Tag Archives: asmawashifat

SERIAL TAUHID [ Bag.18/18 ]

🇸‌🇪‌🇷‌🇮‌🇦‌🇱‌ 🇹‌🇦‌🇺‌🇭‌🇮‌🇩‌

MENGENAL TAUHID

(Bagian 18/18)

🔗 https://bit.ly/alwasathiyah

••• ════ ༻🍁༺ ════ •••

Penetapan Sifat Yang Tidak Diperbolehkan

Kedua : Sifat Salbiyyah

🏷 Sifat Salbiyyah adalah setiap sifat yang dinafikan (ditolak) Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi Diri-Nya melalui Al-Quran atau sabda Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan seluruh sifat ini adalah sifat kekurangan dan tercela bagi Allah,
contohnya; maut (mati, tidak hidup), naum (tidur), jahl (bodoh), nis-yan (kelupaan): ‘ajz (kelemahan, ketidakmampuan), ta’ab (kecapekan, kelelahan). Sifat-sifat tersebut wajib dinafikan (ditolak) dari Allah Azza wa Jalla berdasarkan keterangan di atas, dengan disertai penetapan sifat kebalikannya secara sempurna.

Misalnya,_menafikan maut (mati) dan naum (tidur) berarti menetapkan kebalikannya bahwasanya Allah Dzat Yang Maha hidup dengan sempurna, menafikan jahl (kebodohan) berarti menetapkan bahwasanya Allah Dzat Yang Maha mengetahui dengan ilmu-Nya yang sempurna.

[Lihat at-Tanbiihatul Lathiifah ‘alaa Mahtawat ‘alaihil ‘Aqiidah al-Waasithiyyah minal Mabaahiits al-Muniifah (Hal: 40, 47) oleh Syaikh as-Sa’di, al-Qawaa’idul Mutsla fii Shifaatilaahi wa Asmaa-ihil Husnaa (Hal: 59-63) oleh Syaikh Muhammad al-‘Utsaimin dan Syarhul ‘Aqiidah al-Waasithiyyah oleh Khalil Hiras (Hal: 159-160) dan Madkhaal lidiraasatil ‘Aqiidah Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah (Hal: 91-92)]

[📖 Disalin dari Kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Po Box 7803/JACC 13340A Jakarta, Cetakan Ketiga 1427H/Juni 2006M]

– SELESAI –

••• ════ ༻🍁༺ ════ •••

Ditulis oleh :
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Diedit oleh :
📝 TIM Editing AWWI

ℳـ₰✍
✿❁࿐❁✿
@alwasathiyah
__________________

👥 WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

📎 Sumber : https://almanhaj.or.id/3263-tauhid-al-asma-wash-shifat-kaidah-tentang-sifat-sifat-allah-jalla-jalaluhu-menurut-ahlus-sunnah.html

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

SERIAL TAUHID [ Bag. 17/18 ]

🇸‌🇪‌🇷‌🇮‌🇦‌🇱‌ 🇹‌🇦‌🇺‌🇭‌🇮‌🇩‌

MENGENAL TAUHID

(Bagian 17/18)

🔗 https://bit.ly/alwasathiyah

••• ════ ༻🍁༺ ════ •••

KAIDAH TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH JALLA JALALUHU MENURUT AHLUS SUNNAH

🔅 Sifat-sifat yang disebutkan Allah tentang Diri-Nya ada dua macam: Sifat Tsubutiyyah dan Sifat Salbiyyah .

Pertama: Sifat Tsubutiyyah.
Sifat Tsubutiyyah adalah setiap sifat yang ditetapkan Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi Diri-Nya di dalam Al-Quran atau melalui sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semua sifat-sifat ini adalah sifat kesempurnaan, serta tidak menunjukkan sama sekali adanya cela dan kekurangan.
Contohnya: Hayaah (hidup): ‘Ilmu (mengetahui), Qudrah (ber-kuasa), Istiwaa’ (bersemayam) di atas ‘Arsy, Nuzuul (turun) ke langit terendah, Wajh (wajah), Yad (tangan) dan lain-lainnya.

◽ Sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut wajib ditetapkan benar-benar sebagai milik Allah sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya, berdasarkan dalil naqli dan ‘aqli.

Sifat Tsubutiyyah ada dua macam: Dzaatiyah dan Fi’liyah.

🏷 Sifat Dzaatiyyah adalah sifat yang senantiasa dan selamanya tetap ada pada Diri Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Seperti, Hayaah (hidup), Kalam (berbicara): ‘Ilmu (mengetahui), Qudrah (berkuasa), Iradah (ke-inginan), Sami’ (pendengaran), Bashar (penglihatan), Izzah (kemuliaan, keperkasaan), Hikmah (kebijaksanaan): ‘Uluw (ketinggian, di atas makhluk): ‘Azhamah (keagungan). Dan yang termasuk dalam sifat ini adalah Sifat Khabariyyah seperti adanya wajah, yadan (dua tangan) dan ‘ainan (dua mata).

🏷 Sifat Fi’liyyah adalah sifat yang terikat dengan masyi-ah (kehendak) Allah Azza wa Jalla , seperti Istiwa’ (bersemayam) di atas ‘Arsy dan Nuzul (turun) ke langit terendah, atau pun datang pada hari Kiamat, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla:

( وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا )

Dan datanglah Rabb-mu, sedang Malaikat berbaris-baris.” ( QS. Al-Fajr: 22)

Suatu sifat bisa menjadi sifat dzaatiyyah-fi’liyyah ditinjau dari dua segi, yaitu asal (pokok) dan perbuatannya.
Seperti sifat Kalaam (pembicaraan), apabila ditinjau dari segi asal atau pokoknya adalah sifat dzaatiyyah karena Allah Azza wa Jalla selamanya akan tetap berbicara, tetapi jika ditinjau dari segi satu persatu terjadinya Kalaam adalah sifat fi’liyyah karena terikat dengan masyi-ah (kehendak), dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berbicara apa saja yang Dia kehendaki jika Dia menghendaki.

Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla:

( إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ )

Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berfirman kepadanya: ‘Jadilah,’ maka terjadilah.” ( QS. Yaasiin: 82)

Setiap Sifat Allah yang terikat dengan masyii-ah (kehendak-Nya) adalah mengikuti hikmah-Nya. Hikmah ini terkadang dapat kita ketahui, tetapi terkadang tidak mampu kita pahami, namun kita benar-benar yakin bahwa Allah Azza wa Jalla tidak menghendaki sesuatu melainkan apa yang dikehendaki-Nya, itu pun sesuai hikmah-Nya. Seperti yang Allah isyaratkan melalui firman-Nya:

( وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا )

Dan kamu tidak menghendaki (menempuh jalan itu), kecuali jika Allah kehendaki. Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui lagi Maha bijaksana.” ( QS. Al-Insaan: 30)

– Bersambung in syâ Allâh… –

••• ════ ༻🍁༺ ════ •••

Ditulis oleh :
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Diedit oleh :
📝 TIM Editing AWWI

ℳـ₰✍
✿❁࿐❁✿
@alwasathiyah
__________________

👥 WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

📎 Sumber : https://almanhaj.or.id/3263-tauhid-al-asma-wash-shifat-kaidah-tentang-sifat-sifat-allah-jalla-jalaluhu-menurut-ahlus-sunnah.html

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.