HUKUM MENGUBURKAN LEBIH DARI 1 JENAZAH DALAM 1 MAKAM

HUKUM MENGUBURKAN LEBIH DARI 1 JENAZAH DALAM 1 MAKAM

PERTANYAAN:

بِسْمِ اللهِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, apakah satu makam bisa diisi oleh beberapa orang ?

جزاك اللّٰه خيرا 

JAWABAN:

بــسم اللّٰـه
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Pertanyaan yang bagus. Saya rangkum dalam beberapa poin berikut :

1⃣ Allah menciptakan bumi sebagai tempat berkumpul manusia, baik yang hidup maupun meninggal. Allah berfirman :

 ( أَلَمْ نَجْعَلِ الأَرْضَ كِفَاتًا أَحْيَاءً ‎وَأَمْوَاتًا )

“Bukankah Kami jadikan bumi itu untuk tempat berkumpul, untuk yang hidup manupun yg telah meninggal.”
(QS. al-Mursalat : 25-26)

Al-Imam al-Qurthubi mengatakan :

  ” ليسكن فيها حيا، ويدفن فيها ميتا “"Agar mereka yang hidup tinggal di atas bumi, dan yang mati dimakamkan di dalamnya."

2⃣ Wajibnya memuliakan orang mati sebagaimana orang yg hidup. Nabi ﷺ bersabda :

« كسر عظم المؤمن ميتا ككسره حيا »

“Memecahkan tulang seorang mukmin yang telah meninggal seperti memecahkan tulang yg masih hidup.”
(HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Mengomentari hadits di atas, Ibnu Hajar mengatakan :

يستفاد منه أن حرمة المؤمن بعد موته باقية كما كانت في حياته.

"Dapat dipetik faidah dari hadits ini bahwa kehormatan seorang mukmin yang telah meninggal tetap berlaku sebagaimana hidupnya."

3⃣ Di antara bentuk memuliakan mukmin yang meninggal, adalah dengan cara menguburkannya pada kuburan masing-masing.

Para ulama menjelaskan :

وأما عن أمر الدفن في الشريعة الإسلامية،فالأصل أنه لا يدفن أكثر من ميت في القبر الواحد

Adapun perintah menguburkan di dalam syariat Islam, maka secara asal adalah tidak boleh menguburkan lebih dari satu Mayit dalam satu kuburan.

لأن {النبي صلى الله عليه وسلم كان يدفن كل ميت في قبر} وعلى هذا استمر فعل الصحابة ومن بعدهم إلا للضرورة .

Karena Nabi ﷺ dahulu hanya menguburkan setiap mayat pada kuburannya masing-masing. Demikian pula yg diamalkan Sahabat dan ulama setelah mereka, kecuali dalam keadaan terpaksa/darurat.

4⃣ Menguburkan lebih dari 1 mayat dalam 1 kuburan, adalah terlarang.
Sebagaimana yang dijelaskan Imam Nawawi dalam al-Majmu’.

” لا يجوز أن يدفن رجلان ولا امرأتان في قبر واحد من غير ضرورة ، وهكذا صرح السرخسي بأنه لا يجوز ” 

Tidak boleh menguburkan 2 pria, atau 2 wanita dalam 1 kuburan jika tidak terpaksa. Inilah yang ditegaskan oleh as-Sarkhasi akan ketidakbolehannya.

… ” أما إذا حصلت ضرورة بأن كثر القتلى أو الموتى في وباء أو هدم وغرق أو غير ذلك ، وعسر دفن كل واحد في قبر فيجوز دفن الاثنين والثلاثة ، وأكثر ، في قبر ، بحسب الضرورة “.  

Adapun jika terjadi kondisi darurat, misalnya banyak korban meninggal atau terbunuh akibat bencana, gempa, tenggelam, dan lain-lain, dan kesulitan untuk menguburkan satu-satu, maka dibolehkan menguburkan 2 – 3 atau lebih mayat dalam 2 kubur karena kondisi darurat.

KESIMPULAN :
Hukumnya tidak boleh mengumpulkan 2 atau lebih mayat dalam 1 kuburan, kecuali terpaksa.

