Motivation, Nasehat

FAIDAH SYAWAL [ Bag.15-17 / 21 ]

🇫‌🇦‌🇮‌🇩‌🇦‌🇭 ‌🇸‌🇾‌🇦‌🇼‌🇦‌🇱

🔗 https://bit.ly/alwasathiyah

(Bagian 15-17/21)

••• ════ ༻🗓️༺ ════ •••

🇲🇨 Terjemah Indonesia

🛋️ Faidah ke – 15

Barangsiapa yang mempunyai hutang puasa Ramadhan namun ia belum meng qadha’ nya di bulan Syawwal tanpa udzur, maka tidak disyariatkan baginya untuk berpuasa enam hari Syawwal di bulan Dzulqa’dah.

Dia juga tidak memperoleh ganjaran pahalanya. Karena puasa Syawwal ini adalah sunnah , yang akan terlewat waktunya jika ditinggalkan tanpa udzur .

🛋️ Faidah ke – 16

Di antara keyakinan tidak benar adalah, keyakinan sebagian orang awam yang meyakini bahwa barangsiapa yang berpuasa enam hari di bulan Syawwal di suatu tahun, maka dia harus berpuasa Syawwal setiap tahun (berikutnya).

Padahal puasa Syawwal ini hukumnya sunnah . Siapa yang mau puasa, silakan ia berpuasa dan ia akan diganjar dengan pahala.

Tidak wajib bagi orang yang berpuasa Syawwal baik sekali atau lebih dari sekali, harus melanjutkan puasa Syawwalnya (di setiap tahun). Karena orang yang meninggalkannya tidaklah berdosa.

🛋️ Faidah ke – 17

Sebagian orang ada yang berkeyakinan bahwa siapa yang memulai puasa Syawwal, maka dia diharuskan untuk menyempurnakannya hingga selesai (yaitu selama enam hari). Tidak ada alasan baginya untuk memutusnya.

Hal ini tentu saja tidak benar! Karena di dalam hadits yang shahih disebutkan:
Orang yang berpuasa sunnah menjadi penentu atas dirinya sendiri. Jika ia ingin berpuasa maka ia boleh berpuasa dan jika ia ingin berbuka maka ia boleh berbuka.”
( HR. Ahmad: No: 26893 dan Tirmidzi No: 732. Di shahihkan oleh al-Albani )

Orang yang berpuasa sunnah , ia boleh membatalkan puasanya baik ada udzur maupun tidak ada udzur . Tidak wajib baginya meng qadha’ nya menurut pendapat yang shahih.

Akan tetapi ia tidak akan memperoleh ganjaran pahala sebagaimana yang tersebut di dalam hadits, kecuali jika ia menyempurnakannya sebanyak enam hari.

– Bersambung In syaa Allah

•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

🇸🇦 Terjemah Arabic

🛋️ *فواىٔد – ١٥*

*مَـن كان عليـه أيَّـامُ قضـاء،* فلـم يصُمْهـا في شـوَّال بـلا عُـذْرٍ، فـلا يُشْـرَع لـه صيامُ السِّـتِّ في ذي القَعْـدة، ولا يحصُـل لـه هـذا الأجـر؛
لأنَّهـا سـنَّةٌ فـوَّتَ وقتَهـا بـلا عُـذْرٍ.

🛋️ *فواىٔد – ١٦*

*مـن الاعتقـادات غيـر الصحيحـة* : اعتقـادُ بعـضِ العـوام أنَّ مَـن صـام السِّـتَّ من شـوَّال في سَـنَة؛ فـلا بُـدَّ أن يلتـزِمَ صومَهـا كلَّ سـنة!

بـل هـي سُـنَّة، مَـن شـاء صامَهـا وأُثيـبَ عليهـا، ولا يجـب علـىٰ مَـن صامَهـا مـرَّة أو أكثـر أن يسـتمرَّ علـىٰ صيامهـا، ولا يأثـمُ مَـن تـركَ صيامَهـا.

🛋️ *فواىٔد – ١٧*

*يعتقـد بعـضُ النـاس أنَّ مَـن بـدأ في صيـام السِّـتِّ فهـو ملـزَمٌ بإكمالهـا حتـىٰ تنتهـي،* ولا عُـذرَ لـه في قطعهـا!

وهـذا غيـرُ صحيـح؛ ففـي الحديـث:
«الصَّائِـمُ المُتَطَـوِّعُ أَمِيـرُ نَفْسِـهِ، إِنْ شَـاءَ صَـامَ، وَإِنْ شَـاءَ أَفْطَـرَ».

فللصائـم أن يقطـعَ صيـامَ التطـوُّع بعُـذر أو بغيـر عُـذر، ولا يجـب عليـه قضـاؤه –علـىٰ الصحيـح– ، لكـن لا يحصُـل لـه الأجـر الـوارد في الحديـث إلا بإتمامهـا سـتًّا.

••• ════ ༻🗓️༺ ════ •••

Dialihbahasakan oleh :
✒️ @abinyasalma

Diedit oleh :
📝 TIM Editing AWWI

ℳـ₰✍
✿❁࿐❁✿
@alwasathiyah
__________________

👥 WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

📎 Sumber :
Booklet : 21 Faidah Seputar Puasa Syawal
🔗 bit.ly/21syawal

🔗 Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.