KETAKWAAN MEMBUAHKAN RASA WARO’

๐Ÿ‡ถโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ดโ€Œ๐Ÿ‡นโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ

KETAQWAAN MEMBUAHKAN RASA WARO’

ุฅุฐุง ุตุญุช ุงู„ุชู‚ูˆู‰ ุฃุซู…ุฑุช ุงู„ูˆุฑุน ูˆุงู„ูˆุฑุน ุชุฑูƒ ู…ุง ู„ุง ุจุฃุณ ุจู‡ ุญูˆูุง ู…ู† ุงู„ูˆู‚ูˆุน ููŠู…ุง ุจู‡ ุจุฃุณ

Jika ketaqwaan itu benar akan membuahkan rasa waro’ (kehati-hatian). Waro’ adalah meninggalkan perkara yang asalnya boleh karena khawatir terjatuh kepada sesuatu yang tidak boleh (terlarang).

(Al-Izz bin Abdussalam Maqaashidur Ri’aayah).

โ„ณู€โ‚ฐโœ
โ€‹โœฟโเฟโโœฟโ€‹
@abinyasalma

๐Ÿ”— Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.


๐Ÿ‘ฅ Al-Wasathiyah Wal-I’tidฤl
โœ‰ TG :ย  https://t.me/alwasathiyah
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
โ€Œ๐Ÿ‡ซ FB : fb.com/wasathiyah
๐Ÿ“น Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท IG : instagram.com/alwasathiyah
๐Ÿ”Š Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.