FAIDAH RAMADHAN [ Bag. 17/25 ]

๐Ÿ‡ซโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ฉโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ญใ€€โ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฒโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ฉโ€Œ๐Ÿ‡ญโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ณ

(Bagian 17/25)

๐Ÿ”— https://bit.ly/alwasathiyah

โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ• เผป๐ŸŒ•เผบ โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข

I โ€™ T I K ฤ€ F

โ€œDari Ibnu Rajab rahimahullah , Syaikh DR. Shalih al-โ€˜Ushaimy berkata:

ุงู„ุงุนุชูƒุงู ู‡ูˆ ู‚ุทุน ุงู„ุนู„ุงุฆู‚ ุนู† ุงู„ุฎู„ุงุฆู‚ ู„ู„ุงุดุชุบุงู„ ุจุฎุฏู…ุฉ ุงู„ุฎุงู„ู‚

โ€œIโ€™tikaf itu sejatinya ialah memutus berbagai hubungan dengan para makhluk (yakni manusia), dengan tujuan untuk menyibukkan diri melayani Sang Khaliq.โ€

ูˆุงู„ู…ุฑุงุฏ ุจุงู„ุฎุฏู…ุฉ: ุงู„ุนุจุงุฏุฉุŒ ูˆุงู„ุชุนุจูŠุฑ ุจู‡ุง ุฃูƒู…ู„

Dan yang dimaksud “melayani” di sini yaitu beribadah , dan ungkapan “melayani” itu lebih lengkap.

ุงู„ุฐูŠ ูŠู„ุฒู… ู…ุณุฌุฏุง ูˆู‡ูˆ ู…ุดุชุบู„ ุจุงู„ูƒู„ุงู… ู…ุน ุงู„ู†ุงุณ ูˆุงู„ุนุจุซ ูˆูŠู‚ุถูู‘ูŠ ูˆู‚ุชู‡ ุจุงู„ุทุนุงู… ูˆุงู„ู†ูˆู… ูˆุงุณุชุนู…ุงู„ ุงู„ุงู†ุชุฑู†ุช ูˆู†ุญูˆ ุฐู„ูƒ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠุณู…ู‰ ุงุนุชูƒุงูุงุŒ ุจู„ ูŠุณู…ู‰ ุฅู‚ุงู…ุฉุŒ ูˆู‡ูˆ ูŠุฎุฏุน ู†ูุณู‡ุŒ ูˆูŠู†ุจุบูŠ ุชู†ุฒูŠู‡ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุนู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃุญูˆุงู„ ุงู„ุฑุฏูŠุฆุฉ.

Orang yang menetap di masjid namun ia sibukkan dengan obrolan bersama orang-orang dan hal sia-sia, bahkan ia habiskan waktunya dengan makan dan tidur, asyik berselancar di internet, dan sebagainya, maka ini sejatinya tidak disebut iโ€™tikaf, tapi menumpang tinggal (di masjid), dan (orang seperti itu) menipu dirinya sendiri. Karena seharusnya masjid itu dibersihkan dari hal-hal rendahan seperti ini.

ู„ู„ุฅู†ุณุงู† ุฃู† ูŠุนุชูƒู ููŠ ุฃูŠ ุญูŠู† ู…ู† ุงู„ุณู†ุฉ ูˆู„ูˆ ู„ู… ูŠูƒู† ุตุงุฆู…ุง ุŒ ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ู„ู…ุฏุฉ ูŠุณูŠุฑุฉ ุ› ูู‚ุฏ ุฑูˆู‰ ุนุจุฏุงู„ุฑุฒุงู‚ ูˆุบูŠุฑู‡ ุจุฅุณู†ุงุฏ ุตุญูŠุญ ุนู† ูŠุนู„ู‰ ุจู† ุฃู…ูŠุฉ: ” ุฅู†ูŠ ู„ุฃุฏุฎู„ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ู„ุง ุฃุฑูŠุฏ ุฅู„ุง ุฃู† ุฃุนุชูƒู ุณุงุนุฉ”.

