KEUTAMAAN MUHARRAM [ 2/8 ]

โ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡นโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฒโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ณใ€€โ€Œ๐Ÿ‡ฒโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ญโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฒ

[ Bagian 2 ]

๐Ÿ”— https://t.me/alwasathiyah

SEJARAH ASYURA

Dari โ€˜Abdullฤh bin โ€˜Abbฤs radhiyallฤhu โ€˜anhumฤ, beliau berkata,

โ€ู‚ูŽุฏูู…ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉูŽ ููŽุฑูŽุฃูŽู‰ ุงู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏูŽ ุชูŽุตููˆู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ุŒ
ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ยซ ู…ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ุŸ ยป
ู‚ูŽุงู„ููˆุง : ู‡ูŽุฐูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ุตูŽุงู„ูุญูŒ ุŒ ู‡ูŽุฐูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ู†ูŽุฌู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูŽู†ููŠ ุฅูุณู’ุฑูŽุงุฆููŠู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูŽุฏููˆู‘ูู‡ูู…ู’ ุŒ ููŽุตูŽุงู…ูŽู‡ู ู…ููˆุณูŽู‰ ุŒ
ู‚ูŽุงู„ูŽ : ยซ ููŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุญูŽู‚ู‘ู ุจูู…ููˆุณูŽู‰ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ยปุŒ
ููŽุตูŽุงู…ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุจูุตููŠูŽุงู…ูู‡ู.โ€œ

โ€œSaat Nabi ๏ทบ tiba di kota Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi sedang berpuasa di hari Asyura.
Lalu beliaupun bertanya, โ€œPuasa apa ini?โ€
Mereka menjawab, โ€œHari ini adalah hari yang baik, hari dimana Allah telah menyelamatkan Bani Isrฤโ€™ฤซl dari musuh-musuhnya sehingga Mลซsฤ pun berpuasa karenanya.โ€
Lalu Nabi ๏ทบ pun menimpali,
โ€œKalau begitu kami lebih berhak terhadap Mลซsฤ daripada kalian.โ€
Lalu Nabi ๏ทบ pun berpuasa di hari Asyura ini dan memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu.โ€
[HR. Bukhari no. 1865].

Ucapan โ€œHari ini adalah hari yang baik,โ€ di dalam riwayat Muslim disebutkan :

ยซู‡ุฐุง ูŠูˆู… ุนุธูŠู… ุฃู†ุฌู‰ ุงู„ู„ู‡ ู…ูˆุณู‰ ูˆู‚ูˆู…ู‡ ูˆุบุฑู‚ ูุฑุนูˆู† ูˆู‚ูˆู…ู‡ยป

โ€œIni adalah hari yang agung, dimana Allah menyelamatkan Mลซsฤ dan kaumnya, serta Allah menenggelamkan Firโ€™aun beserta bala tentaranya.โ€

Ucapan, โ€œSehingga Mลซsฤ pun berpuasa karenanya,โ€ Imam Muslim memberikan tambahan di dalam riwayatnya :

ยซุดูƒุฑุง ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูู†ุญู† ู†ุตูˆู…ู‡ยป

โ€œSebagai bentuk rasa syukur kami kepada Allah ๏ทป maka kamipun berpuasa di hari itu.โ€

Di dalam riwayat Imam Bukhฤrฤซ, disebutkan :

ยซูˆู†ุญู† ู†ุตูˆู…ู‡ ุชุนุธูŠู…ุง ู„ู‡ยป

โ€œDan kami berpuasa di hari itu sebagai bentuk pengagungan terhadap hari tersebut.โ€

Imam Ahmad meriwayatkan pula tambahan:

ยซูˆู‡ูˆ ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุฐูŠ ุงุณุชูˆุช ููŠู‡ ุงู„ุณููŠู†ุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ุฌูˆุฏูŠ ูุตุงู…ู‡ ู†ูˆุญ ุดูƒุฑุงู‹ยป.

โ€œHari itu juga hari dimana Bahtera Nuh berlabuh di atas gunung Jลซdฤซ, maka Nuh pun berpuasa sebagai bentuk rasa syukur.โ€

Ucapan โ€œ..dan memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu,โ€ disebutkan pula di dalam riwayat Bukhฤrฤซ :

ยซูู‚ุงู„ ู„ุฃุตุญุงุจู‡: ุฃู†ุชู… ุฃุญู‚ ุจู…ูˆุณู‰ ู…ู†ู‡ู… ูุตูˆู…ูˆุงยป

โ€œLantas Nabi berkata kepada para sahabat-nya : Kalian lebih berhak terhadap Mลซsฤ daripada mereka (orang-orang Yahudi), maka berpuasalah!โ€

Puasa Asyura itu sudah lama dikenal bahkan semenjak zaman Jahiliyah sebelum diutusnya Nabi ๏ทบ. Telah valid hadits dari โ€˜Aisyah radhiyallฤhu โ€˜anhฤ bahwa beliau berkata,

ยซุฅู† ุฃู‡ู€ู„ ุงู„ุฌุงู‡ู„ูŠู€ุฉ ูƒุงู†ู€ูˆุง ูŠุตูˆู…ูˆู†ู€ู‡ยป

โ€œSesungguhnya masyarakat Jahiliyah dahulu sudah biasa berpuasa di hari Asyura.โ€

Al-Qurthลซbฤซ lalu mengomentari,
โ€œBoleh jadi bangsa Quraisy ketika berpuasa -Asyura- bersandar kepada syariat lama seperti syariat Nabi Ibrฤhฤซm โ€˜alaihis salฤm.โ€

Telah valid pula riwayat dari Nabi ๏ทบ bahwa beliau pernah berpuasa di Makkah sebelum hijrah ke Madinah. Setelah beliau hijrah ke Madinah, beliau mendapati bahwa orang-orang Yahudi merayakan hari ini dan menanyakan kepada mereka sebabnya. Maka orang-orang Yahudi tersebut menjawabnya -sebagaimana jawaban di dalam hadits yang telah disebutkan di atas-.

