SENI TIDAK AMBIL PUSING [ TAJAHUL ]

๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ชโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡บโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ฌโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ณ

SENI TIDAK AMBIL PUSING (TAJAHUL)

Sobat,
Ada seorang yang bijak berkata:

ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽู†ูŽุง ู†ูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูŽุง ูŠูู‚ูŽุงู„ู ุนูŽู†ู‘ูŽุง ูููŠ ุบููŠูŽุงุจูู†ูŽุง ู„ูŽู…ูŽุง ุงุจู’ุชูŽุณูŽู…ู’ู†ู’ุง ูููŠ ูˆูุฌููˆู’ู‡ู ุงู„ู’ูƒูŽุซููŠู’ุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู (ุญูŽู‚ููŠู’ู‚ูŽุฉูŒ)

“Seandainya kita tahu apa yang dibicarakan oleh orang lain saat kita tidak bersama mereka, niscaya kita tidak akan mau lagi tersenyum di hadapan mereka.” (inilah Realita tak terelakkan)

Karena itu jika kita terlalu memperhatikan apa perkataan orang lain, niscaya hidup kita takkan tenang.

Makanya, alangkah benar perkataan seorang yang arif:

ูƒูŽู„ุงูŽู…ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุชูŽู‡ููŠ ูˆูŽูŠูŽุชูŽุญูŽุฏู‘ูŽุซููˆู’ู†ูŽ ุจูุณูŽุจูŽุจู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุณูŽุจูŽุจู ู„ูุฐูŽุง ูŠูŽุฌูุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ูููŠ ู…ูุนู’ุธูŽู…ู ุงู„ู’ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงู†ู ู†ูุฌูŽุงู‡ูู„ูู‡ู

“Ucapan manusia itu tidak ada habisnya. Mereka berbicara apa saja baik yang ada sebabnya maupun tidak ada sebabnya. Karena itu, seringkali kita harus cuek dan tidak peduli dengan ucapan mereka.”

๐Ÿ“ Dua kunci sukses agar tidak terpengaruh dengan ucapan orang lain.

ูƒูŽูŠู’ ุชูŽู†ู’ุฌูŽุญูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุชูŽุญู’ุชูŽุงุฌู ุฃูŽู…ู’ุฑูŽูŠู’ู†ู :

  • ุงูŽู„ุซู‘ูู‚ูŽุฉู
  • ุงูŽู„ุชู‘ูŽุฌูŽุงู‡ูู„ู

Agar Anda sukses di dalam kehidupan, Anda perlu dua hal: ๐Ÿ“Ž Percaya diri ๐Ÿ“Ž Sikap cuek/acuh (terhadap anggapan orang lain)

Ya, Inilah kunci ketenanganku.

ุจุฑุงุญุฉ ุจุงู„ูŠุŒ ู„ุง ูŠู‡ู…ู†ูŠ ู…ู† ูŠุชูƒู„ู… ูˆุฑุงุก ุธู‡ุฑูŠ ูˆูŠูƒููŠู†ูŠ ุฃู†ู‡ ูŠุฎุฑุณ ุนู†ุฏู…ุง ูŠุฑุงู†ูŠ

Kunci ketenanganku adalah, aku tidak menggubris orang yang membicarakanku di belakangku, dan cukup bagiku saat ia terdiam ketika melihat diriku.

Ingatlahโ€ฆ

ู„ุง ู†ุณุชุทูŠุน ุฃู† ู†ู…ู†ุน ุงู„ู†ุงุณ ู…ู† ุงู„ูƒู„ุงู… ุนู„ูŠู†ุง ูˆู„ูƒู† ู†ุณุชุทูŠุน ุฃู† ู†ู…ู†ุน ุฃู†ูุณู†ุง ู…ู† ุงู„ุชุฃุซุฑ ุจู…ุง ูŠู‚ูˆู„ูˆู†

Kita tidak mampu mencegah perkataan orang kepada kita, tapi kita mampu mencegah diri kita dari terpengaruh oleh perkataan mereka.

Ingatlah nasehat Imam Syafi’i rahimahullah:

ุฅู†ูƒ ู„ุง ุชุณุชุทูŠุน ุฃู† ุชุฑุถูŠ ุฌู…ูŠุน ุงู„ุฎู„ู‚!
ูุฃุตู„ุญ ู…ุง ุจูŠู†ูƒ ูˆุจูŠู† ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุดุฃู†ูƒ ูƒู„ู‡ ุซู… ู„ุง ุชุจุงู„ ุจุงู„ู†ุงุณ

“Sesungguhnya kau takkan mampu membuat semua makhluk itu ridha! Perbaiki saja semua urusanmu antara dirimu sendiri dengan Allah, kemudian tidak usah kau hiraukan (anggapan) orang lain!”

๐Ÿ“š ( az-Zuhd karya al-Baihaqi )

โ„ณู€โ‚ฐโœ
โ€‹โœฟโเฟโโœฟโ€‹
@abinyasalma

๐Ÿ”— Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.


๐Ÿ‘ฅ Al-Wasathiyah Wal-I’tidฤl
โœ‰ TG :ย  https://t.me/alwasathiyah
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
โ€Œ๐Ÿ‡ซ FB : fb.com/wasathiyah
๐Ÿ“น Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท IG : instagram.com/alwasathiyah
๐Ÿ”Š Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.