Tag Archives: berlomba

Q&A : BOLEH TIDAKNYA MENGIKUTI LOMBA TUTORIAL HIJAB DENGAN NIAT MENSYIARKAN HIJAB SYAR’I

الوسطية والاعتدال

Question Answer Audio 🔉

❓ BOLEH TIDAKNYA MENGIKUTI LOMBA TUTORIAL HIJAB DENGAN NIAT MENSYIARKAN HIJAB SYAR’I

Pertanyaan :
Assalamu’alaikum….
Ustadz saya mau bertanya tentang ibu-ibu di lingkungan perusahaan tempat suami bekerja mau mengadakan lomba tutorial hijab…
Nah bolehkah kita ikut dengan niat ingin mengsyiarkan jilbab syar’i ? Syukron.

➖➖➖➖➖➖➖

Jawaban :
Wa’alaykumussalâm Warahmatullâhi wabarakâtuh

Menjawab pertanyaan ini ada perinciannya :

1⃣ Lomba ini tidak disangkutpautkan dengan perayaan tertentu seperti peringatan Isro’ Mi’roj, Nisfu Sya’ban atau perayaan² lainnya yg tidak ada contohnya dari nabi ﷺ.
Jika ada maka kita tidak mengikutinya karena termasuk bagian dari ihtifal (memperingati) apabila kita ikut di dalam lomba tutorial hijab tersebut. Padahal memperingati atau merayakan hari-hari yang tidak pernah dirayakan Nabi atau para sahabat dan para salaf termasuk bid’ah.

2⃣ Jika didalam lomba tersebut terdapat mukholafat² /penyimpangan2 atau penyelewengan2 seperti adanya ikhtilath (campur baur laki wanita), ditonton oleh pria² bukan mahrom, dan keburukan lainnya, maka hukumnya HARAM.

3⃣ Jika didalam lomba tersebut terdapat unsur gharar (ketidakjelasan). Misalnya ada uang pendaftaran yang dipungut bagi peserta. Lalu pemenang mendapat hadiah dari uang pendaftaran tersebut. Maka lomba yang mengandung unsur Gharar tidak boleh diikuti.

4⃣ Jika didalam lomba terdapat maslahat yang rajihah/kuat untuk mengajarkan dan menunjukkan hijab syar’i adalah mudah, maka yg demikian ini diperbolehkan.
Namun jika maslahatnya kecil, malah di dalamnya terdapat hijab trendy, tidak syar’i dengan beragam perhiasan/aksesories, sebaiknya tidak ikut-ikutan karena bisa dianggap turut mendukung hijab² (trendi) tersebut. Meskipun maksud keikutsertaan kita adalah menunjukkan hijab yang sesuai tuntunan syariat.

واللّٰـه أعـلم بـالصـواب

🎙Jawaban Q&A oleh Ustadz Abu Salma Muhammad Muhammad حفظه الله تعالى

🖋Ditranskrip secara ringkas oleh Ika Ummu Royyan
_________________

👥 Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 Facebook : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

Serial Parenting LANGKAH -LANGKAH PRAKTIS DALAM MENDIDIK ANAK

‌🇸‌🇪‌🇷‌🇮‌🇦‌🇱 ‌🇵‌🇦‌🇷‌🇪‌🇳‌🇹‌🇮‌🇳‌🇬
LANGKAH -LANGKAH PRAKTIS DALAM MENDIDIK ANAK

[Lanjutan Keempat Belas] :

Rasulullâh ﷺ pernah melewati sejumah anak dari suku Aslam yang sedang bermain panah, lantas Nabi ﷺ bersabda :

ارْمُوا بَنِي إِسْمَاعِيلَ فَإِنَّ أَبَاكُمْ كَانَ رَامِيًا وَأَنَا مَعَ بَنِي فُلَانٍ

” Memanahlah wahai Bani Isma’il, karena bapak-bapak kalian adalah pemanah dan aku berlatih bersama Bani Fulan”
Yaitu beliau berlatih bersama salah satu diantara dua golongan yang sedang berlatih. Hal ini menyebabkan salah satu golongan berhenti bermain, maka beliau ﷺ pun memprotes:
” Mengapa mereka (tidak terus bermain?)”.
Mereka menjawab:
قَالُوا وَكَيْفَ نَرْمِي وَأَنْتَ مَعَ بَنِي فُلَانٍ
” Bagaimana kami bisa terus bermain sedangkan Anda berlatih bersama Bani Fulan?”.
Maka beliau bersabda:
ارْمُوا وَأَنَا مَعَكُمْ كُلِّكُمْ
” Berlatihlah, aku bersama kalian semuanya”. [HR Bukhari]

Dari Abdullâh bin Hârits Radhiyallâhu ‘anhu berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُفُّ عَبْدَ اللَّهِ وَعُبَيْدَ اللَّهِ وَكَثِيرًا مِنْ بَنِي الْعَبَّاسِ ثُمَّ يَقُولُ مَنْ سَبَقَ إِلَيَّ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا قَالَ فَيَسْتَبِقُونَ إِلَيْهِ فَيَقَعُونَ عَلَى ظَهْرِهِ وَصَدْرِهِ فَيُقَبِّلُهُمْ وَيَلْزَمُهُمْ

“ Rasulullâh ﷺ pernah membariskan Abdullah, Ubaidullah dan banyak lagi anak-anak dari kalangan Bani Abbas, kemudian bersabda: “Barangsiapa paling dahulu sampai kepadaku, maka ia akan mendapatkan ini dan itu.”
Abdullah berkata; Lalu mereka saling berlomba untuk sampai kepada Rasulullah ﷺ, sehingga diantara mereka ada yang menyentuh dada beliau dan ada juga yang menyentuh punggung beliau. Kemudian beliau menciumi mereka dan memeluk mereka.” [HR Ahmad]

Pernah suatu ketika Aisyah sedang bermain dengan anak-anak perempuan, lalu (keberadaan Nabi membuat mereka malu), maka Nabi ﷺ pun mempersilakan mereka agar Aisyah bisa bermain dengan mereka.” [Muttafaq alaihi]

Dengan cara bermain, maka dapat mengokohkan akhlak yang terpuji bagi anak-anak, seperti kejujuran, amanah, dll. Dan dapat menjauhkan mereka dari akhlak tercela seperti dusta, khianat, curang, berkata buruk, dll.

[ bersambung Insya Allah]

✍@abinyasalma
__________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål
♻Telegram: https://bit.ly/abusalma
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/