Category Archives: Nasehat

Antara Ghibah dan membicarakan orang lain 

الوسطية والاعتدال:

أبو سلمى محمد رخدي:

*ANTARA GHIBAH DAN MEMBICARAKAN ORANG LAIN*
1⃣ Hukum asal _ghībah_ itu adalah *haram* dan termasuk salah satu dosa besar. 

Allāh Azza wa Jalla berfirman :

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ

_Dan janganlah kalian mengghibah satu dg lain. Adakah seorang diantara kalian yang senang memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya._ (QS 49:7)

2⃣ Ghibah itu kata Nabi _Shallallāhu alaihi wasalam_ adalah :

ذِكرُك أخاك بما يكره 

_kamu menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia benci (jika mendengarnya)_.

Kemudian ada sahabat bertanya :

أفرأيتَ إن كان في أخي ما أقول ؟

_Bagaimana menurut Anda jika yang kuucapkan itu memang ada pada saudaraku?_

Nabi menjawab :

إن كان فيه ما تقول فقد اغتبته ، وإن لم يكن فيه فقد بهتَّه . رواه مسلم

_Jika yang kau katakan memang ada pada dirinya berarti kamu telah mengghibahnya. Tapi jika ga ada, berarti kamu telah memfitnahnya._ (HR Muslim). 

3⃣ Ghibah itu secara asal hukumnya adalah *haram* tanpa ada perbedaan pendapat. 

4⃣ Namun, dalam suatu kondisi yang dibenarkan syariat maka ghībah diperkenankan, bahkan bisa dianjurkan dan diwajibkan. 

Kata Imam Nawawi :

الغيبة تباح لغرض صحيح شرعي لا يمكن الوصول إليه إلا بها

_Ghibah itu boleh dg tujuan yg benar secara syar’i yang mana tujuan ini tidak mungkin tercapai kecuali dengan melakukannya._

5⃣ *Dalam kondisi apakah ghibah diperbolehkan?* 

Para ulama menjelaskan, diantaranya Imam Nawawi :

القدح ليس بغيبة في ستة: متظلم, ومعرف, ومحذر ومجاهرا فسقا, ومستفت، ومن طلب الإعانة في إزالة منكر.

_Mencela (membongkar aib)  itu bukanlah ghibah dalam 6 kondisi :_

1. *Orang yang dizhalimi* (maka dia boleh menjelaskan keburukan orang yang kenzhaliminya).

2. *Untuk mengenalkan seseorang*, misal menyebut orang yang pincang, gemuk,  dan semisalnya namun tujuannya hanya utk mengenalkan saja. 

3. untuk *mentahdzir atau memperingatkan seseorang* dari kesesatan atau kejelekan seseorang. 

4. *Orang yang menampakkan kefasikan alias _mujāhir_.*

5. *orang yg meminta fatwa* lalu ia menceritakan segala kondisi termasuk yang jelek. 

6. *Orang yg meminta bantuan utk menghilangkan kemungkaran.*

Adapun selain keenam tujuan di atas, maka hukum ghibah adalah *haram*.

6⃣ Namun hendaknya mengindahkan kaidah berikut :

الضرورات تُقدَّر بقدرها

_Kondisi mendesak itu ditakar menurut porsinya_.

Maksudnya :

➖Apabila ada hajat syar’i maka diperbolehkan kita melalukan ghibah 

➖Hendaknya ghibah dilakukan sebatas hajatnya saja. Tidak berlebihan dan tidak merasa senang melakukannya. 

➖Apabila tujuan sudah tercapai, maka tidak boleh terus²an melakukan ghibah. 

7⃣ Satu hal lagi yang tidak kalah penting, yaitu *niat*.

Apabila melakukan ghibah dengan niat selain keenam hal di atas, apalagi jika diiringi tendensi kebencian, iri hati, dendam, dll maka kembali menjadi haram. 

Karena itu jangan bermudah²an membicarakan orang lain, karena hal ini berpotensi menarik seseorang jatuh ke jurang ghibah yang diharamkan.

Jadi, kalo kita membicarakan seseorang, maka perhatikan :

➖Apa tujuan kita membicarakannya?

➖Apa maslahat kita membicarakannya? 

➖Apa urgensi membicarakan org tsb?

👉🏻Apabila tujuannya untuk menjelaskan manhajnya yang keliru, misalnya… 

➖Apa maslahatnya membicarkan manhajnya yang keliru? apakah 

▫Agar bisa menasehati org itu?

▫Agar bisa memperingatkan kawan dari orang itu?

▫Apakah begitu urgennya sehingga harus memperingatkan org tsb?

Ataukah… 

▫Hanya jangan² hanya sbg bahan obrolan dan gosip belaka

Atau apa… ?

Maka ini diri kita sendiri yang tahu…

So, kurangi membicarakan tentang orang lain, person tertentu, kecuali *jika memang benar² penting*…

Karena seringkali membicarakan orang itu dampaknya beruntun…

❗Bisa jadi jatuh ke ghibah

❗Bisa jadi pula jatuh ke buhtan atau fitnah (jika yg kita bicarakan tdk ada padanya) 

❗Menimbulkan _namimah_ alias adu domba

❗Merusak ukhuwah dan kasih sayang krn menyebabkan pro dan kontra

❗Mengurangi keimanan, karena seringkali tidak ada manfaatnya membicarakan person tertentu 

Dan keburukan lainnya.
✏️ @abinyasalma
♻ WAG  &  Channel Telegram *al-Wasathiyah wal I’tidål*

📎 https://bit.ly/abusalma

Sebuah Nasehat : Antara Takjub dan Sedih 

الوسطية والاعتدال:

‌🇳‌🇦‌🇸‌🇪‌🇭‌🇦‌🇹 ‌🇸‌🇦‌🇱‌🇦‌🇫
💬 Ibnu Mas’ûd Яα∂нïγαℓℓâнบ ‘αทнบ berkata :
☀️ Ada tiga hal yang membuatku takjub hingga menyebabkan diriku tertawa :

1⃣ Orang yang berangan terhadap dunia sedangkan kematian senantiasa mengintainya

2⃣ Orang yang lalai sedangkan dirinya tidak pernah dilalaikan 

3⃣ Orang yang banyak tertawa sedangkan dia tidak tahu apakah Rabb semesta alam murka padanya ataukah meridhainya
⛈ Dan ada 3 hal yang membuatku sedih sehingga menyebabkan diriku menangis :

1⃣ Berpisah dengan Muhammad Shallallahu alaihi wa Salam dan golongan beliau (sahabat beliau), sedangkan ini adalah permulaan (kesedihan) 

2⃣ Berdiri di antara kedua tangan Rabb-ku Yang paling tinggi Kemuliaan-Nya

3⃣ Dan saya tidak tahu apakah akan menuju surga ataukah neraka. 
📚 Sнïƒαн αรн-Sн๑ƒพαн (I/259)
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

📝 رقائق ومواعظ .
▪قال ابن مسعود رضي الله عنه : 
🔹ثلاث أعجبتني حتى أضحكتني :
■ مؤمل دنيا والموت يطلبه .

■ وغافل وليس بمغفول عنه .

■ وضاحك ملء فيه لا يدري أساخط رب العالمين عليه ، أم راض عنه .
🔹وثلاث أحزنني حتى أبكيتني :
■ فراق محمد وحزبه ، وهو المطلع .

■ والوقوف بين يدي ربي ﷻ .

■ ولا أدري إلى جنة أم إلى نار .
[صفة الصفوة ٢٥٩/١]

✏_____________

@abinyasalma