Tag Archives: Adab

KAIDAH PENGASUHAN YANG SERING DILUPAKAN [ 8/8 ]

🇸‌🇪‌🇷‌🇮‌🇦‌🇱 ‌
🇵‌🇦‌🇷‌🇪‌🇳‌🇹‌🇮‌🇳‌🇬‌

KAIDAH PENGASUHAN YANG SERING DILUPAKAN
[ 8/8 ]

Di antara kaidah pendidikan yang sering dilupakan oleh para orang tua adalah:

التدرج في التغيير و البدء بالأهم فالمهم وعدم استعجال النتائج

“Bertahap di dalam melakukan perubahan dan memulai dari yang terpenting lalu yang penting serta tidak tergesa-gesa memetik hasil.”

Ayah dan Bunda,
Tadarruj (bertahap) adalah metode tarbiyah yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya. Bukankah Allah menciptakan langit dan bumi dalam 6 masa (lihat QS al-A’raf: 54) sementara Allah mampu menciptakan segala sesuatu dalam sekejap, yaitu apabila Dia berkehendak untuk menciptakan sesuatu, maka cukuplah Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah ia.” (lihat QS al-Baqoroh: 117).

Demikian pula al-Qur’an diturunkan secara bertahap, dan Nabi pun juga berdakwah secara bertahap, dari perkara paling fundamental terlebih dahulu ( yaitu aqidah ) lalu ke perkara lainnya.

*Di antara hikmahnya adalah kita belajar bahwa segala sesuatu ada tahapan dan jenjangnya, agar bisa mencapai tujuan, maka kita harus melangkah demi langkah di atas jalan-Nya.”

Ini juga yang mengajarkan kita sikap ‘ta`anni’ (tenang) dan tidak tergesa-gesa. Bahkan dikatakan, ‘man ista’jala uuqiba bihirmaanihi’ yang artinya, ‘siapa tergesa-gesa maka ia takkan memperolehnya’.

🛣️ Ingatlah, jalan ribuan mil tetaplah diawali dengan satu langkah kaki dan dimulai dari meter pertama. Siapa yang mau meniti di atas jalan-Nya maka akan sampai, insya Allah.

🛋️ Mendidik anak pun ada langkah-langkahnya yang harus dilalui secara bertahap dan terus menerus. Siapa yang tergesa-gesa dan menggegas, niscaya dia akan memperoleh kegagalan demi kegagalan.

Wallahu a’lam- SELESAI -

ℳـ₰✍
​✿❁࿐❁✿​
@abinyasalma


👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG :  https://t.me/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

📎 Sumber : PDF 8 Kaidah Penting Mendidik Anak
http://bit.ly/ebookparenting8

KAIDAH PENGASUHAN YANG SERING DILUPAKAN [ 7/8 ]

🇸‌🇪‌🇷‌🇮‌🇦‌🇱 ‌
🇵‌🇦‌🇷‌🇪‌🇳‌🇹‌🇮‌🇳‌🇬‌

KAIDAH PENGASUHAN YANG SERING DILUPAKAN
[ 7/8 ]

Di antara kaidah pendidikan yang sering dilupakan oleh para orang tua adalah:

أنَّنا مأجورٌ على البلاغ لا على النتيجةِ وإنما علينا البلاغ والإرشاد والنصح والتوجيه وأما هداية التوفيق والقبول بيد الله

Kita diberi pahala atas upaya kita di dalam menyampaikan, bukan atas HASIL upaya kita, karena sesungguhnya kewajiban kita hanyalah menyampaikan, membimbing, memberi nasihat dan arahan. Adapun hidayah Taufiq dan penerimaan ada di tangan Allah.

Ayah dan Bunda yang dimuliakan Allah…

Hidayah taufiq itu tidak berada di tangan anda, namun berada di tangan Dzat yang memberikan hidayah kepada siapa saja yang Ia kehendaki dengan keutamaan dan rahmat-Nya, dan Dia juga menyesatkan siapa saja dengan keadilan dan hikmah-Nya.

Karena hidayah itu ada 2 macam:
1️⃣ Hidayah at-Taufiq wal Ilham wal Qobul, ini hanya dimiliki Allah. ( Lihatlah QS. al-Qashash : 56) dimana Nabi tidak mampu memberikan hidayah kepada paman beliau yang beliau kasihi, Abu Thalib:

( إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ )

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. ( QS. al-Qashash : 56 )

2️⃣ Hidayah al-Bayan wal Irsyad wat Taujih, ini dimiliki oleh kita sebagai manusia. Dalilnya dalam QS. asy-Syura : 52-53.

( وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ صِرَاطِ اللَّهِ )

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar memberi hidayah (berupa penjelasan dan nasehat) kepada jalan yang lurus, (yaitu) jalan Allah”.

Wahai ayah bunda, kita bisa belajar dari Nabi Nuh dan Luth alaihimassalam, yang tidak bisa memberikan hidayah kepada isterinya dan puteranya, meski mereka tumbuh di rumah manusia paling shalih dan paling sabar.

Demikian pula Nabi Ibrahim alaihissalam yang ayahnya Azar, adalah seorang tokoh kemusyrikan terbesar di zaman itu, namun Allah berikan hidayah kepada beliau, bahkan dipilih sebagai bapaknya para Nabi.

‼️ Karena itu, kewajiban kita hanyalah ikhtiar dan berusaha mengambil sebab, adapun selebihnya kita serahkan kepada Allah. Sebab bukanlah hasil usaha kita yang dilihat, namun sejauh mana upaya kita di dalam mendidik dan kesesuaiannya dengan kebenaran itulah yang menjadi parameter. Dan kebenaran itu adalah yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

( إِنَّ هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ یَهۡدِی لِلَّتِی هِيَ أَقۡوَمُ )

“Sesungguhnya al-Qur’an ini benar-benar menunjukkan kepada yang paling lurus.” ( QS. al-Israa’ : 9 )

  • Bersambung, Insya Allah

ℳـ₰✍
​✿❁࿐❁✿​
@abinyasalma


👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG :  https://t.me/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

📎 Sumber : PDF 8 Kaidah Penting Mendidik Anak
http://bit.ly/ebookparenting8