Adab, Nasehat, Tanya Jawab

Q&A : HUKUM MEMBUNUH NYAMUK DENGAN RAKET LISTRIK

┏━━━━━━‌━━━━┓
Question Answer 🎙️
┗━━━━━━━━━━┛

HUKUM MEMBUNUH NYAMUK DENGAN RAKET LISTRIK

PERTANYAAN

Assalammu’alaikum..
Bismillah, ustad ijin bertanya.

Islam melarang membakar makhluk hidup, pernah mendengar salah satu kajian, bahwa membunuh nyamuk dengan raket listrik sama dengan membakar makhluk hidup.
Apakah benar itu hukumnya Ustad? Kalau memang benar hukumnya disamakan seperti itu, bagaimana caranya untuk membunuh nyamuk tanpa obat bakar atau semprotan. Karena bahannya berbahaya untuk kesehatan.

➖➖➖➖➖➖➖

JAWABAN

Wa’alaykumussalam warohmatullahi wabarokatuh.

Pertanyaan serupa pernah ditanyakan.

🔪 HUKUM MEMBUNUH HEWAN

❓ PERTANYAAN
Assalamualaikum, ngapunten mohon tanya. Bagaiman hukumnya membunuh binatang? (Tersentil dgn artikel kemarin tentang kebaikan kecil yang ada kata-kata menolong semut). Rumah kami dekat dengan persawahan dan pegunungan, kalo musim hujan begini semut dan laron muncul dimana-mana, biasanya saya ambil praktisnya semprot semuanya, karena ngeri juga kalau jumlahny banyak cacing juga suka muncul, setiap hari, yang ini sebenarnya saya kasihan kalau dibunuh krn tidak mngganggu, tapi karrna jumlahnya banyak dan anak saya jerit-jerit terpaksa saya tabur garam tiap muncul. kemarin sempat ada ular juga, beberapa orang bilang kalau ular jangan dibunuh, tapi kami sekeluarga takut juga.
Mohon saran, apakah membunuh binatang seperti ini diperbolehkan? Apakah cara membunuhnya seperti itu diperbolehkan?. Maturnuwun sangat jawabannya 🙂

➖➖➖➖➖➖

JAWABAN :

1⃣ HEWAN YANG DILARANG DIBUNUH
Ada hewan yang dilarang untuk dibunuh karena memang ada dalil larangan nya dari Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam.
Apa saja hewan tersebut?
Nabi Shallallâhu alaihi wa Salam bersabda dari Ibnu Abbas :

إن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن قتل أربع من الدواب : النملة والنحلة والهدهد والصرد

Sesungguhnya Nabi melarang membunuh 4 jenis hewan berikut ini :
▶ Semut
▶ Lebah
▶ burung Hudhud
▶ burung shurad (mirip burung peking / gereja)
(HR Abu Dawud, shahih)

Sebagian ulama memasukkan katak juga tmsk hewan yg dilarang dibunuh karena Nabi pernah melarang seorang tabib membuat obat dari katak.

2⃣ HEWAN YANG DIANJURKAN DIBUNUH
Ada juga hewan-hewab yang dianjurkan untuk dibunuh, sebagaimana dalam hadits dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
خمس فواسق يقتلن في الحرم الفأرة، والعقرب، والحديا، والغراب والكلب العقور
Ada lima hewan fasik yang boleh dibunuh di tanah suci, yaitu :
▶ Tikus
▶ Kalajengking
▶ Burung buas
▶ Gagak
▶ Anjing hitam
(HR Bukhari)

Apabila di tanah suci saja diperintahkan untuk dibunuh, apalagi di luar tanah suci.
Selain di atas ada juga hewan lain yang diperintahkan untuk dibunuh, seperti Cicak, bahkan Nabi menyebut Cicak itu “fuwaisiqoh” (hewan fasik yang kecil)
Selain itu para ulama mengkiyaskan dengan hewan-hewan berbahaya lainnya seperti ular, serigala, singa, dan lain-lain bahkan termasuk juga nyamuk, semut yang menggigit, dan lain-lain.
Adapun lebah dan semut yang mengganggu, maka lebih baik tidak dibunuh, namun diusir saja…
Mengenai cacing, maka jika tidak mengganggu dan membahayakan, tidak perlu dibunuh…

3⃣ MEMBUNUH HEWAN DENGAN CARA MEMBAKAR
Nabi Shallallâhu alaihi wa Salam bersabda dari Ali Radhiyallâhu anhu :
لا تعذب بعذاب الله أي فأحرقهم
Janganlah kalian menyiksa dengan siksa Allâh, yaitu dg cara membakarnya (HR Bukhari)

Para ulama menjelaskan terlarang nya membunuh dengan cara dibakar.
➖ Apakah boleh membakar bangkai hewan? Jawabannya adalah tidak mengapa, karena hewan tersebut sudah mati. Yang terlarang adalah membakar hidup-hidup. Bahkan ada riwayat bahwa Ali pernah membakar bangkai hama tikus setelah beliau membunuhnya (Majma’ az-Zawaid VI/271)
➖ Bagaimana membunuh hewan dengan raket listrik?
Sependek pengetahuan saya, raket listrik tidak lah membakar, namun menyetrum. Sedangkan pembakaran dengan penyetruman adalah 2 hal berbeda. Biasanya, hewan akan mati dulu tersetrum, baru kemudian dia terbakar. Karena itu, menggunakan raket listrik tidak lah sama dengan membakar hewan, Jadi hukumnya tidak mengapa. Wallâhu a’lam
Adapun menyemprot nyamuk, semut, laron dan semisal, apabila kondisinya memang mengganggu, maka tidak mengapa…

Wallahu ta’ala a’lam bish shawab

🎙Jawaban Q&A : Ustadz Abu Salma Muhammad حفظه الله تعالى
🖊Transkrip : Tim Transkrip AWWI

______________

👥 Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 Facebook : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

Simak selengkapnya di

http://abusalma.net/2015/09/15/hukum-membunuh-tikus-dan-kecoa/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.