID’AH, sekiranya yang demikian itu perbuatan baik, niscaya para Salafush Shalih sudah melaksanakannya.”
    [📘 Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (Hal: 143)]
  4. Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz, ketua Dewan Buhuts ‘Ilmiyyah, Fatwa, Da’wah dan Irsyad, Saudi Arabia, beliau berkata dalam kitabnya, at-Tahdzir minal Bida’ (Hal: 8):
    “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabatnya tidak pernah mengadakan upacara Isra’ dan Mi’raj dan tidak pula mengkhususkan suatu ibadah apapun pada malam tersebut. Jika peringatan malam tersebut disyar’iatkan, pasti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada ummat, baik melalui ucapan maupun perbuatan. Jika pernah dilakukan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    pasti diketahui dan masyhur, dan tentunya akan disampaikan oleh para Shahabat kepada kita…`”
  • Bersambung, Insya Allah

Ditulis oleh :
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

ℳـ₰✍
​✿❁࿐❁✿​
@alwasathiyah


👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ Telegram:  https://t.me/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 Facebook : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

📎 Sumber : https://almanhaj.or.id/1523-hadits-hadits-palsu-tentang-keutamaan-shalat-dan-puasa-di-bulan-rajab.html

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.