Tag Archives: baro’ nasehatisuami

Q&A : CARA ISTRI MENGINGATKAN SUAMI AGAR KEMBALI KE MANHAJ SALAF

๐Ÿ‡นโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ตโ€Œ

โ•”โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•—
TANYA JAWAB #AUDIO๐ŸŽ™
โ•šโ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•

๐Ÿ”— Http://bit.ly/alwasathiyah

CARA ISTRI MENGINGATKAN SUAMI AGAR KEMBALI KE MANHAJ SALAF

๐Ÿ“ PERTANYAAN :

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga ustadz senantiasa diberi kesehatan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Ustadz, bagaimana cara istri mengingatkan suami agar kembali pada manhaj salaf? Karena suami telah banyak termakan syubhat akibat dari mendengar ceramah semua ustadz dengan dalil ambil baiknya buang buruknya. Suami saat ini menjauhi majelis ilmu bahkan membenci dakwah salaf. Mohon nasehatnya untuk saya ustadz .

Syukran wa jazakallahu khairan ustadz

โž–โž–โž–โž–โž–โž–

๐Ÿ“š JAWABAN :

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

โœ’ Semuanya itu adalah hidayah dari Allah Subhanahu wa Taโ€™ala, Allah yang memegang kunci-kunci hidayah dan hanya Allah yang bisa memberikan hidayah taufik kepada siapa saja yang Dia kehendaki, adapun kita hanya bisa berusaha. Sebagai seorang istri, dakwah yang paling baik terhadap suami adalah mentaโ€™ati suami di dalam perkara yang ma’ruf. Tunjukkan akhlak yang baik, tunjukkan bahwa dengan kita mengikuti kajian semakin baik perangai kita. Bisa jadi suami mendapatkan syubhat seperti itu lantaran karena ada sikap-sikap dari kita atau sebagian teman kita yang kurang bermuatan hikmah. Yang tampak di mata suami hanyalah orang-orang yang rajin mengikuti kajian tapi perangainya kasar, suka berdebat, suka membully, suka nyinyir, suka menyindir, suka memvonis, suka menghujat dan seterusnya.

โœ’ Manusia memiliki fitrah menyukai hal-hal yang baik seperti contohnya akhlak yang baik. Tidak bisa kita pungkiri ternyata ada sebagian dari teman-teman kita yang memiliki perangai yang buruk. Kata nabi ini termasuk tanfir, yaitu menjauhkan umat dari al-haq, yang seperti ini hendaknya menjadi sarana muhasabah kita semua.

Bisa jadi kita mengklaim bahwa kita berada di atas aqidah salafiyah dengan manhaj yang haq, tapi ternyata akhlak kita masih jauh dari akhlaknya salafus shalih.

Melihat hal ini semakin besar syubhat mengenai suami. Dan terlebih lagi dia lebih sering berkumpul dengan kawan-kawannya.
Lantas bagaimana istri menghadapi hal ini?
– Hendaknya sang istri bersabar dan terus berusaha untuk mendakwahi sang suami dengan cara yang hikmah.
– Ajaklah suami untuk menghadiri kajian-kajian asatidzah salafi.
– Sentuh suami lewat sisi baik akhlak seorang salafi.

Bisa jadi dia menjauh karena memang dia belum paham dan juga karena ada sikap dari sejumlah oknum yang menunjukkan akhlak buruk, akhirnya disandarkan itu kepada manhaj salaf sehingga akhirnya dia tidak menyukai manhaj salaf.

โœ’ Jangan lupa doโ€™akan suami agar Allah memberikannya hidayah. Tapi jika kondisi sudah sangat buruk sekali, suami sudah dinasehati dan sudah berbagai cara ishlah ditempuh tidak ada perubahan juga, justru suami memberikan mudharat bagi sang istri semisal istri dilarang menghadiri kajian dan dikhawatirkan istri turut terkena dampak syubhat , maka dalam hal ini diperbolehkan secara syar’i istri mengajukan khulu‘ (menuntut cerai dari suami dengan mengembalikan setengah mahar), tapi ini adalah solusi yang paling terakhir yang bisa ditempuh jika sudah tidak menemukan cara lain.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู…ู ุจุงู„ู€ุตู€ูˆุงุจ

โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข

Dijawab oleh :
๐ŸŽ™ Ustadz Abu Salma
Muhammad ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Ditranskrip oleh :
โœ’ Tim Transkrip AWWI

Diedit oleh :
๐Ÿ“ Tim Editing AWWI

โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข

๐Ÿ‘ฅ WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidฤl
โœ‰ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
๐Ÿ‡ซ FB : fb.com/wasathiyah
๐Ÿ“น Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท IG : instagram.com/alwasathiyah
๐Ÿ”Š Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

Q&A : SAMPAI MANA ISTRI BOLEH MENGAMBIL HARTA HARAM DARI SUAMINYA?

๐Ÿ‡นโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ต
โ•”โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•—
QUESTION ANSWER AUDIO ๐ŸŽ™
โ•šโ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•

SAMPAI MANA ISTRI BOLEH MENGAMBIL HARTA HARAM DARI SUAMINYA?

๐Ÿ“ PERTANYAAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Apakah istri boleh meminta harta halal dari suami, ustadz?

Dan sampai mana batas istri boleh mengambil harta haram suaminya?