(Dianjurkan) bagi seseorang agar dia ber-iโ€™tikaf kapan saja dalam setahun walaupun saat dia tidak berpuasa, meski hanya sebentar waktunya;
Abdurrazzฤq dan selainnya telah meriwayatkan dengan sanad yang shahih, dari Yaโ€™la bin Umayyah: โ€œSaya benar-benar akan masuk masjid, dan saya tidak ingin (melakukan apapun) selain ber-iโ€™tikaf sesaat saja (saโ€™atan).โ€

ุงู„ุณุงุนุฉ ู‡ูŠ ุงู„ุจุฑู‡ุฉ ุงู„ู…ุณุชูƒุซุฑุฉ ู…ู† ุงู„ุฒู…ู†ุŒ ูˆู‡ูŠ ููŠ ุชู‚ุฏูŠุฑ ุงู„ุฏู‚ุงุฆู‚ ููŠ ุฒู…ู†ู†ุง ู‡ุฐุง ุจูŠู† ุงู„ุฃุฑุจุนูŠู† ุฅู„ู‰ ุฎู…ุณ ูˆุฃุฑุจุนูŠู† ุฏู‚ูŠู‚ุฉ ูˆู‡ูˆ ุงู„ุฐูŠ ุฃุฏุฑูƒุช ุนู„ูŠู‡ ูƒุจุงุฑ ุงู„ุณู† ุŒ ูˆุฃุฎุจุฑู†ูŠ ุฃุญุฏ ุฃุตุญุงุจู†ุง ุนู† ุงู„ุนู„ุงู…ุฉ ุฃุจูŠ ุชุฑุงุจ ุงู„ุธุงู‡ุฑูŠ -ูˆู‡ูˆ ู…ู† ุดูŠูˆุฎ ุงู„ู„ุบุฉ ุงู„ู…ุนุฑูˆููŠู†- ุฃู† ุงู„ุณุงุนุฉ ุงู„ุชูŠ ุชุนุฑูู‡ุง ุงู„ุนุฑุจ ุฃู‚ุฑุจ ู…ุง ุชูƒูˆู† ูคูฅ ุฏู‚ูŠู‚ุฉ ุจุชูˆู‚ูŠุชู†ุง .

Sesaat” (as-saโ€™ah) di sini maksudnya “waktu sejenak yang waktunya diperpanjang“, dan itu kalau diukur dengan hitungan menit pada zaman kita ini berarti sekitar 40-45 menit, dan itulah yang kudapati dari para orang tua. Salah seorang sahabat kami pun mengabarkanku, dari al-โ€˜Allamah Abu Turab azh-Zhahiri beliau adalah salah satu ahli bahasa yang terkenal, bahwa โ€œKata as-Saโ€™ah (sesaat) yang dikenal oleh orang Arab adalah mendekati 45 menit menurut perhitungan waktu kita.โ€

ู„ุง ูŠุชู‚ูŠุฏ ุงู„ุงุนุชูƒุงู ุจุฑู…ุถุงู†ุŒ ูˆ ู„ุง ูŠูุดุชุฑุท ุงู„ุตูˆู… ู„ู„ุงุนุชูƒุงูุ› ููŠุดุฑุน ู„ู„ุนุจุฏ ุฃู† ูŠุนุชูƒู ููŠ ุฃูŠ ุญูŠู† ู…ู† ุงู„ุณู†ุฉ ูˆู„ูˆ ู„ู… ูŠูƒู† ุตุงุฆู…ุง ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ู„ู…ุฏุฉ ูŠุณูŠุฑุฉ .

Pelaksanaan iโ€™tikaf tidak terikat dengan Ramadhan saja, juga tidak disyaratkan puasa untuk ber-iโ€™tikaf; Disyariatkan bagi seorang hamba maksudnya seorang muslim agar dia ber-iโ€™tikaf kapan saja dalam setahun walaupun dia tidak berpuasa dan meski hanya sebentar waktunya.

ุงู„ู…ุฎุชุงุฑ ุฃู† ุงู„ุงุนุชูƒุงู ุนุงู…ู‘ูŒ ู„ุฌู…ูŠุน ุงู„ู…ุชุนุจุฏูŠู† ู…ู† ุงู„ุฑุฌุงู„ ูˆุงู„ู†ุณุงุก ู„ุง ูุฑู‚ ุจูŠู† ุดุงุจ ูˆู„ุง ุดูŠุฎ .

(Pendapat) yang terpilih adalah bahwa iโ€™tikaf itu umum bagi seluruh orang yang gemar beribadah dari kalangan laki-laki maupun perempuan, tak ada bedanya pemuda ataupun orang tua.

ู…ุง ูŠูุนู„ู‡ ูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุงู„ู†ุงุณ ู…ู† ุฌุนู„ู‡ู… ู…ุญู„ ุงุนุชูƒุงูู‡ู… ู…ุญุทู‘ุงู‹ ู„ู„ุฒูˆุงุฑ ูˆู…ุฌู„ุณุง ู„ู„ู…ุนุงุดุฑุฉ ุŒ ูุฅู† ู‡ุฐุง ุงู„ุงุนุชูƒุงู ู„ูˆู† ูˆุงู„ุงุนุชูƒุงู ุงู„ู†ุจูˆูŠ ู„ูˆู† ุขุฎุฑ .

