Motivation, Nasehat, Renungan

10 PRINSIP MENGGAPAI ISTIQOMAH


••• ════ ༻💎༺ ════ •••

“`PRINSIP KEDUA“`

MENETAPI MANHAJ DAN JALAN YANG LURUS

Untuk mengetahui hakikat istiqomah , kita bisa mengambil arahan dengan cara meneliti nukilan-nukilan yang penuh berkah dari para sahabat dan tabi’in di dalam menjelaskan makna istiqomah dan menerangkan hakikatnya.

Manusia terjujur umat ini, Abu Bakr Radhiyallâhu ‘anhu berkata di dalam menafsirkan firman Allâh :

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Rabb kami adalah Allâh kemudian mereka beristiqomah...” (QS al-Ahqâf : 13)

Beliau Radhiyallâhu ‘anhu berkata : “ Mereka adalah orang-orang yang tidak menyekutu-kan Allâh dengan sesuatu apapun .

Diriwayatkan dari ‘Umar bin al-Khaththâb Radhiyallâhu ‘anhu, ketika beliau membaca ayat ini di atas mimbar :

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Rabb kami adalah Allâh kemudian mereka beristiqomah…” (QS al-Ahqâf : 13)

Beliau Radhiyallâhu ‘anhu berkata : “Mereka bukanlah orang yang mengaum seperti mengaumnya serigala.”

Dari Ibnu ‘Abbâs Radhiyallâhu ‘anhumâ ketika menjelaskan makna firman Allâh :

ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ
Kemudian mereka beristiqomah…” (QS al-Ahqâf : 13)

Beliau Radhiyallâhu ‘anhumâ berkata : “Di atas persaksian bahwa tiada sesembahan yang benar untuk disembah kecuali Allâh”

Diriwayatkan pula dengan ucapan senada dari Anas, Mujâhid, al-Aswad bin Hilâl, Zaid bin Aslam, as-Suddî, ‘Ikrimah dan selain mereka.

Dari Ibnu ‘Abbâs Radhiyallâhu ‘anhumâ pula, beliau berkata : “ “Mereka istiqomah di atas menjalankan kewajiban-kewajibannya”

Dari Abûl Aliyah, beliau mengatakan : “Kemudian mereka mengikhlaskan agama ini hanya untuk Allâh beserta amalannya.”

Dari Qotâdah ketika beliau menafsirkan firman Allâh ﷻ :
ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ

Kemudian mereka beristiqomah ..” (QS al-Ahqâf : 13)

Beliau Rahimahullâhu berkata : “Mereka istiqomah di atas ketaatan kepada Allâh.”

Ucapan-ucapan ini juga dipaparkan oleh Ibnu Rajab Rahimahullâhu di dalam Jâmi al-‘Ulûm wal Hikam , kemudian beliau mendefinisikan kata al-Istiqômah sebagai berikut : “Istiqomah itu adalah meniti shirâth mustaqîm, yaitu agama yang lurus yang tidak bengkok ke kanan atau ke kiri, yang mencakup semua amalan ketaatan yang zhahir maupun yang batin, serta meninggalkan semua larangan. Sehingga Istiqomah itu tidak lain dan tidak bukan adalah wasiat yang komprehensif, mencakup seluruh bagian agama.”

Ibnul Qoyyim Rahimahullâhu berkata :

Istiqomah itu adalah suatu kata yang komprehensif, yang melingkupi semua bagian cabang agama. Istiqomah itu adalah berdiri di hadapan Allâh di atas hakikat kejujuran dan memenuhi janji.

[ bersambung Insyaa Allah ]

••• ════ ༻💎༺ ════ •••

🔍 Dicuplik dari e-book :
10 PRINSIP MERAIH ISTIQOMAH
karya Prof. DR. Abdurrazzaq al-Badr.

Dialihbahasakan oleh:
ℳـ₰✍
✿❁࿐❁✿
@abinyasalma

🔗 Silakan disebarluaskan untuk menambah manfaat, dengan tetap menyertakan sumber.
__________________________

👥 Grup WhatsApp Al-Wasathiyah Wal-I’tidāl
✉ Telegram: https://bit.ly/alwasathiyah
🌐 Blog : alwasathiyah.com
‌🇫 Facebook : fb.com/wasathiyah
📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
📷 Instagram : instagram.com/alwasathiyah
🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.