Adab, Motivation, Nasehat, Renungan

KEUTAMAAN MUHARRAM

‌🇰‌🇪‌🇺‌🇹‌🇦‌🇲‌🇦‌🇦‌🇳 ‌🇲‌🇺‌🇭‌🇦‌🇷‌🇷‌🇦‌🇲

“`(Bagian 3/15)“`

🔗 https://bit.ly/alwasathiyah

••• ════ ༻☀༺ ════ •••

SEJARAH ASYURA

Dari ‘Abdullāh bin ‘Abbās radhiyallāhu ‘anhumā, beliau berkata,

”قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ ،
فَقَالَ : « مَا هَذَا ؟ »
قَالُوا : هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ ، هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ ، فَصَامَهُ مُوسَى ،
قَالَ : « فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ »،
فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ.“

Saat Nabi ﷺ tiba di kota Madinah, beliau
melihat orang-orang Yahudi sedang berpuasa di hari Asyura.
Lalu beliaupun bertanya, “Puasa apa ini?
Mereka menjawab, “Hari ini adalah hari yang baik, hari dimana Allah telah menyelamatkan Bani Isrā’īl dari musuh-musuhnya sehingga Mūsā pun berpuasa karenanya.”
Lalu Nabi ﷺ
pun menimpali,
Kalau begitu kami lebih
berhak terhadap Mūsā daripada kalian.”
Lalu Nabi ﷺ pun berpuasa di hari Asyura ini dan memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu.”
[HR. Bukhari no. 1865].

📝 Ucapan “Hari ini adalah hari yang baik,” di dalam riwayat Muslim disebutkan :

«هذا يوم عظيم أنجى الله موسى وقومه وغرق فرعون وقومه»

“Ini adalah hari yang agung, dimana Allah menyelamatkan Mūsā dan kaumnya, serta Allah menenggelamkan Fir’aun beserta bala tentaranya.”

📝 Ucapan, “Sehingga Mūsā pun berpuasa karenanya,” Imam Muslim memberikan tambahan di dalam riwayatnya :

«شكرا لله تعالى فنحن نصومه»

“Sebagai bentuk rasa syukur kami kepada Allah ﷻ maka kamipun berpuasa di hari itu.”

📝 Di dalam riwayat Imam Bukhārī, disebutkan :

«ونحن نصومه تعظيما له»

“Dan kami berpuasa di hari itu sebagai bentuk pengagungan terhadap hari tersebut.”

📝 Imam Ahmad meriwayatkan pula tambahan:

«وهو اليوم الذي استوت فيه السفينة على الجودي فصامه نوح شكراً».

“Hari itu juga hari dimana Bahtera Nuh berlabuh di atas gunung Jūdī, maka Nuh pun berpuasa sebagai bentuk rasa syukur.”

📝 Ucapan “..dan memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu,” disebutkan pula di dalam riwayat Bukhārī :

«فقال لأصحابه: أنتم أحق بموسى منهم فصوموا»

“Lantas Nabi berkata kepada para sahabat-nya : Kalian lebih berhak terhadap Mūsā daripada mereka (orang-orang Yahudi), maka berpuasalah!”

📌 Puasa Asyura itu sudah lama dikenal bahkan semenjak zaman Jahiliyah sebelum diutusnya Nabi ﷺ. Telah valid hadits dari ‘Aisyah radhiyallāhu ‘anhā bahwa beliau berkata,

«إن أهـل الجاهليـة كانـوا يصومونـه»

“Sesungguhnya masyarakat Jahiliyah dahulu sudah biasa berpuasa di hari Asyura.”

📎 Al-Qurthūbī lalu mengomentari,
“Boleh jadi bangsa Quraisy ketika berpuasa -Asyura- bersandar kepada syariat lama seperti syariat Nabi Ibrāhīm ‘alaihis salām.”

Telah valid pula riwayat dari Nabi ﷺ
bahwa beliau pernah berpuasa di Makkah sebelum hijrah ke Madinah. Setelah beliau hijrah ke Madinah, beliau mendapati bahwa orang-orang Yahudi merayakan hari ini dan menanyakan kepada mereka sebabnya. Maka orang-orang Yahudi tersebut menjawabnya -sebagaimana jawaban di dalam hadits yang telah disebutkan di atas-.

Lalu Nabi ﷺ memerintahkan untuk menyelisihi mereka di dalam menjadikan hari ini sebagai hari perayaan (Ied), sebagaimana disebutkan di dalam hadits Abū Mūsā radhiyallāhu ‘anhu, beliau berkata,

«كان يوم عاشوراء تَعدُّه اليهود عيدًا»

“Hari Asyura itu dianggap oleh orang Yahudi sebagai hari perayaan.”

📝 Di dalam riwayat Muslim disebutkan :

«كان يوم عاشوراء تعظّمه اليهود وتتخذه عيدا»

“Dahulu hari Asyura adalah hari yang diagungkan bangsa Yahudi, dan mereka menjadikan hari tersebut sebagai hari perayaan.”

«كان أهل خيبر (اليهود) يتخذونه عيدا، ويلبسون نساءهم فيه حُليَّهم وشارتهم.»

“Dahulu para penduduk Khaibar (Yahudi) menjadikan Asyura sebagai hari perayaan. Mereka memakaikan kaum wanitanya di hari itu dengan berbagai perhiasan dan pernak-pernik.”

Kemudian Nabi ﷺ berkata :

«فصوموه أنتم»

Berpuasalah kalian!”
[HR. Bukhārī].

📌 Yang tampak adalah, bahwa alasan yang mendorong Nabi ﷺ memerintahkan untuk
berpuasa di hari ini, adalah beliau senang menyelisihi bangsa Yahudi , sampai-sampai Nabi memerintahkan untuk berpuasa di kala mereka -bangsa Yahudi- sedang makan-makan, karena hari perayaan itu lazimnya tidak berpuasa di dalamnya.^

###

^) Dicuplik dari Fathul Bārī Syarh Shahih al-Bukhārī karya al-Hāfizh Ibnu Hājar, secara ringkas.

[Bersambung, insyaAllah]

••• ════ ༻☀༺ ════ •••

ℳـ₰✍
✿❁࿐❁✿
@abinyasalma

👥 Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ TG : https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah
📷 IG : instagram.com/alwasathiyah

Sumber :
E-book “Keutamaan Asyura & Bulan Muharram”
📎 http://bit.ly/e-asyura

🔗 Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.