Adab, Motivation, Nasehat, Renungan

KESHOLIHAN ORANG TUA KUNCI KESUKSESAN PENDIDIKAN ANAK [ Bag. 4/10 ]

🇰‌🇦‌🇯‌🇮‌🇦‌🇳 ‌🇵‌🇦‌🇷‌🇪‌🇳‌🇹‌🇮‌🇳‌🇬

🔗 https://bit.ly/alwasathiyah

KESHOLIHAN ORANG TUA KUNCI KESUKSESAN PENDIDIKAN ANAK

(Bagian 4/10)

••• ════ ༻💐༺ ════ •••

Coba kita lihat bagaimana kondisi orang mukmin ketika hendak meninggal, Allah berfirman,

( إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ )

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”
( QS. Fushilat: 30 )

Imam Mujahid ketika menafsirkan ayat ini berkata, “Kalian jangan takut terhadap apa yang akan kalian jalani setelah mati dari kehidupan akhirat. Dan kalian jangan sedih terhadap apa yang kalian tinggalkan dari urusan dunia baik istri maupun anak”.

Ketika orang shalih meninggal dunia dan meninggalkan anak-anak yang yatim, maka Allah lah yang akan menjaga anak-anak tersebut.

Dalam kisah perjalanan Nabi Musa alaihi salam menuntut ilmu kepada Nabi Khadir ada kejadian yang menarik dimana mereka mendatangi kampung untuk minta jamuan makan, akan tetapi masyarakat menolak.

Kemudian Nabi Khadir mendatangi rumah yang mau roboh dan diperbaiki. Setelah itu beliau menjelaskan kepada Nabi Musa sebabnya.

Allah Subhanahhu wa Ta’ala berfirman,

( وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۚ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ۚ ذَٰلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا )

Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”
( QS. Al Kahfi: 82 )

Al-Qurthubi Rahimahullahu menafsirkan,

ففیه ما یدل على أن الله تعالى یحفظ الصالح في نفسه وفي ولده وإن بعدوا
عنه. وقد روي أن الله تعالى یحفظ الصالح في سبعة من ذریته

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga keshalihan seseorang dan menjaga keshalihan anak keturunannya meskipun jauh darinya. Telah diriwayatkan bahwa Allah menjaga dengan keshalihan seseorang pada generasi ketujuh dari keturunannya“.

– Bersambung In syaa Allah…

••• ════ ༻💐༺ ════ •••

ℳـ₰✍
✿❁࿐❁✿
@abinyasalma
__________________

👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

📎Sumber :
PDF, Kajian Parenting XIII
Yayasan Anak Teladan – Komunitas Orang Tua Teladan
Masjid Ash-shaff Emerald Bintaro | Sabtu, 17 Agustus 2019/16 Dzulhijjah 1440

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.