Nasehat, Renungan, sorotan

Serial Tasyabbuh : PERAYAAN TAHUN BARU ITU SYIAR KAUM KUFFAR

🇸‌🇪‌🇷‌🇮‌🇦‌🇱‌
🇹‌🇦‌🇸‌🇾‌🇦‌🇧‌🇧‌🇺‌🇭‌

PERAYAAN TAHUN BARU ITU SYI’AR KAUM KUFFÂR

“`(Bagian 7/13)“`

🔗 https://bit.ly/alwasathiyah

••• ════ ༻🚧༺ ════ •••

Wajibnya Menyelisihi Kaum Kuffâr

Adapun hadits-hadits yang melarang menyepakati perayaan kaum kuffâr banyak sekali.

Diantaranya adalah,

« عن أنس بن مالك – رضي الله عنه – قال: قدم رسول الله – صلى الله عليه وسلم – المدينة، ولهم يومان يلعبون فيهما، فقال: ما هذان اليومان، قالوا: كنا نلعب فيهما في الجاهلية. »

Dari Anas bin Mâlik radhiyallâhu ’anhu beliau berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah dan mereka memiliki dua hari yang mereka bermain-main di dalamnya. Lantas beliau bertanya, ”Dua hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari dahulu kami bermain-main di masa jahiliyah.”
[HR Abu Dawud no. 1134, an-Nasa’î no. 1556 dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah ash-Sahîhah no. 2021]

« فقال رسول الله – صلى الله عليه وسلم –:
( إن الله قد أبدلكم بهما خيراً منهما، يوم الأضحى، ويوم الفطر ) »

Rasulullah Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam mengatakan, “Sesungguhnya Allah telah menggantikan kedua hari itu dengan dua hari yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari Idul Adha dan Idul Fithri.”
[ Shahîh riwayat Imâm Ahmad, Abū Dâwud, an-Nasâ`î dan al-Hâkim.]

Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyah rahimahullâhu berkata,

« فوجه الدلالة أن اليومين الجاهليين لم يقرهما رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ولا تركهم يلعبون فيهما على العادة، بل قال إن الله قد أبدلكم بهما يومين آخرين، والإبدال من الشيء يقتضي ترك المبدل منه، إذ لا يجمع بين البدل والمبدل منه. »

”Sisi pendalilan hadits di atas adalah, bahwa dua hari raya jahiliyah tersebut tidak disetujui oleh Rasulullah Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam dan Rasulullah tidak meninggalkan (memperbolehkan) mereka bermain-main di dalamnya sebagaimana biasanya. Namun beliau menyatakan bahwa sesungguhnya Allah telah mengganti kedua hari itu dengan dua hari raya lainnya. Penggantian suatu hal mengharuskan untuk meninggalkan sesuatu yang diganti, karena suatu yang mengganti dan yang diganti tidak akan bisa bersatu.

Banyak sekali hadits yang memerintahkan kita untuk menyelisihi kaum kuffâr, misalnya kita disuruh untuk menyemir rambut dalam rangka menyelisihi Yahudi dan Nashrani, Rasulullah Shallâllâhualaihi wa Sallam bersabda,

« إن الیهود والنصارى لا یصبغون فخالفوهم »

Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak menyemir rambut mereka, makaselisihilah mereka.”
[ HR Bukhari no. 3462, Muslim no. 2103 ]

Kita juga diperintahkan untuk memelihara jenggot dan memotong kumis, diantara hikmahnya adalah untuk menyelisihi kaum musyrikin. Rasulullah Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam bersabda,

« خالفوا المشركین أحفوا الشوارب وأوفوا اللحى »

Selisihilah orang musyrikin, potonglah kumis dan biarkan jenggot kalian.”
( HR Muslim no. 602)

« جزوا الشوارب، وأرخوا اللحى، وخالفوا المجوس »

Guntinglah kumis, panjangkan jenggot dan selisihilah orang Majusi.”
( HR Muslim no. 383)

Kita pun disyariatkan shalat dengan sandal dan khuff (alas kaki/sepatu) untuk menyelisihi orang Yahudi. Rasulullah Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam bersabda,

« خالفوا الیهود فإنهم لا یصلون في نعالهم ولا خفافهم»

Selisihilah Yahudi karena mereka tidak shalat dengan sandal dan sepatu mereka.”
( HR Abū Dâwud no. 652)

Dianjurkannya bersahur, diantara hikmahnya adalah juga untuk menyelisihi Ahli Kitab. Rasulullah Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam bersabda,

« فصل ما بین صیامنا وصیام أهل الكتاب أكلة السحر »

Yang membedakan puasa kita dengan puasa Ahli Kitab adalah, makan sahur.” ( HR Muslim no. 1096).

Demikian pula dengan menyegerakan berbuka, juga dianjurkan untuk menyelisihi Ahli Kitab,

«لا يزال الدين ظاهراً ما عجل الناس الفطر لأن اليهود والنصارى يؤخرون»

Agama ini akan senantiasa menang selama manusia menyegerakan berbuka, karena orang Yahudi dan Nashrani mengakhirkannya.”
( HR Abū Dâwud no. 2353).

Dan masih banyak lagi hadits-hadits lainnya.

Sisi pendalilan hadits-hadits di atas adalah, apabila dalam masalah penampilan saja, seperti menyemir rambut dan memelihara jenggot kita diperintahkan untuk menyelisihi kaum kuffâr, maka tentu saja dalam hal perayaan yang bersifat bagian dari ritual dan syi’ar keagamaan mereka lebih utama dan lebih wajib untuk diselisihi.

Bersambung in syâ Allah … –

••• ════ ༻🚧༺ ════ •••

Dialihbahasakan oleh :
@abinyasalma

Diedit oleh :
📝 TIM Editing AWWI

ℳـ₰✍
✿❁࿐❁✿
@alwasathiyah
__________________

👥 *WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl*
✉ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

🔗 Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.