Adab, Hikmah, Nasehat, Renungan

BELAJAR ADAB DARI ULAMA BESAR

🇳‌🇦‌🇸‌🇪‌🇭‌🇦‌🇹‌

BELAJAR ADAB DARI ULAMA BESAR

•• ════ ༻📚༺ ════ •••

Syaikh Ziyâd al-Abbâdî, ditanya saat Liqo’ul Maftůh pada hari Rabu, 25 Juni 2019 untuk menceritakan sekelumit tentang adab dan akhlaq Al-Imam al-Albânî rahimahullâhu.

Sebagai informasi, Syaikh Ziyâd adalah salah satu murid Syaikh al-Albânî rahimahullâhu dari semenjak masih kanak-kanak (dari 10 tahun).

Syaikh DR Ziyâd bin Shâlih al-Abbadi menghimpun 2 ilmu paling bermanfaat, yaitu:

(1) Ilmu al-Qur’an berikut qiro’ah -nya, beliau talaqqi 10 qiroah dari Syaikh DR. Muhammad Musa Nashr rahimahullâhu.

(2) Ilmu Hadits dari Syaikh al-Albânî rahimahullâhu dan Syaikh Ali al-Halabî hafizhahullâhu.

Sungguh, menghimpun 2 ilmu ini adalah nikmat besar, bahkan terbesar bagi seorang muslim.
Namun kata Syaikh, mempelajari adab dan akhlaq dari ulama kibar (senior) itulah yang paling bermanfaat sebelum mempelajari ilmu lainnya.

Ditanya tentang kisah beliau berkaitan dengan akhlaq dan adab syaikh al-Albânî rahimahullâhu, beliau menjawab bahwa sangat banyak sekali. Banyak kisah dan cerita dengan Syaikh al-Albânî rahimahullâhu.

Namun Syaikh Ziyâd menceritakan satu kisah yang paling berkesan menurut beliau, yang tak terlupakan hingga saat ini.

Pernah suatu ketika di usia 14 tahunan, Syaikh Ziyâd mengikuti kajian rutin Syaikh al-Albânî membaca Riyadhush Shalihin. Suatu ketika Syaikh Ziyâd melihat ada kekeliruan pada Syaikh al-Albânî rahimahullâhu, lalu segera menelepon Syaikh.

🔹Syaikh Ziyâd di telpon berkata: “Syaikhana, anda keliru di dalam mentakhrij hadits…”

🔸Syaikh al-Albânî dengan lemah lembut, bertanya: “Hadits yang mana, nak?”

🔹Lalu Syaikh Ziyâd menyebutkan hadits yang dimaksud, kemudian Syaikh al-Albânî meminta maaf dan waktu untuk meneliti ulang sembari berterima kasih kepada Syaikh Ziyâd kecil.

Beberapa hari kemudian, Syaikh Ziyâd menelepon kembali Syaikh al-Albânî, menagih hasil penelitian beliau terhadap hadits yang dianggap dhaif oleh Syaikh Ziyâd.

Lalu terjadilah diskusi ringan seperti ayah dengan anaknya, Syaikh al-Albânî menjelaskan bahwa hadits yang dimaksud berbeda dengan hadits yang ditakhrij.

Akhirnya tersadarlah Syaikh Ziyâd kecil bahwa beliau keliru.

Tapi, Syaikh al-Albânî tidak pernah memarahi beliau, tidak mengatakan, “Siapa kamu? Anak kemarin sore sudah lancang menyalahkan…”

Tidak!
Namun Syaikh tetap menyikapinya dengan lemah lembut, kasih sayang dan berdiskusi ilmiah sebagaimana penuntut ilmu lainnya tanpa melihat usia syaikh Ziyâd.

Kata Syaikh Ziyâd:

اجابني بالصبر، وبكل لطف، وبكل ادب، وبكل هدوء،…

Beliau menjawabku dengan penuh kesabaran, dengan penuh kelemah lembutan, penuh adab dan rendah hati…

✅ Subhanallah
Beginilah akhlak kibar, perangai orang-orang senior…

Jika sekiranya kita dikoreksi oleh anak kecil apa yang seringkali kita lakukan???

Alangkah benarnya perkataan salaf:

بالادب تفهم العلم وبالعلم يصح لك العمل…

Dengan adab kau ‘kan bisa memahami ilmu, dan dengan ilmu maka akan benar amalanmu…

Semoga Allah merahmati Syaikh al-Albani rahimahullâhu dan para ulama ahli sunnah lainnya…

••• ════ ༻📚༺ ════ •••

🏙 Kusuma Agro Wisata
🗓 26 Juni 2019

ℳـ₰✍
✿❁࿐❁✿
@abinyasalma

Diedit oleh:
📝 Tim Editing AWWI

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.
__________________

👥 WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.