Tag Archives: barang

Q&A : BAGAIMANA HUKUM BACAAN SURAH QUR’AN SEBAGAI MAHAR PERNIKAHAN

Question Answer

BAGAIMANA HUKUM BACAAN SURAH QUR’AN SEBAGAI MAHAR PERNIKAHAN

PERTANYAAN :

Bismillah,
Assalamu’alaikum, Ustadz,
Bagaimana jika ada seorang akhwat meminta mahar nya salah satu surah dalam Al – Quran. Dan bagaimana jika tidak dihafal melainkan dibaca saja manakah yang lebih utama ?
Bagaimana jika (misalnya) telah ada mahar dalam bentuk lain, bolehkah tetap ditambahkan surah dalam Al – Quran tersebut ?
Syukron jazaakallahu khayran

➖➖➖➖➖➖
JAWABAN
وعليكم السَّلام ورحمةاللّٰه وبر كاته

Mahar hendaknya dengan barang berharga meski sedikit (lihat An-Nisa : 24).
Bahkan Nabi juga saat mendapati sahabatnya menikah, beliau mengatakan
التمس ولو خاتم من حديد
Kasih maharnya meski hanya cincin dari besi.

Al-Qur’ân tidak sepatutnya dijadikan mahar kecuali bagi orang yang miskin yang tidak mampu memberikan barang apapun kepada wanita. Itupun hendaknya berupa jasa, misalnya mengajarkan isteri al-Qur’an, atau mengajarinya tajwid dan tahsin, atau semisalnya, maka ini boleh…

Adapun trend menjadikan ayat al-Qur’ân sebagai mahar, padahal suami orang yang mampu memberi barang berharga bagi istri, maka ini tidak benar…
Wallahu a’lam
Ini jawaban saya terdahulu 👇🏻

Tanya
Assalamualaikuum
Saya mau bertanya Ustadz …apa faedahnya seorang perempuan meminta mahar surat Ar-Rahman kepada calon suaminya ?
Mohon penjelasannya
Terimakasih
Wassalamualaikum …
➖➖➖➖➖
Jawab

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Sebenarnya yang pertama perlu dijelaskan adalah hukum mahar berupa hafalan al-Qur’an. Bagaimana sih hukumnya?

1⃣ Mahar itu adalah hak wanita (isteri), yang disepakati para ulama haruslah berupa material (barang) ataupun jasa.
2⃣ Jasa contohnya seperti membangunkan rumah, mengajarkan al-Qur’an, atau semisalnya, maka ini diperbolehkan dijadikan mahar.
3⃣ Menyetor hafalan al-Qur’an sebagai mahar, diperselisihkan ulama. Mayoritas ulama melarangnya kecuali Syafi’iyah, yang berpendapat boleh hukumnya.
4⃣ Pendapat yang paling kuat adalah makruh (dibenci) menjadikan hafalan al-Qur’an sebagai mahar. Lebih utama adalah menjadikan pengajaran al-Qur’an sebagai mahar.
Misal, mengajarkan isteri al-Qur’an dan menghafalnya sebagai mahar, maka ini boleh.
5⃣ Riwayat hadits Sahl bin Sa’ad yang menikahi wanita dengan hafalan al-Qur’an, maka ini lantaran Sahl tidak memiliki apapun sebagai mahar.
Karena itu jika ada pria yang tidak memiliki apapun dan menjadikan hafalan al-Qur’an sebagai mahar, maka ini diperbolehkan karena memang kondisinya demikian.
Adapun seorang pria yang mampu memberikan harta sebagai mahar, maka lebih utama baginya menjadikan harta tersebut sebagai mahar nya.

Wallahu ta’ala a’lam bish shawab

✍️ @abinyasalma
__________________

✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål
♻Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
💠Facebook : http://fb.me/wasathiyah
🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : http://instagram.com/alwasathiyah
🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Q&A : APAKAH HUTANG BARANG HARUS DIBAYAR DENGAN BARANG?

​Question Answer
APAKAH HUTANG BARANG HARUS DIBAYAR DENGAN BARANG ? 🍞🧀
Tanya 
Assalamuaikum warahmatulahi wabarakatuh ..
1. Ustad kalo kita berhutang di warung ambil barang sembako dibayar bulan depan boleh tidak ?

2. Jika kita menggadaikan barang di pegadaian boleh tidak ?  Jazakallah khairan ustadz
➖➖➖➖➖

Jawab 
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh 
1⃣ Hutang barang hendaknya dibayar dengan barang tsb, misal hutang uang dibayar uang, termasuk hutang beras dengan beras, dg SYARAT HARUS SAMA TAKARAN DAN TIMBANGANNYA WALAUPUN KUALITAS BEDA. 

2⃣ Hutang barang dibayar dengan barang yg berbeda jenisnya. Maka diperbolehkan jika disepakati dan saling ridha. Misal, hutang beras 5kg dibayar dengan uang yang senilai, atau minyak goreng 3 liter, atau barang lainnya, selama saling ridha. Tidak harus sama kadar dan timbangannya, karena jenisnya berbeda. 

3⃣ Hutang komoditi ribawi emas dan perak, maka harus dibayar emas dan perak. Misal, hutang emas 20 gram, harus dibayar emas 20 gram. 

Boleh berbeda jenisnya, misal emas 20 gram dilunasi dengan perak 200 gram atau uang sejumlah sekian, namun dg syarat AKADNYA TIDAK DI AWAL PERJANJIAN HUTANG, NAMUN MENYUSUL SAAT AKAN PELUNASAN. 

Misal Ummu Reva hutang emas 50 gram ke Bu Ika. Secara asal Bu Ika harus membayar emas yg sama takarannya 50 gram, ga boleh kurang atau lebih. 

Namun, saat pelunasan, bu Ika tdk punya emas, adanya perak atau uang. Maka boleh dibayar dg jenis yg berbeda tsb selama sama² sepakat dan saling ridha. 

Contoh lain, misal Ummu Farah hutang beras ke Ummu Sulaiman sebanyak 50 kg. Maka jika sejenis (sama² beras), baik itu beras dg merk berbeda atau tepung beras, haruslah sama berat dan takarannya. Boleh juga dibayar saat pelunasan setelah disepakati bersama dan sama² ridha, misal diganti buah apel 75 kg, atau selainnya yang berbeda jenisnya dengan beras. 

Wallahu a’lam. 
2. Adapun hukum GADAI  (rahn), maka secara asal adalah boleh, selama tdk ada unsur riba dan ghoror di dalamnya.
Wallahu a’lam 
✍@abinyasalma 

______________________
✉Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidål

♻Telegram:  https://bit.ly/abusalma 

🌐 Blog : alwasathiyah.com

💠Facebook : http://fb.me/abinyasalma81

🔰Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/

🌀Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/