Adab, Tanya Jawab

Q&A : DOSAKAH JIKA MENGINGKARI DALAM HATI

๐Ÿ‡นโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฆโ€Œ๐Ÿ‡ณโ€Œ๐Ÿ‡ธโ€Œ๐Ÿ‡ฐโ€Œ๐Ÿ‡ทโ€Œ๐Ÿ‡ฎโ€Œ๐Ÿ‡ต

โ•”โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•—
QUESTION ANSWER AUDIO ๐ŸŽ™
โ•šโ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•

DOSAKAH JIKA MENGINGKARI DALAM HATI

๐Ÿ“ PERTANYAAN :

ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Ana ingin bertanya. mengenai ini. Jika keluarga kita masih dengarkan ceramah bukan ustadz sunah. sementara kita belum ada kemampuan bilanginnya. Cuma ingkari dalam hati. Kadang campur.. kadang rodja kadang itu.
apakah kita dosa ya ustadz?

Jazaakallaahu khairan

โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–

๐Ÿ“š JAWABAN :

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Kita tidak berdosa in syฤ Allah Ta’ฤlฤ, karena kata Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam,

ยซู…ู† ุฑุฃู‰ ู…ู†ูƒู… ู…ู†ูƒุฑุง ูู„ูŠุบูŠุฑู‡ ุจูŠุฏู‡….ยป (ุฃุฎุฑุฌู‡ ู…ุณู„ู… ุฑู‚ู…: ูงูฃ)

Barang siapa yang melihat kemungkaran, maka hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya…” (H.R. Muslim no : 73)

โœŠ Mengubah kemungkaran bisa dengan tangan. Tapi mengubah kemungkaran dengan tangan bukanlah suatu hal yang mampu dikerjakan oleh setiap orang, sebab yang mampu mengerjakan hal ini adalah seorang penguasa terhadap rakyatnya, polisi terhadap masyarakat, seseorang yang memiliki jabatan kepada bawahannya, seorang ayah ke anaknya, seorang guru ke muridnya, tapi tidak sebaliknya.

โœŠ Jadi mengingkari dengan tangan sangat bergantung dengan kemampuan. Jika tidak mampu maka dengan lisannya. Dengan lisan kita bisa mengingatkan secara baik dan santun. Tapi jika dengan lisan dikhawatirkan bisa menimbulkan mudharat lebih besar, maka sebaiknya kita ingkari dengan hati, dan ini adalah yang paling wajib. Dan mengingkari dalam hati adalah selemah-lemahnya iman.

๐Ÿ‘ Adapun jika kita temui keluarga kita yang masih awam mendengarkan ceramah yang bercampur dengan syubhat, kita patut mengapresiasi dari sisi ini. Itu merupakan indikasi mereka masih ada semangat untuk belajar dan mencari tahu tentang dien. Dan semoga Allah Subhฤnahลซ wa Ta’รฃlฤ memberikan mereka hidayah.

๐Ÿ’งDakwah salafiyyah ini adalah dakwah yang sesuai fithrah, dakwah yang ilmiah. Dan setiap manusia yang memiliki fithrah yang lurus maka dia akan mudah untuk mengikuti sesuatu yang sesuai dengan fithrah nya.

โšก Memang syubhat itu suatu hal yang berbahaya, menyambar-nyambar (khatthฤfah). Tapi pemahaman ini berlaku untuk kita yang sudah mengenal dakwah salafiyyah.

โš  Adapun terhadap orang awam, maka sikap kita adalah tidak secara frontal mengingatkan ketika melihat saudara kita mendengarkan ceramah yang mengandung unsur syubhat.

๐Ÿ’ญ Misalnya, “Oh iya kamu jangan dengerin ustadz ini sebab ustadz ini adalah ustadz syubhat….”

Sepatutnya yang kita lakukan adalah mengarahkan mereka dengan cara persuasif,

๐Ÿ’ญ Misalnya, “Wah..kayaknya di channel rodja ada kajian ustadz fulan deh..coba ditonton dulu pak/bu..”

๐Ÿ“Œ Seperti itulah salah satu cara mengarahkannya tanpa perlu kita mengkritisi terlebih dahulu. Apalagi jika sampai harus menghujat dan langsung menvonis ustadz yang lainnya dengan mengatakan mereka sesat, wal’iyadzubillah !.
Jangan sampai kita menunjukkan akhlak yang buruk terhadap mereka.

๐Ÿ“Œ Kita belajar bukan untuk mudah menvonis. Tapi kita belajar dengan tujuan agar bisa menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu hendaknya kita menghindari bahasa-bahasa memvonis, bahasa-bahasa yang mudah menjauhkan ummat dari kebenaran.

โ— Syaikh Albani rahimahullฤhu Ta’ฤlฤ sendiri pernah mengatakan,

ยซุงู„ุญู‚ู‘ ุซู‚ูŠู„ยป

Kebenaran itu berat.”
Maka janganlah engkau jadikan lebih berat lagi dengan uslub (cara/metode) yang buruk.
Kita jangan semakin memperberat dakwah ini dengan cara-cara yang buruk. Sudah menjadi kaidah umum bahwa,

ยซู„ูŠุณ ูƒู„ ู…ุง ูŠุนู„ู… ูŠู‚ุงู„ยป

Tidaklah semua hal yang kita ketahui itu harus kita sampaikan.
Akan tetapi semua hal yang kita sampaikan haruslah kita ketahui ilmunya“.

๐ŸŒพ Jadi, menyikapi keluarga yang seperti ini hendaknya kita banyak bersabar. Kita arahkan dengan cara yang baik. Jika ada hal-hal yang munkar maka kita inkari minimal dengan hati dan ini adalah yang paling wajib. Dan In syaa Allah tidak berdosa jika kita mengingkari dengan hati.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ…

โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข
Dijawab oleh :
๐ŸŽ™ Ustadz Abu Salma
Muhammad ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Ditranskrip oleh :
โœ’ Admin 6
โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข โ•โ•โ•โ•โ• โ€ขโ€ขโ€ข

๐Ÿ‘ฅ WAG Al-Wasathiyah Wal-I’tidฤl
โœ‰ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
๐ŸŒ Blog : alwasathiyah.com
โ€Œ๐Ÿ‡ซ FB : fb.com/wasathiyah
๐Ÿ“น Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
๐Ÿ“ท IG : instagram.com/alwasathiyah
๐Ÿ”Š Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

1 thought on “Q&A : DOSAKAH JIKA MENGINGKARI DALAM HATI”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.