Jadi pasangan ini baru hijrah, si suami masih melakukan pekerjaan haram (sudah pernah mau stop tapi karena banyak kebutuhan dan belum dapat kerjaan yg halal lanjut lagi).

Istri hanya bisa terus mengingatkan, terkadang si istri juga bingung batasan membelanjakan harta suaminya (si istri juga mencari solusi untuk mendapat harta halal).
Mohon nasehatnya ustadz.

BarakaAllahu fiika..
Jazaakallahu khoyr

โž–โž–โž–โž–โž–

๐Ÿ“š JAWABAN

Wa’alaykumussalรขm
Warahmatullรขhi Wabarakรขtuh

Istri boleh meminta harta halal dari suaminya.

Adapun masalah sampai mana istri boleh mengambil harta haram suaminya, ini harus jelas dulu pekerjaan haramnya apa. Apakah bekerja di bank atau perusahaan asuransi?

Masalah ini sudah pernah saya bahas di grup. Namun intinya adalah perubahan suatu sebab kepemilikan itu QO’IM MAQOM (menempati kedudukan) hukum secara zatnya.

Jadi apabila ada seseorang mendapatkan harta yang tidak halal, maka ini adalah haram untuk dirinya.

โ–ถ Misalnya ada seseorang yang jualan barang, kemudian barang itu dibeli oleh orang yang berpenghasilan dari harta haram, ketika dia bertransaksi maka transaksinya halal sehingga penjual tadi mendapatkan harta yang halal.

โ–ถ Sama halnya dengan seorang istri yang apabila mendapatkan nafkah dari suaminya yang berpenghasilan haram. Ketika istri mendapatkan pemberian dari suaminya ini maka pemberian ini halal hukumnya. Nafkah dari suami halal untuk istrinya tapi haram bagi suaminya. Suami menanggung dosanya. Ini yang harus dipahami.

Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin rahimahullau ta’ala mengatakan,

ุฃู† ู…ุง ุญูุฑูู‘ู… ู„ูƒุณุจู‡ ูู‡ูˆ ุญุฑุงู… ุนู„ู‰ ุงู„ูƒุงุณุจ ูู‚ุทุŒ ุฏูˆู† ู…ูŽู† ุฃุฎุฐู‡ ู…ู†ู‡ ุจุทุฑูŠู‚ ู…ุจุงุญ.

โ€œSesuatu yang diharamkan karena usahanya, maka ia haram bagi orang yang mengusahakannya saja, bukan pada yang lainnya yang mengambil dengan jalan yang mubah (boleh)โ€
๐Ÿ’ฟ Liqฤโ€™ al-Bฤb al-Maftลซh, kaset no. 2.

Artinya ketika suami bekerja di bank atau di asuransi ribawi, dimana kerjaannya haram dan penghasilannya juga haram, tapi hukum haramnya hanya berlaku untuk dirinya sendiri.

Ketika uang yang haram itu dibelanjakan, misalnya dia belanjakan ke si fulan, transaksi yang dia lakukan ini adalah transaksi yang dihukumi mubah. Oleh karena itu ketika si fulan mendapatkan pembayaran dari orang yang bekerja di lembaga ribawi, pembayaran tersebut hukumnya halal untuk si fulan (penjual).

Demikian pula untuk istri yang mendapatkan nafkah dari suaminya yang bekerja di tempat yang haram. Haram untuk suami, tapi nafkah tersebut halal untuk istri.

โ—ˆ Dalam hal ini sejumlah ulama diantaranya merincikan bahwa apabila orang tersebut pekerjaannya bercampur antara halal dan haram, mayoritas ulama mengatakan ini halal hukumnya.

โ—ˆ Tapi apabila diketahui secara pasti 100% penghasilannya haram, maka sebagai bentuk sikap waraโ€™ (kehati-hatian) supaya tidak jatuh pada keharaman maka lebih baik ditolak atau tidak diterima.

Namun apabila seorang istri dia dalam dalam kondisi membutuhkan nafkah untuk anak-anaknya sedangkan dia tidak memiliki penghasilan lain kecuali dari suaminya, maka yang demikian dia diperbolehkan menerima harta tersebut dari suaminya.

Yang menanggung dosa adalah suaminya sendiri sedangkan istrinya tidak ikut menanggung dosa tersebut apalagi bila istri sudah barลโ€™ (berlepas diri), sudah menasihati, sudah mengingatkan suaminya dan seterusnya.

๐Ÿƒ Namun hendaknya harta tersebut dipergunakan oleh istrinya sesuai dengan kebutuhannya. Bukan malah si istri ini berasyik-asyik dengan hal tersebut, yang seharusnya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat primer tapi malah bermewah-mewahan (yang bersifat tersier).

Jika seperti ini, berarti dia telah meremehkan hukumnya. Dan menjadi haram dari semula halal sebagai nafkah seperlunya tapi digunakan berlebihan, karena hukum asal harta suaminya adalah haram.

Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข
Dijawab oleh :
๐ŸŽ™ Ustadz Abu Salma
Muhammad ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Ditranskrip oleh :
โœ’ Tim Transkrip AWWI
โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข

๐Ÿ‘ฅ WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidฤl
โœ‰ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
โ€Œ๐Ÿ‡ซ FB : fb.com/wasathiyah
๐Ÿ“น Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท IG : instagram.com/alwasathiyah
๐Ÿ”Š Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad