Category Archives: Catatan Kajian

SIAPA SAUDARAMU (YANG SEJATI) ?

SIAPA SAUDARAMU (YANG SEJATI)❓

Al-Allamah Ibnu Baz rahimahullahu menerangkan :

▪Saudaramu (yang sejati) adalah dia yang :

SUDI MENASEHATIMU

MAU MENGINGATKANMU

DAN (tidak segan) MEMPERINGATKANMU

▪Dan Saudaramu bukanlah orang yang :
❌ MELALAIKANMU (meninggalkan dan melupakanmu begitu saja)
❌ BERPALING DARIMU
❌ atau Hanya senang BERBASA-BASI denganmu

▪Namun Saudaramu yang sejati adalah dia yang selalu

MENASEHATIMU

MEMBERI ARAHAN (WEJANGAN)

MENGINGATKANMU

MENDAKWAHIMU KE JALAN ALLAH

MENJELASKANMU JALAN KESELAMATAN AGAR KAMU BERJALAN DI ATASNYA

MEMPERINGATKANMU DARI JALAN KEBINASAAN DAN MENERANGKAN DAMPAK BURUKNYA BAGIMU AGAR KAMU MENJAUHINYA

(Majmu Fatawa Ibnu Baz XIV/21)

••••••••••••

من هو أخوك؟

قال ابن باز :
فأخوك من نصحك وذكرك ونبهك،
وليس أخوك من غفل عنك وأعرض عنك وجاملك،

ولكن أخاك في الحقيقة هو الذي ينصحك والذي يعظك ويذكرك، يدعوك إلى الله، يبين لك طريق النجاة حتى تسلكه، ويحذرك من طريق الهلاك ويبين لك سوء عاقبته حتى تجتنبه.

(مجموع الفتاوى ٢١/١٤)

ℳـ₰✍
​✿❁࿐❁✿​
@abinyasalma

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.


👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG :  https://t.me/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

ISLAM ITU LOGIS

ISLAM ITU LOGIS!

Logis berasal dari Bahasa Yunani yang artinya “possessed of reason, intellectual, dialectical, argumentative” (memiliki nalar, intelektual, dialektik dan argumentatif). Definisi logis sendiri masih diperdebatkan panjang lebar sampai saat ini. Intinya logis itu adalah penilaian menggunakan nalar dan akal.

Kita tahu bahwa akal manusia itu bertingkat-tingkat dan berbeda-beda. Bahkan manusia sendiri pun belum begitu memahami hakikat dari akal itu sendiri sementara akal manusia sendiri terbatas. Namun satu hal yang pasti, akal itu ciptaan dan karunia dari Sang Pencipta.

Tujuan mendasarnya adalah dengan akal kita bisa semakin mengenal pencipta kita, lalu tunduk dan patuh kepada-Nya, agar manusia bisa mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan. Karenanya beban (taklif) syariat dibebankan kepada akal. Jika hilang akal, maka hilang pula beban syariat.

Dari sini kita pahami bahwa akal yang tunduk dengan aturan pencipta akal, maka dialah orang berakal sebenarnya!

ℳـ₰✍
​✿❁࿐❁✿​
@abinyasalma

🔗 Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.


👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG :  https://t.me/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad