Tanya Jawab

Q&A : WALI NIKAH BAGI ANAK PEREMPUAN HASIL ZINA

🇹‌🇷‌🇦‌🇳‌🇸‌🇰‌🇷‌🇮‌🇵

╔════════════╗
TANYA JAWAB #AUDIO🎙
╚════════════╝

WALI NIKAH BAGI ANAK PEREMPUAN HASIL ZINA

📝 PERTANYAAN :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagaimana status anak zina?
Jika nanti si anak itu (perempuan) menikah, ayah biologisnya tidak boleh menjadi wali. Namun orangtua bersikukuh bahwa ayah biologisnya itu harus menjadi wali dengan dalih, “ayah biologisnya sudah menikahi ibunya setelah melahirkan”.
Apakah benar hal ini dibenarkan ustadz ?
Mohon penjelasannya Ustadz
Jazaakallahu khayran

➖ ➖➖➖➖➖➖

📚 JAWABAN :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

✒ Ini adalah pendapat yang tidak benar. Dalam hadist shahih yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ»

“Anak itu dinasabkan kepada bapaknya (suami sah yg menikahi ibunya). Sedangkan laki-laki yang berzina, dia tidak memperoleh bagian apapun.”
(HR. Bukhari kitâb An-Nikâh no : 2218)

Artinya, anak hasil zina tidak boleh dinasabkan kepada bapak biologisnya karena bapaknya telah menzinai ibunya. Meskipun sang ibu pada akhirnya dinikahi setelah melahirkan, hal ini tidak mengubah hukum/status dalam syariat.
Sang bapak sah secara biologis namun tidak sah secara syariat. Dengan demikian anak perempuan ini dinasabkan kepada ibunya. Dan bapak biologisnya tidak memperoleh hak apapun, baik hak nasab, hak perwalian dalam pernikahan, juga hak didalam harta warisan dan semisalnya.

✒ Adapun yang berhak menjadi wali bagi anak perempuan ini adalah sulthon atau penguasa, dalam hal ini adalah KUA. Jadi petugas KUA-lah yg akan menjadi wali nikah bagi anak perempuan tersebut, bukan ayah biologisnya. Hal ini sesuai hadist ‘Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ, dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda,

«لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِيٍّ، وَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لاَ وَلِيَّ لَهُ.»

“Tidak sah nikah kecuali dengan keberadaan wali, dan penguasa adalah wali bagi siapa (wanita) yang tidak mempunyai wali.”
(HR. Al-Baihaqî dalam as-Sunan al-Kubrâ 7/106)

Ini yang saya pahami dari yang dijelaskan oleh para ulama. Meskipun sang bapak biologis itu menikahi ibunya, tapi karena anaknya itu dilahirkan dari hasil zina, maka anak zina itu tidak dinasabkan kecuali kepada ibunya.

والله أعلمُ بالـصـواب

••• ═════ ••• ═════ •••
Dijawab oleh :
🎙 Ustadz Abu Salma
Muhammad حفظه الله تعالى

Ditranskrip oleh :
Tim Transkrip Al-Wasathiyah
••• ═════ ••• ═════ •••

👥 WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.