Tanya Jawab

Q&A : MUSIBAH DI ATAS MUSIBAH

🇹‌🇷‌🇦‌🇳‌🇸‌🇰‌🇷‌🇮‌🇵‌
╔════════════╗
TANYA JAWAB #AUDIO🎙
╚════════════╝

🔗 Http://bit.ly/alwasathiyah

MUSIBAH DI ATAS MUSIBAH

📝 PERTANYAAN :

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillah..
‘Afwan ijin bertanya ustadz mengenai ini,

« مُصِيْبَةٌ تُقْبِلُ بِهَا عَلىَ اللّٰهِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ نِعْمَةٍ تُنْسِيْكَ مِنَ اللّٰهِ »

❝ Musibah yang mendekatkanmu kepada Allah adalah lebih baik daripada kenikmatan yang malah melupakanmu dari mengingat Allah ❞
[ 📒 al-Wabilus Shayyib Hal: 110 ]

Kadang kita merasa musibah ini begitu menyiksa dan seolah-olah hanya kita yang menerima musibah paling berat, dan justru malah menjauh dari Allah, mohon penjelasannya ustadz.

Semoga ustadz, keluarga dan all admin AWWI selalu dalam lindungan Allah.

Syukran wa jazakallahu khairan Ustadz

➖➖➖➖➖➖

📚 JAWABAN :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

🔖 Itu berarti dia mendapatkan dua musibah sekaligus.
Musibah kesulitan dan musibah lebih besar lagi, yaitu MENJAUH DARI ALLAH.

INGATLAH, Allah Subhanahu wa Ta’ala biasanya menurunkan musibah kepada orang-orang yang Allah cintai. Di dalam sebuah hadits yang shahih Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengatakan,

« إذا أحب الله عبدا ابتلاه »

Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan mengujinya

Dan manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi dan Rasul, serta orang-orang shalih. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

« أشد الناس بلاء الأنبياء ثم الصالحون ثم الأمثل فالأمثل »

Manusia yang paling berat ujian adalah para Nabi, kemudian orang-orang shalih, lalu yang semisalnya dan yang semisalnya lagi.

🔖 Betapa banyak orang-orang yang Allah berikan kenikmatan lantas hal itu membuat mereka lalai dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka sejatinya nikmatnya itu adalah bencana baginya.

🔖 Ketika Allah menurunkan ujian atau musibah pada manusia, dia akan membutuhkan pertolongan, dia akan merasa lemah, merasa fakir, dan ketika itulah biasanya fitrah manusia akan muncul, terbersit di hatinya harapan agar ada yang bisa menolong dirinya. Bagi orang yang memiliki keimanan, dia akan meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dia akan bermunajat. Dengan adanya musibah itu membuatnya inabah (kembali) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dia minta kepada Allah pertolongan bantuan serta bersabar di atasnya.

Tapi sebaliknya jika ada orang yang terkena musibah lantas dia malah semakin menjauh dari Allah, maka sesungguhnya ini bencana di atas bencana. Dia sudah mendapatkan musibah, kemudian mendapatkan musibah yang lebih besar lagi, yaitu amarahnya karena tidak ridha dengan musibah yang menimpanya dan menjauh dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ini adalah musibah di atas musibah dan ini adalah bencana besar. Manusia seperti ini yang paling mendapatkan keburukan.

Jika orang lain diuji dengan nikmat dunia dia masih bisa merasakan nikmatnya meski akhirnya dia lalai dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mendapat siksa.

Adapun orang yang mendapat dua musibah, dia sudah mendapat musibah, ditambah dia lupa pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, inilah yang dinamakan musibah diatas musibah.

📜 Kesimpulan :
Merasa musibah itu begitu menyiksa dan seolah-olah hanya kita yang menerima musibah paling berat, itu adalah waswas dari setan, karena:

1. Segala musibah yang menimpa kita itu sebabnya PASTI karena kita sendiri.

2. Ketika kita ditimpa musibah WAJIB baik sangka kepada Allâh bahwa Allah tidak akan menimpakan sesuatu yang tidak mampu ditanggung makhluk-Nya.

3. Ketika kita ditimpa musibah, maka lihatlah orang yang lebih susah daripada kita sehingga kita akan selalu bersyukur kepada-Nya. Jangan malah merasa kita yang paling berat ujiannya.

4. Segala musibah yang datang itu pasti ada hikmah dan manfaatnya, diantaranya meleburkan dosa kita asal kita sabar, mengingatkan kita kembali kepada Allâh, bahwa kita ini kecil dan lemah butuh pertolongan dan tidak ada yang bisa menolong kita kecuali hanya Allâh semata.

5. Bahwa selepas musibah dan ujian, didera berbagai musibah, akan ada kemudahan dan jalan keluar.

والله تعالى أعلمُ بالـصـواب

••• ═════ ••• ═════ •••

Dijawab oleh :
🎙 Ustadz Abu Salma
Muhammad حفظه الله تعالى

••• ═════ ••• ═════ •••

👥 WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.