Lalu Nabi ๏ทบ memerintahkan untuk menyelisihi mereka di dalam menjadikan hari ini sebagai hari perayaan (Ied), sebagaimana disebutkan di dalam hadits Abลซ Mลซsฤ radhiyallฤhu โ€˜anhu, beliau berkata,

ยซูƒุงู† ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก ุชูŽุนุฏู‘ูู‡ ุงู„ูŠู‡ูˆุฏ ุนูŠุฏู‹ุงยป

โ€œHari Asyura itu dianggap oleh orang Yahudi sebagai hari perayaan.โ€

Di dalam riwayat Muslim disebutkan :

ยซูƒุงู† ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก ุชุนุธู‘ู…ู‡ ุงู„ูŠู‡ูˆุฏ ูˆุชุชุฎุฐู‡ ุนูŠุฏุงยป

โ€œDahulu hari Asyura adalah hari yang diagungkan bangsa Yahudi, dan mereka menjadikan hari tersebut sebagai hari perayaan.โ€

ยซูƒุงู† ุฃู‡ู„ ุฎูŠุจุฑ (ุงู„ูŠู‡ูˆุฏ) ูŠุชุฎุฐูˆู†ู‡ ุนูŠุฏุงุŒ ูˆูŠู„ุจุณูˆู† ู†ุณุงุกู‡ู… ููŠู‡ ุญูู„ูŠู‘ูŽู‡ู… ูˆุดุงุฑุชู‡ู….ยป

โ€œDahulu para penduduk Khaibar (Yahudi) menjadikan Asyura sebagai hari perayaan. Mereka memakaikan kaum wanitanya di hari itu dengan berbagai perhiasan dan pernak-pernik.โ€

Kemudian Nabi ๏ทบ berkata :

ยซูุตูˆู…ูˆู‡ ุฃู†ุชู…ยป

โ€œBerpuasalah kalian!โ€
[HR. Bukhฤrฤซ].

Yang tampak adalah, bahwa alasan yang mendorong Nabi ๏ทบ memerintahkan untuk
berpuasa di hari ini, adalah beliau senang menyelisihi bangsa Yahudi, sampai-sampai Nabi memerintahkan untuk berpuasa di kalamereka -bangsa Yahudi- sedang makan-makan, karena hari perayaan itu lazimnya tidak berpuasa di dalamnya.

Dicuplik dari Fathul Bฤrฤซ Syarh Shahih al-Bukhฤrฤซ karya al-Hฤfizh Ibnu Hฤjar, secara ringkas.

โ€Œ
KEUTAMAAN PUASA ASYURA

Diriwayatkan dari Ibnu โ€˜Abbas radhiallahuโ€˜anhuma bahwa beliau berkata:

ยซ ู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽู‰ ุตููŠูŽุงู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ููŽุถู‘ูŽู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ุฅูู„ุง ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุดู‘ูŽู‡ู’ุฑูŽ ูŠูŽุนู’ู†ููŠ ุดูŽู‡ู’ุฑูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ยป

โ€œTidak pernah saya melihat Nabi ๏ทบ begitu berusaha (yataharra) untuk berpuasa di hari yang beliau istimewakan dibandingkan hari lainnya, kecuali di hari Asyura ini dan bulan ini -yaitu bulan Ramadhan-.โ€
(HR. Bukhari, no. 1867)

Makna yataharra adalah bermaksud untuk berpuasa di dalamnya dan meraih pahalanya.

Di dalam hadits yang lain, Nabi ๏ทบ bersabda:

ยซุตูŠุงู… ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุกุŒ ุฅู†ูŠ ุฃุญุชุณุจ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ูŠูƒูุฑ ุงู„ุณู†ุฉ ุงู„ุชูŠ ู‚ุจู„ู‡ยป

โ€œBerpuasa para hari Asyura, sungguh saya berharap (ihtisab) kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang lalu.โ€
(HR. Muslim no. 1976)

Ini merupakan keutamaan dari Allah bagi kita, yang Ia karuniakan kepada kita adanya satu hari yang dapat menghapuskan dosa kita setahun penuh, dan Allah-lah Sang Pemilik segala keutamaan dan keagungan (Dzul fadhlil โ€™azhim).- Bersambung, insyaAllah -

โ„ณู€โ‚ฐโœ
โœฟโเฟโโœฟ
@abinyasalma

๐Ÿ‘ฅ Al-Wasathiyah Wal-I’tidฤl
โœ‰ Telegram:  https://t.me/alwasathiyah
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
โ€Œ๐Ÿ‡ซ Facebook : fb.com/wasathiyah
๐Ÿ“น Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท Instagram : instagram.com/alwasathiyah
๐Ÿ”Š Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

Sumber:
๐Ÿ“ฒ E-book : โ€œKeutamaan Asyura & Bulan Muharramโ€
๐Ÿ“Ž http://bit.ly/e-asyura

๐Ÿ”— Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.