BELAJAR LEBIH DEWASA MENGHADAPI PERBEDAAN

๐Ÿ‡ญโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ๐Ÿ‡ฒโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ญโ€Œ

BELAJAR LEBIH DEWASA MENGHADAPI PERBEDAAN

โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ• เผป๐Ÿ’กเผบ โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข

Syaikh Sulayman ar-Ruhaili rahimahullahu berkata,

ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุงู„ุฑุจุงู†ูŠูˆู† ูŠุฏูˆุฑูˆู† ู…ุน ุงู„ุญู‚ ูˆู„ุง ูŠู†ุญุงุฒูˆู† ุงู„ุง ู„ู‡ ูˆู…ู† ุฎุงู„ูู‡ู… ุจุงู„ุฏู„ูŠู„ ููŠู…ุง ูŠุญุชู…ู„ ุงู„ุฎู„ุงู ูŠุญุจูˆู†ู‡ ูˆู„ุง ูŠุนุงุฏูˆู†ู‡

Ulama Robbani itu beredar bersama dengan dalil dan tidaklah berpihak, melainkan hanya kepada kebenaran.
Siapa yang menyelisihi pendapat mereka (yaitu para ulama) dengan dalil yang memang ada perbedaan pendapat di dalamnya, maka mereka tetap mencintai orang ini dan tidak memusuhinya.

Imam al-Albani rahimahullahu berkata,

ู†ุฏูˆุฑ ู…ุน ุงู„ุฏู„ูŠู„ ุญูŠุซ ุฏุงุฑ ูˆู„ุง ู†ุชุนุตุจ ู„ู„ุฑุฌุงู„ ูˆู„ุง ู†ู†ุญุงุฒ ุฅู„ุง ู„ู„ุญู‚

“Kami beredar bersama dengan dalil dimanapun ia beredar, dan kami tidak fanatik dengan figur manapun serta kami hanya berfihak kepada kebenaran saja.”

Imam Al-Utsaimin rahimahullahu berkata,

ุงู„ุฑุฌู„ ุฅุฐุง ุฎุงู„ููƒ ุจู…ู‚ุชุถู‰ ุงู„ุฏู„ูŠู„ ุนู†ุฏู‡ ู„ุง ุจู…ู‚ุชุถู‰ ุงู„ุนู†ุงุฏ ูŠู†ุจุบูŠ ุฃู† ุชุฒุฏุงุฏ ู…ุญุจุฉ ู„ู‡

“Jika seseorang menyelisihimu karena dalil bukan karena menentang, maka selayaknya rasa cintamu bertambah kepadanya.”

โž–โž–โž–โž–โž–

Beginilah sikap dewasa dalam menilai perbedaan pendapat…
Bukan sekedar karena menyelisihi pendapatku atau pendapat guruku atau pendapat yang selama ini kuyakini dan kuketahui…
Hendaknya seseorang tetap dinamis, melihat kebenaran itu pada hujjah dan dalil, bukan sekedar pada person atau figur

Diriwayatkan dari Ali radhiyallahuanhu berkata,

ู„ุง ูŠุนุฑู ุงู„ุญู‚ ุจุงู„ุฑุฌุงู„ ุงุนุฑู ุงู„ุญู‚ ุชุนุฑู ุฃู‡ู„ู‡

“Kebenaran itu tidaklah semata dikenal dengan person (yang dijadikan sebagai parameter), namun kenalilah kebenaran kau ‘kan tahu orang-orangnya”

Sebagian ulama berkata,

ู…ู† ุนุฑู ุงู„ุญู‚ ุจุงู„ุฑุฌุงู„ ุญุงุฑ ููŠ ู…ุชุงู‡ุงุช ุงู„ุถู„ุงู„

“Siapa yang mengenal kebenaran hanya dengan standar figur belaka, maka ia akan bingung di dalam labirin kesesatan.”

Wallahu a’lam

โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ• เผป๐Ÿ’กเผบ โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข

โ„ณู€โ‚ฐโœ
โœฟโเฟโโœฟ
@abinyasalma

๐Ÿ”— Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.
__________________

๐Ÿ‘ฅ WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidฤl
โœ‰ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
โ€Œ๐Ÿ‡ซ FB : fb.com/wasathiyah
๐Ÿ“น Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท IG : instagram.com/alwasathiyah
๐Ÿ”Š Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.