واللّٰـه أعـلم بـالصـواب


✒️ Dijawab Oleh:
ℳـ₰✍
​✿❁࿐❁✿​
@abinyasalma


👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ Telegram:  https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 Facebook : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

PERBEDAAN ANTARA ” INSYA ALLAH ” DENGAN ” BIIZNILLAH ” DI DALAM AL-QUR’AN

🇫 🇦 🇮 🇩 🇦 🇭

PERBEDAAN ANTARA INSYA ALLAH DENGAN BIIDZNILLAH DI DALAM AL-QUR’AN

الفــرق بــين(إن شــاء الله) و (بــإذن اللــه) فــي القــرأن:

🖇 KALIMAT INSYA ALLAH

Sesungguhnya, penggunaan kalimat insya Allah diekspresikan oleh seseorang untuk dirinya sendiri. Sebagai contohnya :

•) CONTOH 1 :

Firman Allah ﷻ :

(إن البقر تشابه علينا وإنا إن شاء الله لمهتدون)

“Sesungguhnya sapi itu belum jelas bagi kami, dan kami insyâ Allah (jika Allah menghendaki) mendapatkan petunjuk.”
[ Q.S Al-Baqoroh : 70]

Yaitu, mereka sendirilah yang akan menyembelih sapi itu, dengan dalil firman Allah ﷻ:

(فذبحوها وما كادوا يفعلون).

“Lalu mereka menyembelihnya (sapi betina itu), padahal nyaris saja mereka tidak melaksanakan (perintah) itu. “
[ Q.S Al-Baqoroh : 71]

•) CONTOH 2 :

Firman Allah ﷻ :

(قال ادخلوا مصر ان شاء الله امنين)هم سيدخلون.

“Dan Yusuf berkata : masuklah kalian ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman. “
[ Q.S Yusuf: 99]

Yaitu, mereka sendiri yang akan memasuki (negeri Mesir).

•) CONTOH 3 :

Firman Allah ﷻ :

(ستجدني ان شاء الله صابرا ولا اعصي لك امرا)

“(Musa berkata) : Insya Allah engkau akan dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apapun. “
[ Q.S Al-Kahfi : 69]

•) CONTOH 4 :

Firman Allah ﷻ :

(ستجدني ان شاء الله من الصابرين)

“(Ismail berkata) : Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. “
[ Q.S Ash-Shaffat : 102]

Yaitu, beliau (Musa dan Ismail) sendirilah yang akan bersabar.
Dan masih banyak lagi ayat-ayat serupa di dalam al-Qur’an.

🖇 KALIMAT BIIDZNILLAH

Adapun kalimat biidznillah, maka digunakan untuk menunjukan sesuatu yang manusia tidak mampu memasukinya atau berkuasa atasnya, namun terjadi menurut pengaturan di luar kehendak manusia. Seperti misalnya :

•) CONTOH 1 :

Firman Allah ﷻ :

من كان عدوا لجبريل فانه نزله عل قلبك باذن الله

“Barangsiapa yang menjadi musuh bagi Jibril, maka sesungguhnya dialah (Jibril) yang menurunkan (al-Qur’an) ke dalam hatimu (Muhammad) biidznillah (dengan izin Allah).”
[ Q.S Al-Baqoroh : 97]

Turunnya al-Qur’an ke dalam diri Nabi ﷺ bukanlah karena keinginan beliau sendiri, namun ini berasal dari (ketentuan) Allah ﷻ.

•) CONTOH 2 :

Firman Allah ﷻ :

(كم من فئة قليله غلبت فئة كثيرة باذن الله)

“Betapa banyak kelompok yang kecil mengalahkan kelompok yang besar biidznillah. “
[ Q.S Al-Baqoroh : 249]

Kemenangan kelompok yang kecil ini berdasarkan kekuasaan ilahi.

•) CONTOH 3

Firman Allah ﷻ tentang bala tantara Thaluth :

(فهزموهم باذن الله وقتل داود جالوت)

“Maka mereka mengalahkannya biidznillah, dan Dawud pun membunuh Jalut.”
[Q.S al-Baqoroh : 51]

Dan kemenangan ini berasal dari sisi Allah.

•) CONTOH 4

Firman Allah ﷻ :

(وما هم بضارين به من  احد الا باذن الله)

“Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali biidznillah”
[ Q.S al-Baqoroh: 102]

Dan sihir itu tidak dapat membahayakan orang lain melainkan dengan ketentuan Allah.
Dan masih banyak lain contoh lainnya.
Perhatikanlah betapa indahnya sastra al-Qur’an…

🗞 Naskah arab berasal dari grup Multaqo ad-Du’at ilallah

ℳـ₰✍
✿❁࿐❁✿
@abinyasalma

🔗 Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.


👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG :  https://t.me/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

Media Berbagi Grup Ilmu dan Dakwah Al-Wasathiyah wal I'tidal