Yang dikerjakan kebanyakan orang adalah mereka menjadikan tempat iโ€™tikaf mereka yakni masjid sebagai tempat persinggahan pelancong dan majelis untuk kumpul-kumpul, maka iโ€™tikaf ini berbeda jenisnya dari iโ€™tikaf yang dicontohkan Nabi.

๐Ÿ”ธDari Channel Syaikh Shalih al-โ€˜Ushaimi๐Ÿ”ธ

__________________

Catatan :

Di sini ada yang menarik dari definisi Syaikh Shalih al-‘Ushaimi tentang kata ุณุงุนุฉ (sesaat) yang dikaitkan dengan makna “jam” (waktu) di zaman ini, dimana jam ini kaitannya dengan *ูŠูˆู…* (hari = 24 jam) dan kaitannya dengan *ุฏู‚ุงุฆู‚* (menit dimana 1 jam = 60 menit)…

Padahal dalam terma (istilah) fiqih, kata *ุณุงุนุฉ* tidak berkaitan dengan “jam“, namun berkaitan dengan *ุงู„ุจุฑู‡ุฉ ุงู„ู…ุทู„ู‚ุฉ (waktu pendek secara mutlak) yaitu “sekejap, sejenak, sebentar, sekilas, dan lain-lain”…

Di dalam at-Ta’rifat al-Fiqhiyah (Hal: 110) disebutkan:

ุงู„ุณุงุนุฉ: ููŠ ุนุฑู ุงู„ูู‚ู‡ุงุก ุฌุฒุก ู…ู† ุงู„ุฒู…ุงู† ูˆุฅู† ู‚ู„ูŽู‘

ู„ุง ุฌุฒุก ู…ู† ุฃุฑุจุนุฉ ูˆุนุดุฑูŠู† ู…ู† ูŠูˆู… ุจู„ูŠู„ุชู‡ ุฃูŠ ุณุชูˆู† ุฏู‚ูŠู‚ุฉ ูƒู…ุง ูŠู‚ูˆู„ู‡ ุงู„ู…ู†ุฌูู‘ู…ูˆู† ูƒุฐุง ููŠ “ุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ู…ุฎุชุงุฑ”

Sesaat (ุงู„ุณุงุนุฉ) menurut urf (kebiasaan) para pakar fiqih, adalah bagian dari waktu meski hanya sedikit (sebentar). Bukan merupakan bagian dari 24 jam dalam sehari semalam, yaitu 60 menit sebagaimana dipaparkan oleh ahli astrologi di dalam ad-Darul Mukhtar…

Banyak sekali terma sa’ah kita jumpai di dalam buku-buku fiqih dan hadits, yang maknanya adalah waktu sejenak secara mutlak…
Misalnya:

ุนูŽู†ู’ ุณูŽุนููŠุฏู ุจู’ู†ู ุฌูุจูŽูŠู’ุฑูุŒ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซ… ุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุจู‘ูŽุฑูŽ ุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ุณูŽูƒูŽุชูŽ ุณูŽุงุนูŽุฉู‹ ู„ูŽุง ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู ู‚ูŽุฏู’ุฑูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุคูู†ูŽ ุฃูู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูยป

Dari Said bin Jubair beliau berkata:
Apabila Imam takbir, diam “sesaat” dan tidak membaca yang panjangnya seperti al-Fatihah…”
Diam sesaat (ุณูƒุช ุณุงุนุฉ) di sini tentunya tidak sampai 40-45 menit. Sebab akan menjadi panjang dan lama.

Wallahu a’lam

– Bersambung In syaa Allah

โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ• เผป๐ŸŒ•เผบ โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข

Ditulis oleh :
๐Ÿ–Š๏ธ Ustadz Babahnya Sofia

Dimuroja’ah oleh :
โœ’๏ธ @abinyasalma

Diedit oleh :
๐Ÿ“ TIM Editing AWWI

โ„ณู€โ‚ฐโœ
โœฟโเฟโโœฟ
@alwasathiyah
__________________

๐Ÿ‘ฅ WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidฤl
โœ‰ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
โ€Œ๐Ÿ‡ซ FB : fb.com/wasathiyah
๐Ÿ“น Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท IG : instagram.com/alwasathiyah
๐Ÿ”Š Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

๐Ÿ“Ž Sumber :
Booklet : Kompilasi Faidah Ramadhan 1439 H – Grup AWWI
๐Ÿ“ฉ http://bit.ly/f-ramadhan39

๐Ÿ”— Silahkan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.