Tag Archives: amanah

Q&A : TEMAN MEMINTA SARAN

๐Ÿ”– Question Answer

๐Ÿ‘ฅ TEMAN MEMINTA SARAN ๐Ÿ—ฃ๏ธ

PERTANYAAN

Assalamu’alaikum,

Seorang sahabat bercerita tentang cobaan yang sedang dialaminya saat ini. Setelah mendengar, Ya Allah sangat berat juga permasalahannya… Teman tersebut ada meminta saran, tapi karena saya takut saran saya itu tidak tepat (ada rasa khawatir juga ikut terlibat dalam masalahnya karena ada perkara hukum di dalamnya). Maka saya cuma bilang, banyak-banyak doa apalagi sekarang bulan Ramadhan.

Apakah tindakan saya sudah tepat, dan Apakah boleh saya bercerita pada Suami ?? Jazakallahu khairan

โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–

JAWABAN

Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh

Setiap muslim wajib saling menasehati. Apalagi jika diminta nasehat maka kata Nabi

ุงุฐุง ุงุณุชู†ุตุญูƒ ูุงู†ุตุญ ู„ู‡

Jika sodaramu meminta nasehat padamu, maka nasehati

Ketika anda turut bersimpati dengan kawan yang kena masalah, lalu mendukung, menasehatinya untuk sabar. Maka inilah tugas sahabat.

ุงู„ุตุฏูŠู‚ ู…ู† ุตุฏูŽููƒ ู„ุง ู…ู† ุตุฏู‘ู‚ูƒ

Teman itu yang berlaku jujur padamu, bukan yang selalu membenarkan semua perbuatanmu

Jika ia salah misalnya, maka kita ingatkan dia untuk taubat, memohon ampun kepada Allรขh, menyesali perbuatannya, dst…

Jika ia kena musibah, kita hibur dia, dampingi dan nasehati. Kalau perlu bantu dengan apa yang bisa dibantu.

Adapun cerita ke suami, ya semua itu kembali ke tujuan dan maksudnya.
Kalau suami bisa membantu, misalnya memberi saran, why not??

Kalo misalnya dia minta merahasiakan maka jaga rahasianya

Wallahu ta’ala a’lam bish shawab

โœ@abinyasalma
__________________

โœ‰Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidรฅl
โ™ปTelegram: https://bit.ly/alwasathiyah
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
๐Ÿ’ Facebook : http://fb.me/wasathiyah
๐Ÿ”ฐYoutube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท Instagram : http://instagram.com/alwasathiyah
๐ŸŒ€Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/

Serial Parenting LANGKAH -LANGKAH PRAKTIS DALAM MENDIDIK ANAK

โ€Œ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฑใ€€โ€Œ๐Ÿ‡ตโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡นโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ฌ
LANGKAH -LANGKAH PRAKTIS DALAM MENDIDIK ANAK

[Lanjutan Keempat Belas] :

Rasulullรขh ๏ทบ pernah melewati sejumah anak dari suku Aslam yang sedang bermain panah, lantas Nabi ๏ทบ bersabda :

ุงุฑู’ู…ููˆุง ุจูŽู†ููŠ ุฅูุณู’ู…ูŽุงุนููŠู„ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุจูŽุงูƒูู…ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุงู…ููŠู‹ุง ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุจูŽู†ููŠ ููู„ูŽุงู†ู

” Memanahlah wahai Bani Isma’il, karena bapak-bapak kalian adalah pemanah dan aku berlatih bersama Bani Fulanโ€
Yaitu beliau berlatih bersama salah satu diantara dua golongan yang sedang berlatih. Hal ini menyebabkan salah satu golongan berhenti bermain, maka beliau ๏ทบ pun memprotes:
” Mengapa mereka (tidak terus bermain?)”.
Mereka menjawab:
ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽูƒูŽูŠู’ููŽ ู†ูŽุฑู’ู…ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ู…ูŽุนูŽ ุจูŽู†ููŠ ููู„ูŽุงู†ู
” Bagaimana kami bisa terus bermain sedangkan Anda berlatih bersama Bani Fulan?”.
Maka beliau bersabda:
ุงุฑู’ู…ููˆุง ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽูƒูู…ู’ ูƒูู„ู‘ููƒูู…ู’
” Berlatihlah, aku bersama kalian semuanya”. [HR Bukhari]

Dari Abdullรขh bin Hรขrits Radhiyallรขhu โ€˜anhu berkata :

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุตููู‘ู ุนูŽุจู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุนูุจูŽูŠู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ ุจูŽู†ููŠ ุงู„ู’ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู…ูŽู†ู’ ุณูŽุจูŽู‚ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ ููŽู„ูŽู‡ู ูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽูŠูŽุณู’ุชูŽุจูู‚ููˆู†ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŽูŠูŽู‚ูŽุนููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุธูŽู‡ู’ุฑูู‡ู ูˆูŽุตูŽุฏู’ุฑูู‡ู ููŽูŠูู‚ูŽุจู‘ูู„ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽู„ู’ุฒูŽู…ูู‡ูู…ู’

โ€œ Rasulullรขh ๏ทบ pernah membariskan Abdullah, Ubaidullah dan banyak lagi anak-anak dari kalangan Bani Abbas, kemudian bersabda: “Barangsiapa paling dahulu sampai kepadaku, maka ia akan mendapatkan ini dan itu.”
Abdullah berkata; Lalu mereka saling berlomba untuk sampai kepada Rasulullah ๏ทบ, sehingga diantara mereka ada yang menyentuh dada beliau dan ada juga yang menyentuh punggung beliau. Kemudian beliau menciumi mereka dan memeluk mereka.” [HR Ahmad]

Pernah suatu ketika Aisyah sedang bermain dengan anak-anak perempuan, lalu (keberadaan Nabi membuat mereka malu), maka Nabi ๏ทบ pun mempersilakan mereka agar Aisyah bisa bermain dengan mereka.โ€ [Muttafaq alaihi]

Dengan cara bermain, maka dapat mengokohkan akhlak yang terpuji bagi anak-anak, seperti kejujuran, amanah, dll. Dan dapat menjauhkan mereka dari akhlak tercela seperti dusta, khianat, curang, berkata buruk, dll.

[ bersambung Insya Allah]

โœ@abinyasalma
__________________

โœ‰Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal I’tidรฅl
โ™ปTelegram: https://bit.ly/abusalma
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
๐Ÿ’ Facebook : http://fb.me/abinyasalma81
๐Ÿ”ฐYoutube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท Instagram : http://instagram.com/abinyasalma/
๐ŸŒ€Mixlr : http://mixlr.com/abusalmamuhammad/