FAIDAH SEPUTAR BULAN SYA’BAN

๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฑโ€Œ ๐Ÿ‡ซโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ผโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฉโ€Œ

FAIDAH SEPUTAR BULAN SYA’BAN

(Bagian 8/10)

๐Ÿ”— https://t.me/alwasathiyah

Larangan Mengkhususkan Malam Nishfu Sya’ban

Tidak boleh merayakan malam Nishfu Syaโ€™ban, atau mengkhususkannya dengan shalat malam, puasa, ziarah kubur, bersedekah untuk arwah orang yang telah meninggal dunia atau dengan mengamalkan ibadah tertentu. Semua ini termasuk bidโ€™ah.

Tidak ada satupun hadits shahih yang bisa dijadikan dasar tentang keutamaan nishfu syaโ€™ban. Bahkan hadits-hadits yang berbicara tentang hal ini, kalau tidak lemah, ya palsu. Hal ini menyelisihi pendapat sejumlah ulama yang menilai sebagian haditsnya ada yang shalih.

Hadits-hadits yang membicarakan shalat nishfu syaโ€™ban, sebagiannya lemah dan sebagiannya lagi palsu lagi dusta atas nama Nabi ๏ทบ, tidak ada satupun yang valid dari Nabi ๏ทบ dan tidak pula dari sahabat beliau.

[Lihat: al-Manarul Munif karya Ibnul Qayyim Hal: 98,  Latha’iful  Maโ€™arif  Hal: 137, al-Fawa’id al-Majmuโ€™ah karya Syaukani Hal: 106), Fatawa Ibnu Baz (I/186) dan Fatawa Lajnah Da’imah (III/61)]

Barangsiapa yang memang biasa melakukan shalat malam, lalu melaksanakan shalat malam saat nishfu syaโ€™ban sebagaimana yang ia biasa kerjakan di malam-malam lainnya, tanpa meyakini adanya keutamaan khusus pada malam ini, atau lebih menambah amalan dan lebih bersungguh-sungguh, maka ini tidak mengapa.

Tidak disyariatkan menyendirikan puasa pada hari nishfu syaโ€™ban kecuali jika memang bertepatan dengan kebiasan puasanya, seperti puasa Senin Kamis, tanpa meyakini adanya keutamaan khusus pada hari nishfu syaโ€™ban.

Hadits yang membicarakan anjuran untuk berpuasa di nishfu syaโ€™ban ini adalah hadits yang lemah lagi tidak valid.

Hari nishfu syaโ€™ban itu sejatinya bagian dari ayyamul bidh (hari-hari โ€œputihโ€ pada pertengahan bulan hijriah) yang memang dianjurkan berpuasa di hari-hari tersebut setiap bulannya, yaitu pada tanggal 13, 14 dan 15.

Maka barangsiapa yang berpuasa nishfu Syaโ€™ban (15 Syaโ€™ban) dengan diiringi puasa tanggal 13 dan 14, maka ia telah sesuai dengan sunnah, tanpa meyakini keutamaan khusus dari hari Nishfu Syaโ€™ban ini.

Adapun orang yang menyendirikan puasa nishfu sya’ban, maka tidak bisa dikatakan ia berpuasa pada  ayyamul bidh. Bahkan  bisa dikatakan bahwa ia menyendirikan puasa nishfu syaโ€™ban ini karena meyakini adanya keutamaan di hari ini dibandingkan hari-hari lainnya. Maka ini suatu hal yang terlarang.

[Lihat: Iqtidhaโ€™ ash-Shirath al-Mustaqim karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (III/138), Latha’iful Maโ€™arif Hal: 136, Fatawa Ibnu Baz (I/186 dan 191)]

Demikian pula yang difatwakan oleh Syaikh Ibnu Jibrin.

  • Bersambung in syaa Allahโ€ฆ –

Dialih bahasakan oleh:
โœ’๏ธ @abinyasalma

โ„ณู€โ‚ฐโœ
โ€‹โœฟโเฟโโœฟโ€‹
@alwasathiyah


๐Ÿ‘ฅ Al-Wasathiyah Wal-I’tidฤl
โœ‰ TG :  https://t.me/alwasathiyah
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
โ€Œ๐Ÿ‡ซ FB : fb.com/wasathiyah
๐Ÿ“น Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท IG : instagram.com/alwasathiyah
๐Ÿ”Š Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

๐Ÿ“Ž Sumber : 32 Fa’dah fii Syahri Sya’ban Karya Syaikh Shalih al-Munajjid, penerbit: Majmu’ah Zad di bawah lisensi Syaikh Shalih al-Munajjid

๐Ÿ”— Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.